Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Baru Magang? Ini Hal Sepele yang Sering Bikin Overthinking
Ilustrasi cemas sambil menatap laptop (pexels.com/Anna Tarazevich)

Baru lima menit setelah mengirim tugas ke atasan, tiba-tiba kepikiran, "Tadi ada yang salah gak ya?" padahal sebelumnya udah merasa yakin dengan pekerjaan yang dibuat, tetapi entah kenapa setelah tombol send ditekan, otak malah mulai mencari-cari kesalahan. Atau ketika bingung dengan pekerjaan dan ingin bertanya tapi takut merasa kebanyakan tanya.

Hal seperti ini cukup sering terjadi ketika sedang menjalani magang, terutama karena kita masih beradaptasi dengan lingkungan, pekerjaan, dan rekan kerja baru. Keinginan untuk memberikan impression yang baik juga bisa membuat hal kecil menjadi terasa lebih besar dari sebenarnya. Ini hal-hal yang sering bikin anak magang overthinking ketika kerja.

1. Takut bikin salah

Ilustrasi salah dalam menulis (pexels.com/Cup of Couple)

Salah mengetik nama, keliru ketika memasukkan data, lupa mengirim file, atau mendapat revisi dari atasan bisa langsung membuat anak magang panik. Bukan cuma memikirkan kesalahannya, tetapi juga mulai membayangkan kemungkinan terburuk seperti dianggap tidak kompeten bahkan mengecewakan tim.

Melakukan kesalahan ketika baru memasuki lingkungan kerja merupakan hal yang wajar. Itu bukan berarti kamu tidak mampu.

Menurut Janet Lamwatthananon, seorang pakar saran karier di ZipRecruiter "Semua orang pernah mengalaminya, jadi jangan terlalu menyalahkan diri sendiri. Anggap saja ini kesempatan berharga untuk belajar," dikutip dari Bustle.

Jadi, ketika mendapat revisi atau menyadari ada kesalahan dalam pekerjaan, jangan langsung merasa bahwa kamu tidak kompeten. Kesalahan memang perlu diperbaiki, tetapi bukan berarti satu kesalahan menggambarkan seluruh kemampuan atau kepribadianmu. Justru, dari kesalahan tersebut kamu bisa mengetahui bagian mana yang masih perlu dipelajari agar tidak mengulang hal yang sama.

2. Merasa pekerjaan kurang bagus

Ilustrasi tidak puas dengan karir (Pexels.com/Tim Gouw)

Sudah mengerjakan tugas semaksimal mungkin, tapi setelah dikirim kamu masih memikirkan kesalahan yang mungkin ada pada tugas tersebut. Apalagi kalau atasan belum memberikan feedback, pikiran bisa mulai mencari-cari kemungkinan bahwa hasil pekerjaan kita ternyata masih jauh dari ekspektasi.

Terkadang rasa kurang puas itu muncul hanya karena kita terpaku pada satu bagian kecil dari pekerjaan. Ketika hal tersebut dirasa kurang pas atau terdapat satu detail yang lupa diperhatikan, kita merasa seluruh hasil kerja ikut dianggap kurang bagus.

Satu bagian yang masih perlu diperbaiki tidak otomatis membuat seluruh pekerjaan menjadi buruk. Terutama ketika magang, mendapatkan revisi atau menemukan kekurangan dari pekerjaan yang dikerjakan justru bisa menjadi bagian dari proses belajar.

3. Takut terlalu banyak bertanya

ilustrasi bertanya (freepik.com/pressfoto)

Sebagai anak magang, pertanyaan-pertanyaan kerap kali muncul ketika instruksi dari atasan belum benar-benar dipahami. Di satu sisi, kita ingin memastikan pekerjaan selesai dengan benar, namun di sisi lain ada kekhawatiran bahwa terlalu banyak bertanya justru membuat kita terlihat tidak kompeten.

Padahal meminta bantuan tidak selalu membuat seseorang terlihat kurang mampu. Dalam kondisi tertentu, terutama ketika menghadapi tugas yang sulit dan meminta bantuan dari orang yang lebih ahli, tindakan tersebut justru meningkatkan persepsi terhadap kompetensi seseorang.

Menurut Robin Cangie, seorang personal branding dan career coach, "Hal ini justru dapat membuat rekan kerja memandang kamu lebih positif karena ini menunjukkan bahwa kamu memahami batas kemampuanmu dan tahu cara berkerja sama dengan orang lain ," dikutip dari Bustle.

Jadi, kalau ada instruksi yang memang belum dipahami, tidak ada salahnya untuk bertanya. Lebih baik memastikan arahan dari awal agar pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan yang diharapkan.

Menjadi anak magang gak selalu terlihat bisa melakukan semuanya dengan sempurna. Ada kalanya melakukan kesalahan, bingung, terlalu banyak berpikir, atau merasa hasil kerja sendiri masih kurang memuaskan. Hal-hal tersebut wajar terjadi apalagi ketika sedang beradaptasi di lingkungan yang baru.

Tidak mungkin semua hal perlu dipikirkan sejauh itu. Cukup lakukan yang terbaik dengan kemampuan yang kamu punya, berani bertanya, dan fokus untuk belajar di lingkungan kerja yang baru.

Curated For You

Editorial Team

Related Article