Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi game narrative writer
ilustrasi game narrative writer (pexels.com/Yan Krukau)

Intinya sih...

  • Tugas dan tanggung jawab game narrative writer

  • Skill dan kemampuan yang harus dimiliki game narrative writer

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bayangkan kamu sedang duduk di depan layar, terhanyut dalam dunia fantasi di mana setiap pilihan yang kamu ambil memiliki konsekuensi emosional yang mendalam. Di balik setiap dialog yang menyentuh dan alur cerita yang memikat tersebut, ada peran krusial yang dijalankan oleh seorang profesional yang memahami jobdesk game narrative writer secara mendalam. Mereka bukan sekadar penulis, melainkan arsitek emosi yang menyusun kerangka cerita agar pemain merasa menjadi bagian dari dunia tersebut, lho.

Menjadi penulis cerita dalam gim membuatmu wajib memahami cara menyatukan mekanisme permainan dengan narasi yang koheren (runut dan logis). Kamu gak hanya menulis teks, tetapi juga memikirkan bagaimana cerita tersebut disampaikan melalui lingkungan, interaksi karakter, hingga misi sampingan yang ada. Profesi ini menuntut kreativitas tinggi sekaligus pemahaman teknis yang kuat agar cerita gak terasa dipaksakan di dalam sebuah gim yang interaktif, lho.


1. Tugas dan tanggung jawab game narrative writer

ilustrasi game narrative writer (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Menjalankan peran ini memerlukan dedikasi untuk membangun struktur naratif yang kuat dari awal hingga akhir pengembangan gim, lho. Kamu akan bekerja sama dengan desainer gim untuk memastikan bahwa setiap elemen cerita mendukung pengalaman bermain secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa rincian mengenai tugas utama yang biasanya dilakukan dalam profesi ini:

1. Membangun lore dan dunia 

Kamu bertanggung jawab untuk menciptakan lore yang berisi sejarah, budaya, serta aturan-aturan yang ada di dalam dunia gim tersebut. Jadi, hal ini mencakup pembuatan latar belakang karakter (backstory) yang mendalam agar setiap tindakan mereka terasa masuk akal bagi pemain. Proses ini sangat penting agar dunia yang kamu ciptakan terasa hidup, konsisten, dan memiliki ciri khas yang kuat, ya.

2. Menulis naskah dan dialog 

Tugas utama lainnya adalah menulis naskah untuk adegan sinematik serta dialog antar karakter selama permainan berlangsung. Kamu harus mampu menyesuaikan gaya bicara setiap karakter agar unik dan mencerminkan kepribadian mereka masing-masing dalam cerita. Selain itu, kamu juga perlu menulis teks instruksi atau deskripsi barang (item descriptions) yang sering mengandung potongan cerita tersembunyi.

3. Merancang struktur narasi interaktif 

Berbeda dengan menulis film, di sini kamu harus merancang alur cerita yang bisa berubah sesuai dengan pilihan atau tindakan yang dilakukan oleh pemain. Kamu perlu memetakan berbagai kemungkinan percabangan cerita (branching narrative) agar tetap logis dan menarik meski pemain mengambil rute yang berbeda-beda. Hal ini menuntut ketelitian tinggi agar gak terjadi lubang dalam alur cerita atau kontradiksi logika di tengah permainan.

4. Melakukan riset mendalam

Kamu dituntut untuk melakukan riset yang komprehensif agar elemen cerita dalam gim terasa autentik dan dapat dipercaya oleh para pemain. Riset ini bisa mencakup berbagai aspek mulai dari sejarah, budaya tertentu, hingga istilah teknis yang sesuai dengan tema gim yang sedang dikembangkan. Dengan data riset yang kuat, kamu bisa membangun narasi yang memiliki landasan logis sehingga pemain merasa benar-benar masuk ke dalam dunia yang nyata.

5. Meninjau dan merevisi konten narasi 

Proses pengembangan gim bersifat iteratif, sehingga kamu harus rutin meninjau kembali naskah yang sudah dibuat berdasarkan masukan dari tim penguji atau sutradara kreatif. Kamu perlu memastikan bahwa gak ada inkonsistensi dalam cerita atau kesalahan ketik yang dapat merusak imersi pemain saat sedang melakukan petualangan. Evaluasi berkala ini sangat penting untuk menjamin kualitas akhir narasi agar tetap selaras dengan visi kreatif yang ingin dicapai oleh seluruh tim pengembang, lho.


2. Skill dan kemampuan yang harus dimiliki game narrative writer

ilustrasi game narrative writer (pexels.com/Berna)

Menguasai teknik menulis saja tentu gak cukup untuk bisa bersaing di industri gim yang sangat kompetitif saat ini. Kamu perlu memiliki kombinasi unik antara kemampuan artistik dan pemahaman mendalam tentang psikologi pemain saat mereka berinteraksi dengan sebuah media digital. Simak beberapa keterampilan esensial yang wajib kamu miliki jika ingin berkarier di bidang ini:

1. Kemampuan storytelling yang adaptif 

Kamu harus mampu menceritakan kisah yang menarik dalam berbagai format, mulai dari narasi linier hingga open story yang membuat pemain selalu penasaran. Kemampuan ini melibatkan pemahaman tentang bagaimana mengatur tempo (pacing) agar pemain gak merasa bosan atau kewalahan dengan informasi cerita. Penulis yang baik tahu kapan harus memberikan kejutan dan kapan harus membiarkan pemain menikmati suasana permainan dengan tenang, ya.

2. Pemahaman mekanisme gim 

Seorang penulis narasi harus mengerti bagaimana sebuah gim dimainkan agar cerita yang dibuat gak bertabrakan dengan sistem permainan. Kamu perlu memahami hubungan antara narasi dan ludologi, yakni bagaimana aturan permainan bisa menyampaikan pesan cerita secara organik tanpa kata-kata. Jika kamu menguasai aspek ini, cerita yang kamu buat akan terasa menyatu dengan pengalaman bermain, bukan sekadar tempelan di sela-sela aksi.

3. Kolaborasi dan komunikasi

Industri gim merupakan kerja tim yang sangat besar, sehingga kamu dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan efektif kepada departemen lain. Kamu akan sering berdiskusi dengan artist untuk visual karakter dan dengan programmer untuk implementasi teks ke dalam sistem gim. Kemampuan menerima kritik dan melakukan revisi dengan cepat adalah kunci utama agar proses pengembangan gim tetap berjalan sesuai jadwal yang ditentukan.

4. Empati dan psikologi karakter

Kamu perlu memiliki kemampuan untuk memahami emosi manusia dan bagaimana karakter bereaksi terhadap situasi tertentu secara realistis. Hal ini penting agar karakter yang kamu ciptakan memiliki motivasi yang kuat dan terasa seperti manusia asli, bukan sekadar bidak dalam cerita. Dengan empati yang tinggi, kamu bisa menulis dialog yang mampu menyentuh perasaan pemain dan membuat mereka peduli pada nasib karakter tersebut, ya.

5. Manajemen aset narasi dan organisasi 

Menulis untuk gim besar melibatkan ribuan baris dialog dan ratusan dokumen pendukung yang harus terorganisir dengan sangat baik di dalam sistem. Kamu harus memiliki kedisiplinan tinggi dalam mengelola aset narasi agar gak ada bagian cerita yang hilang atau berantakan selama proses produksi yang panjang. Kemampuan untuk bekerja dengan tenggat waktu yang ketat namun tetap menjaga kualitas tulisan adalah aset berharga yang dicari oleh banyak studio gim besar saat ini.


3. Kualifikasi dan syarat menjadi game narrative writer

ilustrasi membuat portofolio (unsplash.com/Marta Filip)

Untuk menembus studio gim ternama, ada beberapa standar kualifikasi yang biasanya dicari oleh tim rekrutmen atau manajer kreatif. Mempersiapkan diri dengan latar belakang yang relevan akan memberikanmu nilai tambah yang signifikan di mata perusahaan saat proses seleksi berlangsung. Berikut adalah beberapa syarat umum yang perlu kamu penuhi:

1. Portofolio tulisan yang solid 

Kamu wajib memiliki kumpulan karya tulis yang menunjukkan kemampuanmu dalam membangun cerita, terutama yang memiliki elemen interaktif. Portofolio ini bisa berupa naskah gim pendek, modifikasi cerita untuk gim yang sudah ada, atau cerita pendek dengan berbagai pilihan akhir. Pengusaha ingin melihat bukti nyata bahwa kamu memahami cara menulis untuk media yang dinamis dan bukan hanya teks statis.

2. Latar belakang pendidikan relevan

Meskipun banyak penulis yang belajar secara otodidak, memiliki gelar di bidang Sastra, Penulisan Kreatif, atau Jurnalistik seringkali menjadi syarat administratif. Pendidikan formal membantumu memahami struktur drama, pengembangan karakter, dan teori naratif yang menjadi fondasi utama dalam menulis. Namun, pengetahuan tambahan di bidang desain gim atau teknologi informasi juga akan sangat membantu memperkuat profil profesionalmu, lho.

5. Kemampuan mengoperasikan engine game

Memiliki pengetahuan dasar tentang perangkat lunak pengembangan gim seperti Unity atau Unreal Engine merupakan nilai plus yang sangat besar. Kamu gak perlu menjadi ahli coding, namun memahami bagaimana teks dan dialog diintegrasikan ke dalam mesin gim akan memudahkan tugasmu, nih. Jika kamu bisa menggunakan alat bantu narasi seperti Twine atau Ink, kamu akan lebih mudah mempresentasikan konsep cerita interaktif kepada tim teknis.


4. Peluang karier game narrative writer

ilustrasi game narrative writer (pexels.com/Yan Krukau)

Kabar baiknya, industri gim global terus berkembang pesat dan permintaan akan penulis cerita yang andal semakin meningkat setiap tahunnya. Kamu memiliki berbagai jalur karier yang bisa dieksplorasi sesuai dengan minat dan spesialisasi yang ingin kamu tekuni dalam jangka panjang. Berikut adalah gambaran peluang karier yang terbuka lebar bagi para penulis narasi gim:

1. Bekerja di studio gim

Kamu bisa bergabung dengan pengembang besar yang mengerjakan proyek gim berskala internasional dengan anggaran jutaan dolar. Di sini, kamu biasanya akan menjadi bagian dari tim narasi yang besar dan bertanggung jawab pada bagian spesifik dari sebuah gim raksasa. Peluang ini memberikan stabilitas karier yang baik dan kesempatan untuk melihat namamu di daftar kredit gim populer yang dimainkan jutaan orang.

2. Menjadi penulis di studio indie

Studio independen kerap memberikan kebebasan kreatif yang lebih besar bagi penulis untuk bereksperimen dengan tema-tema unik. Kamu mungkin akan memegang tanggung jawab yang lebih luas, mulai dari menulis dialog hingga membantu desain misi secara langsung. Bekerja di studio indie tentu menjadi cara yang bagus untuk membangun reputasi dan menunjukkan keunikan gaya menulismu kepada dunia.

3. Penulis narasi lepas (freelance)

Banyak perusahaan gim atau penyedia konten yang membutuhkan jasa penulis narasi untuk proyek-proyek jangka pendek atau konten tambahan (DLC). Sebagai freelancer, kamu memiliki fleksibilitas waktu dan kesempatan untuk bekerja dengan berbagai klien dari berbagai belahan dunia secara remote. Karier ini sangat cocok bagi kamu yang menyukai tantangan baru dan ingin mencoba berbagai genre gim dalam waktu yang relatif singkat.


5. Prospek gaji game narrative writer

ilustrasi game narrative writer (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Bicara soal pendapatan, nominal yang bisa kamu dapatkan sangat bergantung pada pengalaman, portofolio, dan skala perusahaan tempatmu bekerja. Di pasar internasional, posisi ini kerap mendapatkan apresiasi finansial yang sangat tinggi. Gaji untuk tingkat pemula (Junior) biasanya berkisar antara USD45 ribu hingga USD60 ribu per tahun di studio luar negeri, sementara di Indonesia angkanya mulai dari Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan tergantung skala studionya. Angka ini tentu akan terus merangkak hingga puluhan juta seiring dengan bertambahnya portofolio dan proyek gim besar yang berhasil kamu selesaikan di masa depan.

Bagi mereka yang sudah mencapai level senior atau Lead Narrative Designer, pendapatan tahunan di studio kelas dunia (AAA) bisa menembus angka $80 ribu hingga lebih dari $120 ribu. Selain gaji pokok, banyak perusahaan yang menawarkan bonus royalti yang besar jika gim yang dikerjakan mencapai target penjualan atau memenangkan penghargaan bergengsi. Oleh karena itu, konsistensi dalam mengasah kemampuan teknis dan kreatif akan sangat menentukan seberapa besar nilai tawar finansialmu di industri yang sangat dinamis dan menjanjikan ini, ya.

Mengejar mimpi di industri gim memang penuh tantangan, namun kepuasan melihat pemain terhanyut dalam dunia buatanmu adalah pengalaman yang tak ternilai harganya, lho. Dengan pemahaman yang matang mengenai jobdesk game narrative writer, kamu kini memiliki peta jalan yang lebih jelas untuk mulai membangun karier profesionalmu. Jangan pernah berhenti belajar dan teruslah berkarya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team