Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Jenis Micro-Break yang Lebih Efektif daripada Sekadar Main HP

ilustrasi perempuan menikmati kopi
ilustrasi perempuan menikmati kopi (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Menjauh sebentar dari layar dan melihat jarak jauh - Mengalihkan pandangan ke jarak jauh membantu mata dan otak beristirahat - Sistem saraf melambat, pikiran terasa lebih lapang dan ringan
  • Gerakan tubuh ringan tanpa tujuan olahraga - Gerakan sederhana selama lima menit membantu mengurangi rasa kaku dan lelah mental - Fokus pun lebih mudah kembali saat kamu duduk lagi
  • Menarik napas dalam dengan pola teratur - Napas perlahan membantu menenangkan sistem saraf dalam waktu singkat - Pikiran yang tadinya penuh jadi lebih jernih dan terkendali
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah jam kerja yang padat, istirahat sering diartikan sebagai membuka media sosial tanpa benar-benar berhenti bekerja. Jari bergerak, mata menatap layar, tapi otak justru menerima rangsangan baru yang gak ada habisnya. Alih-alih segar, pikiran malah terasa penuh dan sulit kembali fokus. Padahal, istirahat singkat seharusnya membantu otak bernapas sejenak dari banjir informasi.

Konsep micro-break hadir sebagai solusi istirahat singkat yang benar-benar memberi jeda mental. Hanya butuh sekitar lima menit, tapi dilakukan dengan aktivitas yang tepat dan sadar. Bukan soal malas, melainkan strategi agar energi kognitif bisa pulih. Simak lima jenis micro-break yang lebih efektif untuk menjaga produktivitas harian tanpa menambah beban pikiran.

1. Menjauh sebentar dari layar dan melihat jarak jauh

ilustrasi perempuan rileks (freepik.com/lifeforstock)
ilustrasi perempuan rileks (freepik.com/lifeforstock)

Menatap layar terlalu lama membuat otot mata tegang tanpa disadari. Salah satu bentuk micro-break paling sederhana adalah mengalihkan pandangan ke jarak jauh. Kamu bisa berdiri di dekat jendela atau melihat sudut ruangan yang jarang diperhatikan. Aktivitas ini membantu mata dan otak beristirahat dari fokus intens.

Saat pandangan dilepas dari layar, sistem saraf ikut melambat. Otak gak lagi memproses teks, notifikasi, atau visual cepat. Efeknya, pikiran terasa lebih lapang dan ringan. Jeda singkat ini memberi ruang bagi mata dan pikiran untuk kembali bekerja dengan lebih seimbang.

2. Gerakan tubuh ringan tanpa tujuan olahraga

ilustrasi perempuan stretching
ilustrasi perempuan stretching (freepik.com/Drazen Zigic)

Micro-break gak selalu harus pasif atau duduk diam. Gerakan ringan seperti meregangkan bahu, memutar leher, atau berdiri sebentar bisa membantu melancarkan aliran darah. Tubuh yang bergerak memberi sinyal ke otak bahwa kamu sedang reset sejenak. Ini penting terutama setelah duduk lama.

Gerakan sederhana selama lima menit membantu mengurangi rasa kaku dan lelah mental. Fokus pun lebih mudah kembali saat kamu duduk lagi. Aktivitas ini berbeda dengan olahraga karena tujuannya bukan membakar kalori. Fungsinya murni untuk menyegarkan tubuh dan pikiran secara singkat.

3. Menarik napas dalam dengan pola teratur

ilustrasi perempuan rileks (freepik.com/diana.grytsku)
ilustrasi perempuan rileks (freepik.com/diana.grytsku)

Bernapas sering dilakukan otomatis, tapi jarang disadari. Padahal, napas bisa jadi alat micro-break yang sangat ampuh. Cukup dengan menarik napas perlahan selama empat hitungan, menahannya sebentar, lalu menghembuskan secara perlahan. Pola ini membantu menenangkan sistem saraf dalam waktu singkat.

Saat napas diatur, otak menerima sinyal aman dan tenang. Pikiran yang tadinya penuh jadi lebih jernih dan terkendali. Aktivitas ini gak butuh alat atau ruang khusus. Cara refresh otak ini justru efektif karena memutus ritme kerja yang terlalu cepat.

4. Melakukan aktivitas repetitif yang sederhana

ilustrasi menyeduh teh
ilustrasi menyeduh teh (freepik.com/freepik)

Aktivitas kecil seperti menyeduh minuman hangat atau merapikan meja bisa menjadi jeda mental yang bermakna. Gerakan repetitif membantu otak masuk ke mode ringan tanpa tuntutan berpikir. Berbeda dengan scrolling, aktivitas ini minim rangsangan informasi baru. Pikiran diberi ruang untuk melambat secara alami.

Dalam lima menit, otak bisa pulih dari kelelahan kognitif. Fokus kembali dengan kondisi lebih stabil dan siap bekerja. Aktivitas sederhana ini sering dianggap sepele, padahal punya efek grounding yang kuat. Cocok untuk kamu yang sulit benar-benar berhenti berpikir.

5. Membiarkan pikiran kosong tanpa distraksi

ilustrasi perempuan rileks
ilustrasi perempuan rileks (freepik.com/freepik)

Micro-break juga bisa berarti tidak melakukan apa-apa sama sekali. Duduk diam tanpa layar, musik, atau percakapan memberi otak kesempatan untuk reset. Awalnya mungkin terasa canggung, tapi justru di situlah efeknya bekerja. Pikiran belajar berhenti sejenak dari tuntutan terus produktif.

Dalam kondisi ini, otak mengatur ulang energi dan fokus secara alami. Kamu gak dibombardir informasi baru seperti saat membuka ponsel. Hasilnya, konsentrasi terasa lebih tajam setelah jeda singkat. Cara ini efektif untuk menjaga ritme kerja tetap sehat sepanjang hari.

Istirahat singkat bukan soal durasi, tapi kualitas aktivitas yang dipilih. Micro-break yang tepat bisa membantu menjaga fokus tanpa mengorbankan waktu kerja. Dengan mengganti kebiasaan main HP saat jeda, kamu memberi otak ruang bernapas yang sesungguhnya. Yuk mulai pilih bentuk istirahat yang benar-benar menyegarkan agar produktivitas tetap terjaga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

[QUIZ] Pilih Satu Tempat Aman Versimu, Apa yang Sedang Kamu Lindungi?

18 Jan 2026, 22:05 WIBLife