Banyak pencari kerja mengira bahwa setelah lolos wawancara dengan HR, mereka tinggal menunggu surat penawaran kerja. Namun, kenyataannya tidak selalu begitu.
Di banyak perusahaan, terutama perusahaan menengah hingga besar, proses rekrutmen sering kali terdiri atas beberapa tahap wawancara. Ada yang harus melewati dua, tiga, bahkan lima kali wawancara sebelum akhirnya dinyatakan diterima.
Hal ini sering membuat pelamar merasa lelah. Apalagi jika setiap tahap membutuhkan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Tak sedikit juga yang bertanya-tanya, kenapa perusahaan tidak langsung melakukan satu kali wawancara saja?
Sebenarnya, ada alasan yang cukup masuk akal di balik proses tersebut. Wawancara berlapis bukan semata-mata ingin mempersulit pelamar, melainkan untuk memastikan bahwa orang yang direkrut benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Berikut beberapa alasannya.
