Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kamu Bertahan di Kantor karena Gaji atau Lingkungan Kerja?
ilustrasi bekerja (pexels.com/karolina-grabowska)
  • Banyak karyawan kini lebih memilih lingkungan kerja yang sehat dan suportif dibandingkan gaji tinggi, karena suasana positif membuat mereka betah dan produktif.
  • Kesempatan belajar, dukungan atasan, serta keseimbangan hidup menjadi faktor penting yang meningkatkan loyalitas dan kepuasan kerja karyawan.
  • Makna dan tujuan dalam pekerjaan memberi motivasi intrinsik, membuat karyawan merasa kontribusinya berharga meski tanpa imbalan materi besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang mengira kalau gaji adalah alasan seseorang bertahan di sebuah pekerjaan. Memang, penghasilan menjadi faktor penting karena berkaitan dengan kebutuhan hidup. Namun, jika melihat fenomena saat ini, ternyata tak sedikit karyawan yang rela pindah demi lingkungan kerja yang lebih sehat meski dengan gaji sedikit lebih rendah.

Mereka tak hanya mengejar nominal di rekening setiap akhir bulan, tapi juga mempertimbangkan berbagai aspek lain. Ada beberapa faktor lain yang justru memiliki pengaruh besar terhadap loyalitas seorang karyawan. Berikut lima hal yang sering menjadi alasan seseorang memilih bertahan di sebuah pekerjaan.

1. Lingkungan kerja yang sehat dan nyaman

ilustrasi selesai bekerja (pexels.com/rdne)

Lingkungan kerja adalah salah satu faktor penentu apakah seseorang betah bekerja atau tidak. Bayangkan jika setiap hari kamu harus menghadapi rekan kerja yang penuh drama, budaya saling menyalahkan, atau atasan yang red flag. Gaji besar sekalipun akan terasa kurang berarti jika setiap hari dipenuhi tekanan emosional.

Sebaliknya, lingkungan kerja yang suportif membuat pekerjaan terasa lebih ringan. Rekan kerja yang saling membantu, komunikasi yang terbuka, dan budaya saling menghargai bikin suasana lebih nyaman. Gak heran banyak karyawan mengatakan bahwa mereka bertahan bukan karena perusahaan, melainkan karena rekan kerja yang baik.

2. Kesempatan belajar dan mengembangkan karier

ilustrasi pelaksanaan seminar (unsplash.com/apellaes)

Tidak semua orang ingin berada di posisi yang sama selama bertahun-tahun. Banyak karyawan ingin terus berkembang dan mempelajari hal-hal baru. Perusahaan yang menyediakan pelatihan, mentoring, sertifikasi, atau kesempatan mencoba proyek baru biasanya lebih mampu mempertahankan karyawannya.

Sebab, mereka merasa pekerjaannya tak hanya menghasilkan uang, tapi juga meningkatkan kemampuan yang berguna untuk masa depan. Ketika kamu melihat dirimu berkembang dari tahun ke tahun, motivasi untuk tetap bertahan ikut meningkat. Inilah yang lebih bernilai dibandingkan sekadar kenaikan gaji dalam jangka pendek.

3. Atasan yang mendukung, bukan sekadar memberi perintah

ilustrasi atasan dan sekretaris (pexels.com/Sora Shimazaki)

Orang tidak meninggalkan perusahaan, tapi meninggalkan atasan. Ungkapan ini terdengar berlebihan, tapi cukup sering terjadi. Atasan memiliki pengaruh besar terhadap kinerja bawahannya. Pemimpin yang mau mendengarkan, memberikan apresiasi, serta membantu mencari solusi akan menciptakan hubungan kerja yang positif.

Sebaliknya, atasan yang selalu mengontrol, sulit berdiskusi, atau jarang memberikan apresiasi bikin karyawan kehilangan semangat bekerja. Punya pemimpin yang peduli terhadap tim jauh lebih penting daripada sekadar menerima instruksi setiap hari. Ketika hubungan dengan atasan itu baik, tingkat kepuasan kerja ikut meningkat.

4. Work life balance yang membuat hidup tetap seimbang

ilustrasi wanita menikmati me time (unsplash.com/nandovish)

Banyak orang mulai menyadari bahwa bekerja tanpa henti bukanlah cara hidup yang sehat. Kamu mungkin pernah dengar cerita tentang seseorang yang punya gaji tinggi, tapi gak pernah punya waktu bahkan untuk dirinya sendiri. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu stres, kelelahan, bahkan burnout.

Perusahaan yang menghargai waktu karyawan biasanya lebih disukai. Misalnya dengan memberikan jam kerja fleksibel, sistem kerja hybrid atau remote, serta menghormati waktu istirahat karyawan di luar jam kerja. Inilah sebabnya banyak orang rela bertahan di perusahaan yang memberikan keseimbangan hidup.

5. Merasa pekerjaan itu memiliki arti dan tujuan

ilustrasi bekerja (pexels.com/fauxels)

Faktor terakhir yang sering kali diabaikan adalah makna dari pekerjaan itu sendiri. Tak sedikit orang yang ingin merasa bahwa apa yang mereka lakukan memberikan dampak positif. Ketika kamu memahami bahwa pekerjaanmu memiliki tujuan yang jelas, motivasi biasanya datang dari dalam diri.

Perasaan bahwa kontribusimu dihargai dan membawa manfaat dapat meningkatkan kepuasan kerja secara signifikan. Hal ini tidak harus berarti bekerja di organisasi sosial. Bahkan di perusahaan komersial sekalipun, seseorang bisa merasa pekerjaannya bermakna jika melihat hasil nyata dari kontribusinya.

Gaji memang menjadi salah satu pertimbangan utama saat memilih pekerjaan, tapi bukan satu-satunya. Kalau saat ini kamu sedang mempertimbangkan untuk bertahan atau pindah kerja, cobalah melihat gambaran yang lebih besar seperti di atas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article