ilustrasi merchandise designer (pexels.com/Yan Krukau)
Tugas seorang desainer merchandise gak sesederhana duduk di depan komputer dan menggambar sesuka hati sepanjang hari. Mereka harus memikirkan bagaimana sebuah desain bisa diaplikasikan dengan baik pada berbagai media benda fisik yang memiliki tekstur, ukuran, dan bentuk berbeda. Selain itu, tanggung jawab mereka juga mencakup memastikan bahwa hasil akhir produksi sesuai dengan visi awal tanpa ada penurunan kualitas visual yang signifikan.
Berikut adalah rincian tugas utamanya:
1. Melakukan riset tren dan konsep visual
Sebelum mulai mendesain, lakukan penelitian pasar untuk mengetahui tren visual yang disukai target audiens. Sangat penting untuk menemukan gaya desain, palet warna, dan jenis huruf yang terkait dengan gambar merek klien atau perusahaan tempat kamu bekerja. Setelah mendapatkan semua data, kamu harus membuat konsep visual atau moodboard yang kuat untuk membantumu dalam proses perancangan.
2. Membuat desain dan model produk
Tugas utama pekerjaan ini adalah mengubah gagasan menjadi karya visual dengan menggunakan perangkat lunak desain grafis. Kamu harus menunjukkan desain dalam bentuk model tiga dimensi atau simulasi produk yang realistis, bukan hanya gambar dua dimensi. Hal ini sangat penting agar klien atau tim produksi bisa membayangkan bagaimana desain tersebut terlihat saat dicetak di atas kaos, topi, gelas, atau media lainnya, lho.
3. Menyiapkan file produksi
Setelah desain disetujui, kamu harus membuat file master yang dicetak sesuai dengan persyaratan vendor produksi. Untuk menghindari kesalahan saat mencetak, pastikan format warna (CMYK/RGB), resolusi gambar, dan jenis file (vektor atau raster) tepat, ya. Pada tahap ini, kesalahan kecil seperti warna yang gak sesuai atau gambar yang rusak saat diterapkan ke produk asli dapat sangat berbahaya, lho.
4. Berkolaborasi dengan tim produksi atau vendor
Seorang desainer merchandise harus selalu berhubungan dengan tim produksi internal atau vendor percetakan. Kamu harus membahas pilihan bahan, metode sablon atau cetak yang terbaik, dan memastikan bahwa biaya produksi gak melampaui anggaran kamu. Komunikasi ini sangat penting untuk mengurangi masalah teknis yang mungkin muncul selama proses pembuatan produk.