Memiliki career gap setelah resign tanpa pekerjaan pengganti sering membuat banyak orang merasa khawatir saat ingin kembali melamar kerja. Tidak sedikit yang takut dianggap tidak produktif, kurang serius terhadap karier, atau sulit beradaptasi di dunia kerja. Padahal, jeda karier bukan hal yang selalu negatif, terutama jika seseorang dapat menjelaskan alasannya dengan baik dan jujur.
Saat ini, banyak recruiter juga mulai memahami bahwa ada berbagai alasan di balik keputusan resign tanpa backup plan, mulai dari burnout, masalah kesehatan mental, hingga kebutuhan untuk mengatur ulang arah karier. Karena itu, cara menjelaskan career gap menjadi hal penting agar pengalaman tersebut tetap dapat dipandang profesional dan masuk akal. Berikut beberapa cara menjelaskannya!
