Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Alasan Menanti Liburan Lebih Menyenangkan Ketimbang Hari Liburnya

4 Alasan Menanti Liburan Lebih Menyenangkan Ketimbang Hari Liburnya
ilustrasi orang piknik (pexels.com/Fadli Octora Channel)
Share Article

Apakah kamu pernah merasa sangat bersemangat menyambut liburan? Tetapi giliran hari H sudah tiba, perasaan menggebu-gebu itu justru menguap entah ke mana. Liburan jadi terasa biasa saja ketika sudah di depan mata dan dijalani. Rasanya beda banget dengan beberapa hari ke belakang, saat kita menanti-nantikan hari itu.

Ternyata, perasaan bahagia dan sangat yang memuncak jelang liburan itu bukan hal aneh, kok. Hampir setiap orang mungkin pernah mengalaminya. Kabar baiknya, ada sebab tersendiri kenapa fenomena ini bisa terjadi. Nah, berikut beberapa alasan menanti liburan bisa terasa lebih menyenangkan ketimbang liburannya sendiri.

1. Merencanakan liburan bisa mengubah mood seseorang

ilustrasi liburan
ilustrasi liburan (pexels.com/Yan Krukau)

Rutinitas harian yang monoton dengan segudang tanggung jawab, tak jarang membuat fisik dan mental kita kelelahan. Jika kamu merasa sedang berada di fase ini, gak ada salahnya untuk merencanakan liburan. Tak harus dalam waktu dekat, kamu bisa membuat plan untuk beberapa waktu ke depan.

Sembari mencari referensi tempat liburan yang cocok, serta mengumpulkan bajet untuk uang saku, mood-mu bisa mendadak berubah. Menanti liburan yang mungkin belum pasti tanggalnya saja, sudah bisa bikin kamu kegirangan. Barbara Koltuska-Haskin, Ph.D., seorang ahli neuropsikologis di Albuquerque, New Meksiko, juga memiliki pendapat serupa.

" Kenangan indah selama liburan akan lebih bermakna ketimbang membeli barang-barang, seperti pakaian dan perhiasan. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa bahkan merencanakan liburan bisa meningkatkan suasana hati kita, dan saya setuju dengan itu," ujar Barbara seperti dikutip dari Psychology Today.

2. Membayangkan hal-hal menyenangkan saat liburan nanti bisa memicu semangat dan kebahagiaan

ilustrasi orang piknik
ilustrasi orang piknik (pexels.com/kandhi bharata)

Meskipun liburan masih jauh, tapi tak jarang seseorang merasa begitu semangat menyambutnya. Hingga tanpa terasa, pekerjaan dan aktivitas harian yang biasanya berat jadi terasa ringan untuk dijalani. Alasannya apa lagi kalau bukan karena ingin buru-buru berlibur.

Matthew Killingsworth, peneliti senior di Wharton School di Universitas Pennsylvania, mengatakan bahwa perencanaan perjalanan mendorong pandangan yang optimis. Ini berhubungan dengan orientasi manusia yang cenderung berpikir ke depan.

"Sebagai manusia, kita menghabiskan banyak waktu dalam pikiran kita untuk hidup di masa depan," kata Killingsworth, seperti dikutip dari artikel di National Geographic. "Pola pikir kita yang berorientasi ke masa depan dapat menjadi sumber kegembiraan jika kita tahu hal-hal baik akan datang, dan bepergian adalah hal yang sangat baik untuk dinantikan." lanjutnya.

3. Penantian liburan yang lebih panjang justru semakin menyenangkan

ilustrasi liburan ke pantai
ilustrasi liburan ke pantai (pexels.com/beyzahzah)

Killingsworth berpikir bahwa merencanakan perjalanan bisa menjadi pengalaman yang positif. Bahkan semakin lama penantiannya, justru akan membuat seseorang makin bersemangat menantinya. Membayangkan bersantai di pantai sembari menikmati air kelapa dan deburan ombak, tentu akan sangat menyenangkan.

"Karena kita tahu sebuah perjalanan memiliki awal dan akhir yang pasti, pikiran kita cenderung menikmatinya, bahkan sebelum dimulai," ujar Killingsworth. "Bahkan terkadang orang lebih suka menunda jadwal liburannya agar mereka bisa memperpanjang masa penantiannya." lanjutnya.

Killingsworth juga menambahkan, kita mungkin cukup tahu tentang gambaran perjalanan liburan kita nanti akan seperti apa. Namun, adanya kemungkinan-kemungkinan yang tak terencana juga bisa jadi alasan, kenapa kita makin excited menantikan hari liburan itu tiba.

4. Rasa tenang dan nyaman setelah liburan bisa jadi candu yang bikin kita ingin mengulangnya lagi

ilustrasi liburan ke pantai
ilustrasi liburan ke pantai (pexels.com/beyzahzah)

Merencanakan liburan memang sangatlah menyenangkan. Tak hanya momen penantian menuju hari H saja yang bikin semangat, dampak positif yang ditinggalkan pasca liburan seolah jadi candu untuk mengulangnya lagi. Barbara Koltuska-Haskin, Ph.D., dalam tulisannya di Psychology Today menuliskan, para peneliti menemukan bahwa liburan mampu meningkatkan tidur harian, aktivitas fisik ringan, dan aktivitas fisik sedang hingga berat. Efek tidur pasca liburan ini bisa berlangsung hingga dua minggu.

"Penelitian menyatakan, orang dengan tingkat stres kerja yang rendah bisa merasakan dampak positif pasca liburan lebih lama, ketimbang mereka dengan stres atau tekanan kerja yang tinggi," kata Barbara.

Jadi, tak heran bila setelah tahu liburan berdampak positif bagi kesehatan fisik dan mental, banyak orang berharap untuk bisa sering-sering merencanakan liburan mereka. Menanti-nanti hari liburan tiba, adalah momen yang menyenangkan dan bikin ketagihan.

Itu dia empat alasan kenapa kita sering kali lebih excited menanti-nantikan liburan ketibang liburannya sendiri. Membayangkan hal-hal menyenangkan saat liburan adalah salah satu alasan paling umum yang sering dirasakan orang. Melihat dampak positif pasca liburan yang bahkan bisa meredakan stres, juga jadi alasan kenapa menantikan liburan bisa jadi hal yang mengasyikkan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More