Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Do's & Don'ts Menjawab Pertanyaan tentang Tujuan Karier saat Wawancara Kerja

Do's & Don'ts Menjawab Pertanyaan tentang Tujuan Karier saat Wawancara Kerja
ilustrasi proses interview (pexels.com/shvetsa)
Share Article

Pertanyaan tentang tujuan karier hampir selalu muncul dalam proses wawancara kerja, baik untuk posisi entry level maupun profesional berpengalaman. Melalui pertanyaan ini, recruiter ingin mengetahui apakah rencana kariermu sejalan dengan kebutuhan perusahaan dan apakah kamu memiliki motivasi untuk berkembang dalam jangka panjang.

Sayangnya, masih banyak kandidat yang menjawab terlalu umum, terlalu ambisius, atau justru berfokus pada keuntungan pribadi. Agar jawabanmu terdengar lebih meyakinkan, berikut beberapa do's dan don'ts yang perlu diperhatikan saat menjawab pertanyaan tentang tujuan karier.

1. Tunjukkan bahwa tujuan kariermu selaras dengan perusahaan

ilustrasi berjabat tangan (pexels.com/fauxels)
ilustrasi berjabat tangan (pexels.com/fauxels)

Saat menjelaskan tujuan karier, hubungkan rencanamu dengan kesempatan berkembang yang ditawarkan perusahaan. Recruiter ingin melihat bahwa kamu memahami posisi yang dilamar dan melihatnya sebagai bagian dari perjalanan kariermu, bukan sekadar pekerjaan sementara.

Sebelum wawancara, luangkanlah waktu untuk mempelajari visi, budaya kerja, serta peluang pengembangan karier di perusahaan. Bekal tersebut akan membantumu menyusun jawaban yang lebih relevan sekaligus menunjukkan bahwa kamu benar-benar memahami alasan melamar di perusahaan tersebut.

"Saat menjawab pertanyaan mengenai tujuan karier di masa depan, fokuslah untuk menunjukkan bahwa kamu berkomitmen memberikan kinerja terbaik pada posisi yang sedang dilamar serta mampu menjadi anggota tim yang efektif," ujar Lynn Berger, career counselor dan career coach, dikutip dari The Muse.

2. Hindari memberikan jawaban yang terlalu umum atau tidak jelas

ilustrasi wanita muslim (pexels.com/cedricfauntleroy)
ilustrasi wanita muslim (pexels.com/cedricfauntleroy)

Mengatakan bahwa kamu "ingin sukses" atau "ingin berkembang" tanpa penjelasan lebih lanjut justru membuat jawaban terdengar kurang meyakinkan. Recruiter akan kesulitan memahami arah karier yang ingin kamu tempuh maupun kemampuan apa yang ingin terus kamu kembangkan.

Sebaiknya, jelaskan tujuanmu secara spesifik tetapi tetap realistis. Misalnya, kamu ingin memperdalam kemampuan analisis data, mengasah keterampilan kepemimpinan, atau meraih sertifikasi tertentu dalam beberapa tahun ke depan agar recruiter dapat melihat arah pengembangan kariermu dengan lebih jelas.

"Setidaknya berikan jawaban yang masuk akal dan menunjukkan bahwa kamu bersedia belajar dari pengalaman yang akan diperoleh," ujar Sheldon Sutherland, HR Manager di Epoxy Werx, dikutip dari The Muse.

3. Jelaskan langkah nyata untuk mewujudkan tujuan tersebut

ilustrasi zoom interview (pexels.com/shvetsa)
ilustrasi zoom interview (pexels.com/shvetsa)

Setelah menjelaskan tujuan karier, tunjukkan pula langkah konkret yang sedang atau akan kamu lakukan untuk mencapainya. Misalnya, mengikuti pelatihan, meraih sertifikasi profesional, memperluas pengalaman melalui proyek tertentu, atau mempelajari keterampilan baru yang relevan dengan pekerjaan.

Jika memungkinkan, sertakan target waktu agar jawabanmu terdengar lebih terencana. Misalnya, dalam dua hingga tiga tahun ke depan kamu ingin menguasai keterampilan tertentu sebelum mengambil tanggung jawab yang lebih besar. Ini menunjukkan bahwa kamu memiliki perencanaan karier yang matang dan siap mewujudkannya secara bertahap.

"Jika kamu memiliki tujuan yang spesifik, jangan ragu untuk menyampaikannya dan jelaskan secara rinci. Namun, jangan mengarang tujuan hanya agar terdengar mengesankan," ujar Lynn Berger.

4. Hindari terlalu fokus pada gaji atau jabatan

ilustrasi wanita sedang menyimak dalam rapat (pexels.com/divinetechygirl)
ilustrasi wanita sedang menyimak dalam rapat (pexels.com/divinetechygirl)

Memiliki target memperoleh penghasilan yang lebih baik atau promosi jabatan tentu bukan hal yang salah. Namun, jika itu menjadi satu-satunya motivasi yang kamu sampaikan, recruiter bisa menilai bahwa fokusmu hanya pada keuntungan pribadi, bukan pada pengembangan diri atau kontribusi bagi perusahaan.

Sebaiknya, imbangi jawabanmu dengan menjelaskan keinginan untuk meningkatkan kemampuan, menghadapi tantangan baru, atau memberikan dampak positif bagi tim. Pendekatan ini menandakan bahwa motivasimu tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses belajar dan berkembang.

5. Gunakan contoh pencapaian yang pernah diraih

ilustrasi seorang pria sedang presentasi (pexels.com/paveldanilyuk)
ilustrasi seorang pria sedang presentasi (pexels.com/paveldanilyuk)

Untuk meyakinkan recruiter, kamu bisa menunjukkan keberhasilan kamu mencapai target sebelumnya. Misalnya, menyelesaikan sertifikasi, menguasai keterampilan baru, atau memimpin proyek hingga membuahkan hasil. Pengalaman ini membantu recruiter melihat bahwa kamu pandai menetapkan tujuan dan mampu mewujudkannya.

Saat menceritakan pencapaian tersebut, jelaskan pula proses yang kamu lalui, mulai dari menetapkan target, mengatasi tantangan, hingga mengambil pelajaran dari setiap pengalaman. Dengan ini, kamu terlihat memiliki kemampuan merencanakan, mengeksekusi, dan terus berkembang dalam mencapai tujuan.

6. Hindari menyampaikan tujuan yang bertentangan dengan posisi yang dilamar

ilustrasi proses interview (pexels.com/shvetsa)
ilustrasi proses interview (pexels.com/shvetsa)

Jika kamu melamar posisi di bidang pemasaran, hindari menyampaikan bahwa tujuanmu adalah beralih profesi menjadi guru atau membuka usaha di bidang yang sama sekali berbeda. Jawaban seperti ini bisa membuat recruiter menilai bahwa kamu tidak memiliki komitmen jangka panjang terhadap posisi yang dilamar.

Bukan berarti kamu harus mengabaikan minat lain, tetapi fokuskan jawaban pada tujuan yang masih sejalan dengan jalur karier yang ingin dibangun. Dengan begitu, recruiter akan melihat bahwa posisi tersebut benar-benar menjadi bagian dari rencana kariermu, bukan sekadar batu loncatan sebelum berpindah ke bidang lain.

Pada akhirnya, recruiter tidak mencari jawaban yang sempurna, tetapi kandidat yang memiliki arah karier yang jelas dan motivasi untuk terus berkembang. Jadi, pastikan jawabanmu mencerminkan komitmen sekaligus kesiapanmu untuk bertumbuh bersama perusahaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

5 Realita Pahit yang Akan Kamu Hadapi setelah Resign

30 Jun 2026, 16:51 WIBLife