Ilustrasi mengetik (unsplash.com/Christin Hume)
CTA maupun CTV bisa memberi pengaruh kepada pelanggan untuk melakukan suatu tindakan. Cara ini bisa membantu dalam meningkatkan penjualan, jumlah pengunjung, dan sebagai. Lalu kapan penggunaan call to action dan call to value yang tepat?
Pahami dulu platform-nya
Dalam menentukan CTA maupun CTV, kamu harus memahami platform atau tempat yang akan digunakan, seperti contohnya pada landing page. Jika demikian maka CTA akan lebih tepat. Pasalnya psda kondisi tertentu CTA menjadi pilihan lebih baik. Misalnya, dalam membantu audiens dalam mengisi sebuah form, jadi cukup dengan memberikan tombol “submit”. Penggunaan CTA yang singkat juga dinilai lebih efektif.
Sesuaikan dengan copy
Penggunaan CTA dan CTV harus disesuaikan dengan copy yang kamu gunakan. Pasalnya, CTA dan CTV tergantung dari copy pendukungnya. Contoh, apabila dalam copy kamu sudah menjelaskan dengan baik keunggulan produk, maka bisa saja kamu tidak memerlukan CTV karena penjelasan berulang dapat membuat audiens jenuh atau malah bingung.
Melakukan testing
Sebenarnya penggunaan CTV atau CTA bergantung dari keputusan dan kebutuhan masing-masing. Namun, untuk membantu validasi keputusan, kamu bisa menggunakan A/B testing. Melalui metode ini kamu bisa mengetahui pilihan mana yang lebih baik untuk pengunjung situs kamu.
Itulah tadi beda call to action dan call to value yang bisa kamu ketahui. Jadi, sekarang kamu sudah tahu perbedaan keduanya secara jelas, bukan? semoga artikel ini bisa menambah wawasan baru, ya.