- Pembersihan patung Buddha
Kenapa Waisak Dirayakan Saat Bulan Purnama? Ini Sejarahnya

Waisak dirayakan saat bulan purnama karena bertepatan dengan Tri Suci Waisak: kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Buddha Gautama.
Perayaan Waisak Nasional 2026 jatuh pada 31 Mei di Candi Borobudur dengan tema 'Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan'.
Tradisi Waisak di Indonesia meliputi pembersihan patung Buddha, meditasi bersama, kirab relik suci, pelepasan lampion, dan pelepasan hewan sebagai simbol kedamaian.
Bulan purnama menjadi salah satu hal yang selalu melekat dalam perayaan Hari Raya Waisak. Momen ini dipilih karena dipercaya berkaitan dengan peristiwa penting dalam perjalanan hidup Buddha Gautama sekaligus memiliki makna spiritual bagi umat Buddha. Perayaan Waisak pun selalu berlangsung saat langit malam berada dalam fase bulan penuh.
Kenapa Waisak dirayakan saat bulan purnama? Hal tersebut tidak hanya berkaitan dengan tradisi keagamaan, tetapi juga simbol kebijaksanaan dan pencerahan dalam ajaran Buddha. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!
Table of Content
1. Kenapa Waisak dirayakan saat bulan purnama?
Hari Waisak dirayakan saat bulan purnama karena berkaitan dengan peristiwa Tri Suci Waisak yang sangat penting dalam ajaran Buddha. Umat Buddha meyakini bahwa tiga peristiwa utama dalam kehidupan Siddharta Gautama terjadi pada hari yang sama ketika bulan sedang purnama di bulan Vesakha atau Waisaka. Tiga peristiwa tersebut meliputi kelahiran Pangeran Siddharta, tercapainya pencerahan sempurna hingga menjadi Buddha, dan wafatnya Buddha Gautama atau Parinibbana. Karena itulah, momen bulan purnama dianggap sebagai waktu suci yang memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Buddha di seluruh dunia.
Selain berkaitan dengan Tri Suci Waisak, bulan purnama juga memiliki simbol penting dalam ajaran Buddha. Cahaya terang dari bulan purnama melambangkan kebijaksanaan, kedamaian, dan pencerahan batin yang mampu mengusir kegelapan serta kebodohan manusia. Tak hanya itu, penentuan Waisak juga mengikuti sistem penanggalan lunar atau kalender Buddhis kuno yang berpatokan pada fase bulan. Oleh sebab itu, perayaan Waisak selalu jatuh saat fase bulan penuh atau yang dikenal sebagai Purnama Sidhi.
2. Jadwal Waisak 2026

Perayaan Waisak Nasional 2570 BE tahun 2026 akan berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026 dan ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia. Rangkaian perayaannya digelar di beberapa lokasi penting, mulai dari Kabupaten Grobogan hingga kawasan Candi Borobudur. Tema Waisak Nasional 2026 adalah “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” yang mengajak umat untuk menjadikan ajaran Buddha sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Puncak perayaan Waisak 2026 akan dipusatkan di kawasan Borobudur dengan berbagai rangkaian acara, seperti doa bersama, prosesi keagamaan, meditasi, hingga pelepasan lampion pada malam hari. Salah satu momen paling penting dalam perayaan ini adalah detik-detik Waisak yang jatuh pada pukul 15.44.44 WIB. Pada waktu tersebut, umat Buddha biasanya melakukan doa dan meditasi bersama untuk memperingati Tri Suci Waisak, yaitu kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Buddha Gautama.
3. Tradisi Waisak di Indonesia
Hari Raya Waisak tidak hanya dirayakan dengan ibadah, tetapi juga diisi berbagai tradisi yang penuh makna spiritual. Tradisi-tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Buddha Gautama sekaligus pengingat untuk hidup dengan damai, bijaksana, dan penuh belas kasih. Berikut beberapa tradisi Waisak di Indonesia yang paling dikenal.
Salah satu tradisi yang sering dilakukan saat Waisak adalah membersihkan patung Buddha menggunakan air suci yang dicampur bunga. Ritual ini melambangkan upaya membersihkan hati dan pikiran dari sifat buruk, amarah, serta keserakahan. Selain menjadi simbol pemurnian diri, tradisi ini juga menunjukkan rasa hormat umat Buddha kepada Sang Buddha dan ajaran yang beliau wariskan.
- Meditasi dan puja bhakti
Saat Waisak, umat Buddha biasanya berkumpul di vihara untuk melakukan meditasi dan puja bhakti bersama. Meditasi dilakukan untuk menenangkan pikiran, meningkatkan kesadaran diri, serta merenungkan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, puja bhakti dilakukan dengan mempersembahkan bunga, lilin, dan dupa sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada Buddha Gautama.
- Perayaan Waisak di Candi Borobudur
Di Indonesia, perayaan Waisak yang paling terkenal berlangsung di Candi Borobudur. Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah hingga mancanegara datang untuk mengikuti rangkaian prosesi Waisak. Acara biasanya diawali dengan kirab para biksu yang membawa relik suci dari Candi Mendut menuju Borobudur. Puncak perayaan diisi dengan doa bersama, meditasi massal, hingga pelepasan lampion yang menciptakan suasana sakral dan penuh makna.
- Penerbangan lampion
Pelepasan lampion menjadi salah satu tradisi Waisak yang paling dinantikan masyarakat. Ribuan lampion diterbangkan ke langit malam sebagai simbol harapan, doa, dan kedamaian bagi semua makhluk hidup. Cahaya lampion juga melambangkan penerangan batin dan semangat untuk meninggalkan hal-hal negatif dalam kehidupan.
- Pelepasan hewan
Beberapa umat Buddha juga melakukan tradisi pelepasan hewan seperti burung atau ikan saat Waisak. Tradisi ini melambangkan kasih sayang, kebebasan, dan harapan agar semua makhluk dapat terbebas dari penderitaan. Selain itu, pelepasan hewan juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kehidupan dan memperlakukan makhluk hidup dengan penuh welas asih.
Itulah alasan kenapa Waisak dirayakan saat bulan purnama yang ternyata berkaitan erat dengan peristiwa Tri Suci Waisak dan makna spiritual dalam ajaran Buddha. Cahaya bulan purnama juga menjadi simbol kebijaksanaan serta pencerahan batin bagi umat Buddha di seluruh dunia. Semoga penjelasan ini bermanfaat, ya.
FAQ seputar kenapa waisak dirayakan saat bulan purnama
| Kenapa Waisak selalu dirayakan saat bulan purnama? | Karena umat Buddha percaya peristiwa Tri Suci Waisak terjadi saat bulan purnama di bulan Waisaka. |
| Apa yang dimaksud Tri Suci Waisak? | Tri Suci Waisak adalah tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama, yaitu kelahiran, pencerahan, dan wafatnya. |
| Mengapa tanggal Waisak selalu berubah setiap tahun? | Karena penentuan Waisak mengikuti kalender lunar atau fase bulan, bukan kalender Masehi. |

![[QUIZ] Dari Cara Kamu Pakai Medsos, Ini Sisi Gelapmu yang Tersembunyi](https://image.idntimes.com/post/20240819/pexels-pedro-figueras-202443-626164-7dcd3c506ec7b24416282acc92c801ae.jpg)


![[QUIZ] Pilih Pantun Jarjit, Ini Sikapmu yang Bikin Awkward!](https://image.idntimes.com/post/20250521/1-717ce9e4af92c4bf5d16b258f4af9863.jpg)


![[QUIZ] Pilih Momen di Upin Ipin, Seberapa Avoidant Kamu dalam Hubungan?](https://image.idntimes.com/post/20251030/pexels-rdne-6670212_d32c42a0-6850-4e44-be15-9a2e8c8c6c02.jpg)

![[QUIZ] Dari Tingkah Upin Ipin, Ini Tingkat FOMO Kamu](https://image.idntimes.com/post/20251010/pexels-shvetsa-4226218_3e39da67-31e7-4cb7-9698-f9db94738570.jpg)








