3 Cara Membangkitkan Motivasi Kerja setelah Mudik Lebaran

- Setelah libur lebaran, banyak orang mengalami penurunan semangat kerja karena masih terbawa suasana nyaman dan hangatnya momen bersama keluarga.
- Langkah pertama untuk memulihkan motivasi adalah menerima kondisi pasca-liburan dengan tenang, tanpa memaksa diri langsung produktif.
- Membangun kembali rutinitas kerja dan mengingat alasan utama bekerja membantu menumbuhkan semangat serta fokus menghadapi aktivitas setelah mudik.
Bagaimana libur lebaran kamu, seru gak? Kalau kumpul bareng keluarga di kampung halaman pasti sangat menyenangkan. Ya, tiada hal yang paling indah selain masih diberi kesempatan berkumpul dengan keluarga tercinta saat lebaran. Hanya saja, justru akan sangat berat hati jika libur lebaran telah usai dan kita diharuskan kembali menghadapi realita.
Setelah momen hangat seperti lebaran, perasaan kita seolah masih tertinggal dengan suasana nyaman, tawa, dan kebersamaan. Sehingga, mood jadi turun dan berakibat pada kemalasan beraktivitas. Nah, demi mengatasinya, kamu cukup mempraktikkan 3 cara membangkitkan motivasi kerja setelah mudik lebaran.
1. Terima dulu keadaanya

Seorang psikolog asal Belanda, Prof. Ad Vingerhoets, menyebut kondisi setelah liburan sebagai “penyakit waktu luang”. Gejalanya dapat meliputi perasaan cemas, sedih, kecewa. Beberapa orang mungkin akan merasakan sakit kepala, serta gejala seperti flu ataupun kelelahan.
Supaya jangan drop, kamu terima dulu keadaanya. Bukan dilawan langsung dan bersikeras untuk kembali produktif. Jika memang sedang malas dan masih terbawa suasana libur lebaran, biarkan saja. Bangun kembali motivasi kerja seperti menyalakan mesin kendaraan sebelum menjalankannya. Perlahan saja.
2. Bangun ritual balik kerja

Rasa lesu setelah liburan adalah pengalaman normal yang dialami banyak orang. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita menyadarinya dan mengetahui cara meresponnya. Ingat, liburan seperti libur lebaran adalah waktu untuk kamu dapat beristirahat, bukan pelarian dari kehidupan.
Nah, supaya aktivitas di hari biasa setelah liburan tadi tetap terjaga produktivitasnya. Kamu cukup membangun kembali rutinitas atau ritual kerja. Misalnya, bangun lebih pagi, menyiapkan rencana kerja sambil menyeruput segelas teh hangat atau kopi, maupun mendengarkan musik yang dapat meningkatkan fokus.
3. Ingat alasan kenapa kamu bekerja

Sensasi liburan memicu pelepasan dopamin. Biasa disebut sebagai hormon kesenangan. Hormon kesenangan akan aktif bila kita merasa senang, puas, dan termotivasi seperti saat libur lebaran. Namun hormon ini juga akan menurun, contohnya saat liburannya telah selesai.
Biar kamu gak berlarut-larut dalam kesedihan, cobalah memikirkan alasan kenapa kamu harus bekerja. Tanyakan ke diri sendiri, “kenapa aku harus bekerja?” dan “untuk siapa aku bekerja”. Dengan begitu, kamu lebih realistis menyadari segala hal yang dijalani.
Setelah libur lebaran, kita diharuskan kembali menghadapi kenyataan hidup. Yang merantau akan kembali ke perantauan, anak akan mengejar masa depannya, suami akan kembali demi kebutuhan keluarga, dan sebagainya. Rasa hampa, sedih, lelah bahkan kehilangan motivasi biasanya akan dirasakan.
Namun tak perlu berlarut-larut dalam hal ini. Sadarilah dan belajar bagaimana cara merespon realita yang terjadi. Dengan mengikuti 3 cara tadi, semoga dapat membantu kamu untuk kembali semangat dalam bekerja dan beraktivitas seperti biasanya.