ilustrasi chat (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Pesan pribadi dari rekan atau atasan biasanya digunakan untuk membahas tugas dan menyampaikan informasi pekerjaan. Namun, komunikasi tersebut bisa berubah menjadi intimidasi ketika seseorang terus menerima pesan bernada menghina, disalahkan atas masalah yang bukan tanggung jawabnya, atau diancam akan dipermalukan di grup kantor jika tidak segera menuruti permintaan tertentu. Tekanan seperti ini bisa terasa semakin berat ketika dilakukan oleh orang yang memiliki jabatan lebih tinggi dan penerima pesan merasa gak punya ruang untuk membela diri.
Pesan pekerjaan di luar jam kantor gak otomatis termasuk bullying karena kebutuhan pekerjaan dan kebijakan perusahaan bisa berbeda-beda. Hal yang perlu diperhatikan adalah pola komunikasi yang digunakan untuk menakut-nakuti, merendahkan, atau menekan seseorang secara berulang, bukan semata-mata waktu pengiriman pesannya. Jika perilaku tersebut terus terjadi, simpan bukti percakapan beserta tanggal dan waktu kejadiannya, lalu pertimbangkan untuk mencari bantuan melalui HRD, atasan tepercaya, atau melakukan pengaduan resmi.
Bentuk bullying melalui grup chat dan komunikasi di kantor bisa berawal dari candaan yang terus diulang sampai seseorang merasa gak nyaman ketika berkomunikasi dengan rekan kerja. Kalau kamu pernah mengalaminya, jangan buru-buru menganggap perlakuan tersebut sebagai hal yang wajar hanya karena orang lain menyebutnya bercanda. Pernah melihat atau mengalami bullying lewat grup chat kantor? Bagikan pengalamanmu di kolom komentar, yuk!