Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Komunikasi Efektif sebagai Remote Worker, Jangan Diam Saja
ilustrasi remote worker (pexels.com/cottonbro studio)
  • Artikel menekankan pentingnya kemampuan komunikasi bagi remote worker agar hubungan dengan rekan kerja dan klien tetap terjaga meski tanpa tatap muka langsung.
  • Ditekankan perlunya keterhubungan aktif, penggunaan bahasa yang baik, serta keterbukaan untuk membangun kepercayaan dan mencegah kesalahpahaman dalam kerja jarak jauh.
  • Remote worker diingatkan bahwa mereka tidak bekerja sendirian, sehingga komunikasi efektif menjadi kunci menjaga kolaborasi dan profesionalitas di lingkungan kerja virtual.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Remote worker atau orang yang bisa bekerja dari mana saja dan tidak terikat tempat harus punya skill lebih dalam berkomunikasi. Jika kamu menjadi remote worker, jangan hanya mengandalkan kemampuan kerja di bidang tertentu. Seolah-olah modal itu cukup buatmu menyelesaikan banyak tugas atau menjaring klien secara luas, bahkan menjadikannya pelanggan.

Kemampuan berkomunikasi tidak bisa ditempatkan di nomor terakhir. Posisi yang berjauhan dengan teman kerja maupun klien bisa menjadi titik rawan. Ada risiko besar hubungan kalian tak berjalan dengan baik. Cuma komunikasi mumpuni yang bisa mempertahankan relasimu dengan semua orang. Ada beberapa hal berkaitan dengan komunikasi efektif sebagai remote worker yang perlu kamu perhatikan.

1. Selalu terhubung dengan teman dan klien

ilustrasi remote worker (pexels.com/www.kaboompics.com)

Terhubung artinya alamat surel, media sosial, dan teleponmu ada di daftar kontak klien. Begitu juga sebaliknya. Agar kalian selalu tahu harus menghubungi melalui apa. Semuanya kudu aktif dan tidak boleh berubah-ubah.

Jika pun terpaksa sekali ada perubahan alamat surat elektronik, nomor telepon, atau akun media sosial mendadak terkunci, segera beri tahu teman dan klien. Meski tidak setiap hari kalian ada perlu, keterhubungan yang konsisten memberikan rasa aman serta kepercayaan. Bila dirimu dianggap sering tiba-tiba menghilang, baik rekan kerja maupun klien pasti cemas serta malas berurusan denganmu.

Kamu tidak harus membalas pesan atau menjawab telepon seketika. Namun, jangan pernah sengaja mengabaikannya hanya karena menurutmu kurang penting. Sekali kamu mengabaikan pesan atau telepon dari teman kerja atau klien, itu telah menjadi catatan merah buatmu.

2. Kalau ada hal yang mengganjal dalam hati segera dikomunikasikan

ilustrasi remote worker (pexels.com/AI25.Studio Studio)

Rasa malas berkomunikasi tidak boleh dituruti. Jangankan ada hal-hal yang terasa mengganjal buatmu. Saat situasi baik-baik saja pun, kamu hendaknya secara berkala menyapa teman kerja dan klien di mana pun berada.

Bisa dengan dirimu menanyakan kabar, mengomentari status media sosial mereka dengan sopan, dan sebagainya. Cara-cara di atas membuat kalian merasa lebih akrab sekalipun belum tentu sebulan sekali bertemu. Bahkan barangkali kalian sama sekali tak pernah berjumpa dan selalu hanya berinteraksi di ruang maya.

Ketika ada hal-hal yang membuatmu gak nyaman, bingung, atau merasa dirugikan, kebutuhan komunikasi lebih mendesak. Jangan semua itu dipendam sendiri lalu menjadi ketidakpuasan yang makin lama makin besar. Kamu mesti segera menyampaikannya pada orang-orang terkait agar mendapat penjelasan atau solusi.

3. Selalu gunakan tata bahasa yang baik meski situasinya menyebalkan

ilustrasi remote worker (pexels.com/www.kaboompics.com)

Kamu, teman kerja, serta klien berjauhan. Komunikasi teks atau via telepon menjadi cara utama untuk menjaga keterhubungan. Artinya, aspek bahasa sangat penting di sini. Kalau tata bahasamu buruk, kesalahpahaman mudah sekali terjadi.

Tidak terkecuali untuk hal-hal yang sesungguhnya sepele. Kamu gak boleh berbicara via telepon atau menulis pesan dengan berbelit-belit. Itu mengaburkan maksudmu yang sesungguhnya. Juga hindari kata atau kalimat multitafsir meski singkat.

Cara untuk meningkatkan kerapian tata bahasamu adalah dengan rutin membaca buku atau artikel yang telah disunting dengan baik. Juga mendengarkan gaya bicara orang lain yang lugas sekaligus tetap sopan. Tata bahasa yang baik bukan tentang seberapa banyak bicaramu atau sepanjang apa pesan teksmu. Ini lebih pada kemampuan menyampaikan gagasan secara tepat sehingga mudah dipahami oleh siapa saja.

4. Menjaga prinsip keterbukaan dan rasa saling percaya

ilustrasi remote worker (pexels.com/Ivan S)

Kamu bekerja di kantor dan setiap hari bisa bertemu langsung dengan teman kerja atau klien pun, bila gak saling terbuka dan percaya, pasti repot. Masalah sering muncul padahal sebenarnya bisa dicegah. Hubunganmu dengan mereka pun menjadi buruk.

Apalagi saat dirimu menjadi remote worker. Keterbukaan serta rasa saling percaya menjadi jauh lebih berharga untuk menentukan kualitas hubunganmu dengan siapa saja. Tampil sok misterius dan hanya mau berbicara setelah ditanya atau didesak bukan sikap yang tepat.

Katakan apa yang seharusnya dikatakan. Tidak ada satu perkara pun yang perlu disembunyikan dari rekan kerjamu sendiri. Hanya dengan sikap terbuka begitu, mereka bakal memercayaimu.

5. Selalu ingat bahwa kamu tidak bekerja sendirian

ilustrasi remote worker (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Kamu tidak dikelilingi teman-teman kerja sepanjang hari. Pertemuan secara tatap muka dengan klien juga bukan hal wajib buatmu. Dirimu dapat bekerja dari mana saja. Termasuk di tempat-tempat yang kurang ideal untuk bekerja.

Orang-orang di sekitar melihatmu sibuk dengan sesuatu. Namun, tentu saja kamu sesungguhnya bukan sedang bekerja seorang diri. Kamu tetap punya kawan kerja meski tak dipertemukan di bawah atap yang sama setiap hari.

Dirimu barangkali juga harus mengurus klien yang banyak, tetapi komunikasi dirasa cukup lewat telepon atau chat. Jika kamu sadar betul bahwa tidak bekerja 100 persen sendirian, bakal terdorong untuk lebih komunikatif dengan teman kerja dan klien. Ada jejaring yang harus dirawat melalui komunikasi efektif.

Menjadi remote worker tidak segampang kelihatannya. Jangan mengira pekerjaan ini pasti cocok untuk pribadi introver yang capek bila harus setiap hari bertemu banyak orang di kantor. Ada beragam komunikasi efektif sebagai remote worker yang perlu diterapkan agar hubunganmu dengan klien berjalan dengan baik. Ini semua tergantung kamu bisa atau tidak menjaga komunikasi dengan siapa pun cuma bermodalkan gadget.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team