Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Novel tentang Penipu Ulung yang Penuh Intrik dan Kepalsuan

5 Novel tentang Penipu Ulung yang Penuh Intrik dan Kepalsuan
film Nightmare Alley (dok. Searchlight Pictures/Nightmare Alley)
Intinya Sih
  • Lima novel bertema penipu ulung ini menyoroti sisi gelap manusia, manipulasi psikologis, dan daya tarik dunia penuh kepalsuan yang terasa dekat dengan realitas.
  • Masing-masing karya menghadirkan karakter licik namun karismatik, dari Tom Ripley hingga Roy Dillon, yang memperlihatkan kompleksitas moral dan kehancuran akibat tipu daya.
  • Novel-novel tersebut tidak hanya menampilkan intrik cerdas, tetapi juga menggali tema kepercayaan, identitas, serta hubungan manusia yang rapuh di tengah permainan kebohongan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dunia penipuan selalu punya daya tarik tersendiri dalam sastra. Bukan hanya soal kebohongan dan manipulasi, tapi juga tentang sisi gelap manusia yang sering kali terasa sangat dekat dengan realitas. Novel-novel bertema penipu ulung biasanya tidak sekadar menyajikan trik cerdas, tetapi juga konflik psikologis yang rumit dan ending yang meninggalkan rasa tak nyaman.

Lewat karakter-karakter licik namun karismatik, pembaca diajak masuk ke dunia penuh kepalsuan yang terasa menggoda sekaligus mengerikan. Beberapa kisah bahkan membuat kita tanpa sadar bersimpati pada sang penipu. Berikut lima novel menarik tentang penipu ulung yang penuh intrik dan layak dibaca.

1. The Talented Mr. Ripley – Patricia Highsmith

sampul buku The Talented Mr. Ripley
sampul buku The Talented Mr. Ripley (goodreads.com)

Tom Ripley adalah penipu kelas kecil yang hidupnya berubah ketika ia mendapat tugas untuk membawa pulang Dickie Greenleaf, anak orang kaya yang tinggal santai di Italia. Awalnya, Tom terlihat seperti sosok pemuda canggung yang hanya ingin diterima. Namun, perlahan kekagumannya pada kehidupan Dickie berubah menjadi obsesi yang berbahaya.

Keunggulan novel ini terletak pada cara Patricia Highsmith membangun ketegangan psikologis. Pembaca diajak masuk ke kepala Tom Ripley dan menyaksikan bagaimana ia membenarkan setiap kebohongan dan kejahatan yang dilakukan. Meski kisah ini sudah diadaptasi ke film populer, versi novelnya tetap terasa lebih dingin, sunyi, dan mengganggu secara emosional.

2. The Confidence-Man – Herman Melville

buku The Confidence-Man
buku The Confidence-Man (goodreads.com)

Novel terakhir Herman Melville ini mengambil latar sebuah kapal uap bernama Fidèle yang menyusuri Sungai Mississippi. Dalam satu hari perjalanan, pembaca diperkenalkan pada sosok misterius yang terus berganti identitas dan cerita demi menipu penumpang lain. Tidak ada satu tipu daya utama, melainkan serangkaian kebohongan kecil yang terasa absurd sekaligus cerdas.

Yang membuat novel ini menarik adalah pertanyaan besar di baliknya yakni mengapa sang penipu melakukan semua ini? Keuntungan finansialnya tidak seberapa, namun permainan kepercayaan terasa seperti tujuan utamanya. Melville menggunakan tokoh ini untuk menyindir moral, kepercayaan, dan kepolosan masyarakat, menjadikan novel ini terasa satir.

3. Nightmare Alley – William Lindsay Gresham

buku Nightmare Alley
buku Nightmare Alley (goodreads.com)

Berlatar Amerika pertengahan abad ke-20, Nightmare Alley mengisahkan seorang pekerja karnaval yang perlahan naik kelas dengan memanfaatkan trik, kebohongan, dan kemampuan membaca orang lain. Ia mencuri teknik hipnosis dari rekannya dan menggunakannya untuk masuk ke dunia elite yang tampak glamor, namun jauh lebih berbahaya.

Dunia orang kaya ternyata menyimpan jebakan yang tak kalah mematikan. Novel ini terkenal dengan nuansanya yang sangat gelap dan pesimistis. Gresham menggambarkan penipuan bukan sebagai permainan cerdas, melainkan jalan menuju kehancuran yang tak terelakkan. Bagian akhir novel ini sering disebut sebagai salah satu ending paling tragis dan menghantam perasaan.

4. Addie Pray – Joe David Brown

buku Addie Pray
buku Addie Pray (goodreads.com)

Addie Pray menghadirkan narator anak berusia 11 tahun yang sinis dan sangat cerdas. Addie adalah seorang yatim piatu yang bekerja sama dengan pria dewasa bernama Long Boy untuk menjalankan berbagai penipuan kecil di Amerika Selatan pada era Depresi Besar. Dari menjual Alkitab palsu hingga memanfaatkan simpati orang, mereka hidup dari kecerdikan.

Yang membuat novel ini istimewa adalah suara narasinya yang segar dan penuh humor. Di balik kelicikannya, Addie merupakan anak yang sedang belajar tentang cinta dan kehilangan. Novel tersebut bukan hanya soal penipuan, tetapi juga tentang tumbuh dewasa, relasi ayah-anak yang tak biasa, dan bertahan hidup di masa sulit.

5. The Grifters – Jim Thompson

buku The Grifters.
buku The Grifters (waterstones.com)

Jim Thompson dikenal dengan gaya noir-nya yang dingin nan kejam, dan The Grifters adalah salah satu karya terbaiknya. Novel ini berpusat pada Roy Dillon, seorang penipu kecil, dan hubungannya dengan sang ibu, Lilly Dillon, yang juga seorang penipu berpengalaman. Hubungan mereka penuh manipulasi, ketergantungan, dan kebencian terselubung.

Novel ini menghancurkan mitos romantis tentang keluarga penjahat yang saling melindungi. Thompson menggambarkan dunia penipuan sebagai ruang yang sunyi dan penuh kecurigaan. Setiap halaman dipenuhi dialog tajam dan observasi pahit tentang sifat manusia, menjadikannya bacaan yang kelam namun sangat memikat.

Novel-novel tentang penipu ulung tidak hanya menyuguhkan trik cerdas, tetapi juga potret sisi gelap manusia yang sering kali terasa terlalu nyata. Dari kelima novel di atas, mana yang paling membuatmu penasaran untuk dibaca lebih dulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More