ilustrasi bekerja dari rumah (pexels.com/Mikhail Nilov)
Bekerja sepanjang minggu akan sangat melelahkan. Apalagi stamina orang berbeda-beda. Pun kamu baru kali ini bekerja dari rumah. Sebelumnya, dirimu selalu bekerja dari kantor dengan waktu libur yang jelas.
Bahkan sekalipun kamu bekerja dengan sistem shift. Pasti ada hari dirimu gak perlu berangkat ke kantor. Agar kamu tak kewalahan setelah menjalani WFH, tetap gunakan aturan libur yang sama. Misal, dirimu resign sebagai karyawan dan bekerja sepenuhnya dari rumah.
Bekerjalah seperti hari kerjamu sebagai karyawan sekalipun jenis pekerjaannya amat berbeda. Ini penting untuk memberimu waktu beradaptasi. Kalau begitu dirimu WFH langsung gak ada liburnya, selain capek tentu kamu bakal stres.
Jangankan tanpa hari libur sama sekali. Beda hari libur saja dengan saat bekerja di kantor dapat membuatmu kurang nyaman. Nantinya penyesuaian bisa dilakukan. Seperti semula, kamu libur ala karyawan tiap Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional menjadi setiap Minggu saja plus hari raya keagamaanmu. Akan tetapi, sebaiknya hindari bekerja tanpa libur sama sekali kecuali badan sudah tumbang.
Bekerja dari rumah bila dijalankan dengan baik seharusnya memberimu keleluasaan untuk cukup beristirahat. Namun, tak sedikit pula orang yang malah mencampuradukkan waktu kerja dengan istirahat. Ada orang yang bekerja terus dan kurang istirahat. Ada pula orang yang terjebak dalam kemalasan. Oleh sebab itu, dengan mengetahui cara membedakan waktu kerja dengan istirahat saat WFH, semoga itu tak terjadi padamu.