Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bukan Lembur! Ini 5 Cara Kelola Waktu agar Karier dan Gaji Melaju

Bukan Lembur! Ini 5 Cara Kelola Waktu agar Karier dan Gaji Melaju
ilustrasi manajemen waktu (freepik.com/katemangostar)
Intinya Sih
  • Kunci peningkatan karier dan gaji bukan lembur, melainkan kemampuan mengelola waktu secara efektif dengan fokus pada hasil kerja nyata.

  • Pentingnya bekerja di jam paling produktif, menjaga energi, serta menyeimbangkan kehidupan pribadi agar performa tetap optimal.

  • Investasi pada diri sendiri dan fokus pada aktivitas bernilai tinggi dianggap sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas dan peluang finansial.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Banyak orang masih percaya kalau kunci karier naik dan gaji bertambah itu harus lewat lembur. Padahal, kerja lebih lama belum tentu berarti kerja lebih efektif, lho.

Justru, cara kamu mengelola waktu sering kali punya dampak lebih besar dibanding jumlah jam kerja. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa terlihat lebih produktif, lebih bernilai di mata atasan, dan tetap punya hidup yang seimbang.

Manajemen waktu bukan cuma soal agenda, tapi juga soal prioritas dan energi. Kalau dilakukan dengan benar, karier dan penghasilan bisa melaju tanpa harus mengorbankan kesehatan.

1. Fokus pada tugas, bukan jam kerja

ilustrasi fokus bekerja
ilustrasi fokus bekerja (freepik.com/pressfoto)

Banyak orang menilai produktivitas dari seberapa lama mereka duduk di depan laptop. Padahal, yang lebih penting adalah apa saja tugas yang benar-benar selesai. Pendekatan berbasis tugas bikin kamu lebih sadar mana pekerjaan yang memang berdampak langsung ke hasil. Saat semua tugas utama beres, waktu kerjamu sebenarnya juga sudah cukup.

Dilansir money.com, pakar manajemen waktu sekaligus penulis buku The New Corner Office: How the Most Successful People Work from Home, Laura Vanderkam, menekankan bahwa lingkungan kerja yang minim gangguan membantu seseorang menyelesaikan pekerjaan dalam waktu lebih singkat. Ia melihat bahwa fokus pada output membuat pekerjaan terasa lebih ringan dan terarah. Dengan mindset ini, kamu gak lagi sibuk terlihat bekerja, tapi benar-benar menghasilkan. Dampaknya, kontribusimu jadi lebih jelas dan bernilai.

2. Kerja di jam paling produktif versimu

ilustrasi bangun tidur
ilustrasi bangun tidur (pexels.com/Ron Lach)

Gak semua jam kerja punya kualitas yang sama. Ada waktu tertentu saat otakmu terasa lebih segar dan ide mengalir lancar. Di jam-jam inilah sebaiknya kamu mengerjakan tugas penting yang butuh fokus tinggi. Pekerjaan ringan sebaiknya disimpan untuk waktu energi sedang turun.

Laura Vanderkam menjelaskan bahwa mengelola energi jauh lebih penting daripada sekadar mengatur jadwal. Saat kamu menaruh pekerjaan besar di jam terbaikmu, hasilnya akan lebih maksimal. Kebiasaan ini juga bikin kamu terlihat lebih strategis dan profesional. Dalam jangka panjang, kualitas kerja seperti inilah yang sering membuka jalan ke kenaikan gaji.

3. Seimbangkan kerja dan kehidupan pribadi

ilustrasi traveling
ilustrasi traveling (freepik.com/jcomp)

Kerja dan kehidupan pribadi bukan dua hal yang saling bertentangan. Justru, keduanya saling memengaruhi satu sama lain. Saat kamu cukup tidur, rutin bergerak, dan punya waktu istirahat, performa kerjamu cenderung meningkat. Energi yang stabil bikin kamu lebih fokus dan tahan tekanan.

Menurut pandangan Laura Vanderkam, perencanaan mingguan bisa membantu menjaga keseimbangan ini. Ia menyarankan untuk melihat hidup secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi pekerjaan. Dengan menetapkan target kecil untuk diri sendiri, relasi, dan karier, kamu bisa maju secara konsisten. Perlahan, keseimbangan ini mendukung performa dan peluang finansialmu.

4. Selalu arahkan waktu ke tujuan besar

ilustrasi serius bekerja
ilustrasi serius bekerja (pexels.com/Sora Shimazaki)

Tanpa disadari, banyak orang menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak berdampak besar. Padahal, jika kamu ingin naik jabatan atau gaji, penting untuk memahami apa yang benar-benar bernilai bagi perusahaan. Fokus pada aktivitas yang menghasilkan pendapatan atau menghemat biaya bisa membuat kontribusimu lebih terlihat, lho. Ini adalah cara cerdas untuk naik level tanpa harus kerja berlebihan.

Laura Vanderkam juga menilai bahwa membagi target besar menjadi tugas kecil membuatnya terasa lebih realistis. Termasuk saat kamu ingin membangun side hustle atau pindah ke karier dengan gaji lebih tinggi. Dengan menyelipkan tugas-tugas kecil ke jadwal mingguan, progres tetap jalan. Lama-lama, hasilnya bisa jauh lebih besar dari yang kamu bayangkan.

5. Hargai waktu dengan berinvestasi pada diri sendiri

ilustrasi serius bekerja di kantor
ilustrasi serius bekerja di kantor (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Banyak orang ragu mengeluarkan uang untuk mendukung produktivitasnya. Padahal, waktu adalah aset yang nilainya sangat tinggi. Investasi kecil seperti alat kerja yang nyaman atau bantuan tambahan bisa menghemat banyak energi. Saat kamu bekerja lebih efisien, potensi penghasilan pun ikut naik.

Laura Vanderkam percaya bahwa investasi pada kenyamanan dan dukungan kerja sering kali kembali dalam bentuk performa yang lebih baik. Ketika tubuh gak cepat lelah dan pikiran lebih fokus, hasil kerja otomatis meningkat. Ini bukan soal boros, tapi soal strategi jangka panjang. Menghargai waktumu sendiri adalah langkah penting untuk menaikkan nilai dirimu di dunia kerja.

Mengelola waktu dengan cerdas terbukti lebih efektif daripada sekadar menambah jam kerja. Dengan fokus pada tugas penting, memanfaatkan jam produktif, dan menjaga keseimbangan hidup, karier bisa berkembang lebih cepat.

Strategi ini juga membantumu terlihat lebih bernilai tanpa harus kelelahan. Pada akhirnya, bukan lembur yang membuat gaji melaju, tapi cara kamu menggunakan waktumu dengan tepat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Life

See More