Apa Saja Jobdesk Seorang Art Director? Otak Kreatif di Balik Brand!

- Art director mengawasi visual setiap proyek, termasuk karya seni, animasi, dan karya video.
- Tanggung jawab pekerjaan art director meliputi pemahaman konteks bisnis, merancang ide periklanan orisinal, dan mengawasi jalannya tim produksi.
- Untuk menjadi art director, seseorang perlu gelar pendidikan terkait, kemampuan analisis kreatif, manajemen sumber daya manusia, dan portofolio online yang diperbarui secara berkala.
Pernahkah kamu terkagum-kagum pada ide cerita, pilihan warna, atau eksekusi ciamik dari sebuah visual advertising? Siapa sangka, di balik itu semua ada peran art director yang kerap kali menyuguhkan berbagai ide cemerlang sebelum ide-ide kreatif dieksekusi. Yup! Ternyata, graphic designer dan copywriter tidak bekerja sendirian lho, mereka berkolaborasi bersama art director untuk menghasilkan creative advertising yang menjual. Ide yang art director bagikan ini dapat berupa berbagai format, mulai dari bentuk cetak, video, hingga daring. Tak salah memang, kalau menyebut art director punya peran yang sangat krusial di dalam tim kreatif. Penasaran kan, apa saja sih, jobdesk dari para art director ini?
1. Siapa itu art director?

Art director berspesialisasi dalam mengawasi visual setiap proyek, termasuk karya seni, animasi, dan karya video. Mereka adalah kepala-kepala kreatif di balik banyak hasil karya keatif, baik online maupun offline. Oleh karena itu, biasanya para art director dikenal punya sense of seni yang tinggi. Di sisi lain, mereka juga cenderung sudah membekali diri dengan kemampuan-kemampuan dasar yang dimiliki oleh seorang graphic designer, videografer, hingga copywriter.
Peran art director juga biasanya bersifat manajerial, namun jobdesk-nya cenderung lebih sederhana daripada creative director. Setelah sebuah proyek disetujui, seorang art director berperan untuk memecah proyek tersebut menjadi beberapa komponen, membuat moodboard, menugaskan pekerjaan, dan memastikan selama jalannya proses produksi bahwa semua detail seperti foto, ilustrasi, warna, font, gaya, dan lain-lain sudah sejalan dengan brand serta konsep klien.
2. Apa saja tanggung jawab pekerjaan seorang art director?

Pertama, art director harus dapat memahami dan mengapresiasi konteks di balik kebutuhan bisnis dan komunikasi klien. Pemahaman tersebut selanjutnya akan menjadi fondasi kunci dan ringkasan kreatif untuk dijadikan dasar pekerjaan anggota tim kreatif lainnya. Kedua, art director juga harus memahami target audiens dan media yang diusulkan untuk digunakan dalam kampanye. Ketiga, art director akan merancang dan mengembangkan ide-ide periklanan dan komunikasi yang orisinal.
Keempat, art director nantinya yang akan menyajikan ide kepada creative director untuk disetujui dan dikembangkan. Dalam tahap ini art director juga harus menyempurnakan tampilan akhir melalui tahap konsep dan eksekusi. Kelima, art director yang membuat sketsa, referensi visual, moodboard, untuk menyampaikan konsep tersebut kepada agensi, dan seterusnya kepada klien, desainer, dan produser. Tak hanya itu, keenam, art director juga akan menanggapi feedback dari klien, riset ulang, dan terus mengembangkan karya hingga sampai tahap akhir.
3. Art director juga berperan dalam mengawasi jalannya tim produksi

Tak hanya berperan mengarahkan sebuah karya bersama tim internal. Lebih lanjut, art director akan terlibat dengan para tim produksi ketika konten dibuat. Biasanya, art director akan terlibat dalam pemilihan talent yang sesuai. Untuk selajutnya, mengawasi penugasan daripada fotografer, ilustrator, tipografer, hingga sutradara film. Di perusahaan lebih besar, art director yang juga biasanya menunjuk siapa fotografer, ilustrator, perusahaan dan sutradara produksi TV, animator, model, dan pemain yang terlibat dalam produksi kreatif.
Saat proses produksi berlangsung, art director akan mengawasi produksi karya kreatif, seperti iklan cetak, iklan TV, konten media sosial, dan lainnya. Di beberapa agensi, mereka juga bisa bekerja dengan art buyers dan produser TV internal serta studio, jika ada. Nah, karya akhir yang bisa dilihat dari seorang art director dan timnya ini ada di mana saja. Mulai dari poster, acara TV, iklan out of home (OOH), majalah, situs web, sampul buku, sampai apapun yang memerlukan percetakan.
4. Bagaimana cara untuk menjadi seorang art director?

Untuk dapat menjadi seorang art director, kamu bisa mulai untuk mengambil gelar pendidikan pada bidang terkait. Kamu bisa berfokus pada pilihan seperti desain grafik atau web, animasi, hingga fotografi. Sebaiknya, kamu selalu update terhadap tren-tren desain terbaru dan fasih dalam software design. Deretan kemampuan ini dapat membantu kamu lebih mudah dalam memecahkan berbagai masalah saat bersama tim.
Tidak hanya berfokus pada kemampuan yang mendukung kemampuan kamu dalam menganalisis karya kreatif. Jika kamu ingin serius menjadi art director, tak ada salahnya juga membekali program yang menyediakan pengembangan keterampilan manajemen sumber daya manusia. Dengan begitu, kamu bisa mengelola, mengarahkan, dan berkolaborasi memecahkan masalah secara efektif dan cepat. Selanjutnya, pastikan kamu membuat situs portofolio online yang selalu diperbarui secara berkala.
Jobdesk yang dimiliki art director, ternyata benar-benar menantang, bukan? Jadi, untuk dapat bekerja sebagai art director tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Setelah kamu lulus dari pendidikan terkait, selanjutnya seseorang bisa mengasah kemampuan melalui peran-peran lain dahulu. Misalnya, mulai dari graphic designer, senior graphic designer, baru setelah itu menjadi art director. Namun, di beberapa perusahaan, ada juga yang dikenal sebagai junior art director. Mereka dapat menduduki peran ini terlepas dari masa karier yang baru mulai maupun sudah berada di tengah-tengah. Bagaimana, tertarik jadi art director?



















