Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Atasanmu Sering Menghilang di Proyek Penting? Ini 5 Cara Menghadapinya

Atasanmu Sering Menghilang di Proyek Penting? Ini 5 Cara Menghadapinya
Ilustrasi karyawan di perusahaan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Pernahkah kamu memiliki atasan yang sering menghilang dan sulit ditemukan di kantor? Jika pernah, maka bisa jadi kamu memiliki ghost boss! Ghost boss adalah atasan yang jarang ada dan memantau para karyawannya. Sehingga, tipe atasan ini biasanya sulit untuk dimintai bantuan.

"Dengan kata lain, ghost boss ini adalah atasan yang sering 'lepas tangan' atas tanggung jawabnya. Mereka gagal memantau pekerjaan tim dan para karyawan pun sulit menghubunginya ketika membutuhkan bantuan," jelas Tom Gimbel, seorang workplace culture expert, dilansir CNBC.

Bukan hanya di hari-hari biasa, ghost boss pun seringkali 'menghilang' ketika sedang ada proyek besar atau penting. Tentunya, ini membuat karyawan menjadi bingung. Oleh sebab itu, simak di bawah ini beberapa cara yang bisa kamu lakukan!

1. Tetap lakukan pembaruan yang konsisten, meskipun tanpa atasan

Ilustrasi karyawan di perusahaan (pexels.com/Christina Morillo)
Ilustrasi karyawan di perusahaan (pexels.com/Christina Morillo)

Jangan sampai kamu berhenti menyelesaikan tugas atau proyek hanya karena atasan sering menghilang. Dilansir Hive, Sara London, seorang penulis dan jurnalis, menyebutkan bahwa kamu harus terus melakukan apa yang sedang dilakukan. Kerjakan proyek sesuai jadwal yang kamu buat sendiri. Lalu, capailah semua hal yang memang kamu bisa.

Namun, jangan lupa untuk terus memberi tahu progress pekerjaanmu kepada atasan. Jika atasan gak ada di kantor, maka kamu bisa mengirim email. Gak masalah juga jika mereka gak pernah membalas atau merespons email kamu. Kamu harus tetap konsisten melakukan pembaruan dan melaporkan semua pekerjaanmu.

2. Mengomunikasikannya kepada atasan

Ilustrasi berbincang dengan atasan (pexels.com/Anna Shvets)
Ilustrasi berbincang dengan atasan (pexels.com/Anna Shvets)

Untuk solusi yang lebih proaktif, kamu bisa mencoba berbicara dengan atasan. Kamu bisa mengatakan kepada atasan bahwa kamu memang membutuhkan bimbingan mereka selama menyelesaikan tugas atau proyek. Cobalah temui atasan ketika mereka sedang berada di kantor. Lalu, mintalah sedikit waktu mereka untuk berbincang dan berdiskusi denganmu.

Melansir The Ladders, Jane Burnett, seorang penulis dan editor, menyebutkan, jangan hanya membicarakan tentang perasaanmu karena atasan sering menghilang. Kamu juga bisa berdiskusi tentang permasalahan dan pencapaian dalam pekerjaanmu. Selain itu, kamu bisa meminta atasan untuk memberikan feedback.

3. Ciptakan motivasimu sendiri

Ilustrasi seorang karyawan sedang menyusun plan (pexels.com/Christina Morillo)
Ilustrasi seorang karyawan sedang menyusun plan (pexels.com/Christina Morillo)

Dalam beberapa kondisi, mungkin kamu sudah mencoba mengomunikasikannya, namun gak berpengaruh apa-apa. Maka, kamu gak harus terus menerus mengejar atasan yang ghost boss. Namun, cobalah untuk memotivasi dirimu sendiri.

"Karena kamu gak akan mendapatkan motivasi dari atasan, maka kamu harus menyisihkan waktu secara teratur untuk memberikan motivasi itu kepada diri sendiri," ujar John Boitnott, seorang jurnalis dan investor, dilansir The Ladders.

Karena tentunya akan sulit jika mengharapkan feedback atau motivasi dari ghost boss. Kamu juga bisa memberikan reward dan afirmasi positif kepada diri sendiri, ketika sudah menyelesaikan sebuah tugas atau proyek. Sehingga, ketidakhadiran atasan pun nantinya gak akan menjadi masalah yang terlalu besar.

4. Dapatkan mentor

Ilustrasi berdiskusi dengan mentor (pexels.com/Christina Morillo)
Ilustrasi berdiskusi dengan mentor (pexels.com/Christina Morillo)

Kalau kamu membutuhkan dukungan dan bantuan, maka cobalah untuk mencari mentor. Karena gak bisa dipungkiri, beberapa proyek memang akan lebih berat jika dikerjakan sendirian. Oleh sebab itu, cobalah untuk meminta bimbingan dari mentor.

"Jika kamu belum memiliki mentor, maka sudah saatnya untuk menemukannya. Namun, jika sudah memiliki mentor, maka kamu perlu menjalin komunikasi dan diskusi yang baik dengan mereka," saran Vicki Salemi, seorang pembicara publik dan career expert, dilansir The Ladders.

Nantinya, kamu bisa berdiskusi atau bertukar pikiran dengan mentor. Cobalah kemukakan apa saja peluang dan tantangan dalam proyek yang sedang kamu kerjakan. Mintalah pendapat dan feedback mereka. Sehingga, kamu gak benar-benar sendirian dalam menyelesaikan pekerjaanmu.

5. Ketahui kapan saatnya untuk resign

Ilustrasi karyawan yang sedang stres (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi karyawan yang sedang stres (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kamu gak bisa terus menerus bekerja di lingkungan yang gak menghargai keberadaanmu. Tentunya, tipe ghost boss ini akan jarang menghargai hasil kerjamu. Karena mereka terkesan gak peduli tentang kinerja para karyawannya.

Oleh sebab itu, Jane Burnett menyarankan agar kamu mempertimbangkan untuk resign atau pindah divisi. Perlu diingat, sebaiknya jangan bertahan di tempat yang sudah gak worth it untukmu.

Itu dia beberapa cara menghadapi ghost boss di tempat kerja. Intinya, kamu harus tetap konsisten menyelesaikan semua pekerjaanmu. Meskipun gak mendapatkan feedback atau motivasi dari atasan. Semangat terus, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us