Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

DIY Wall Art Murah dari Kertas Bekas, Memanfaatkan Ruang Kosong!

DIY Wall Art Murah dari Kertas Bekas, Memanfaatkan Ruang Kosong!
Ilustrasi wall art (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)
Share Article

Menghias dinding rumah tidak selalu membutuhkan dekorasi mahal. Dengan sedikit kreativitas, kertas bekas seperti koran, majalah, kalender, kertas kado, atau kertas HVS yang sudah tidak terpakai dapat disulap menjadi wall art yang estetik dan memiliki nilai seni.

Selain menghemat biaya, proyek DIY ini juga menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi limbah kertas di rumah. Wall art dari kertas bekas bahkan bisa disesuaikan dengan berbagai gaya interiormu.

1. Siapkan alat dan bahan yang mudah ditemukan

Ilustrasi wall art (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)
Ilustrasi wall art (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Sebelum mulai membuat wall art, siapkan bahan-bahan seperti kertas bekas, gunting atau cutter, lem putih atau lem tembak, pensil, penggaris, karton sebagai alas, serta bingkai jika ingin hasilnya terlihat lebih rapi. Kamu juga bisa menambahkan cat akrilik, spidol, atau stiker untuk mempercantik desain.

Pilih kertas yang masih dalam kondisi cukup baik agar mudah dipotong dan ditempel. Kertas majalah yang memiliki warna cerah cocok untuk membuat kolase, sedangkan koran atau buku bekas dapat memberikan kesan vintage yang menarik.

"Upcycling adalah penggunaan kembali material yang dibuang yang menghasilkan peningkatan 'nilai'," dikutip dari Journal of Cleaner Production dalam ScienceDirect.

2. Tentukan tema dan pola wall art

Ilustrasi wall art (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)
Ilustrasi wall art (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Agar hasilnya terlihat menarik, tentukan terlebih dahulu tema yang ingin dibuat. Kamu bisa memilih bentuk geometris, bunga, daun, abstrak, siluet, atau kolase dari potongan gambar majalah. Menentukan tema sejak awal akan mempermudah proses menyusun komposisi.

Buatlah sketsa sederhana di atas karton atau kertas tebal sebagai panduan menempel potongan-potongan kertas. Sketsa tidak perlu terlalu rumit karena berfungsi sebagai acuan agar hasil akhir terlihat seimbang dan proporsional.

3. Susun dan tempel potongan kertas secara bertahap

Ilustrasi Wall Art (pexels.com/Medhat Ayad)
Ilustrasi Wall Art (pexels.com/Medhat Ayad)

Setelah pola selesai dibuat, mulailah menempel potongan-potongan kertas dari bagian terbesar terlebih dahulu. Setelah itu, tambahkan potongan yang lebih kecil sebagai detail agar komposisi terlihat lebih hidup. Jangan terburu-buru menggunakan banyak lem supaya permukaan tetap rapi.

Apabila ingin menghasilkan efek tiga dimensi, beberapa potongan kertas dapat dilipat atau diberi bantalan busa tipis sebelum ditempel. Teknik sederhana ini akan membuat wall art terlihat lebih menarik ketika dipajang di dinding.

4. Tambahkan sentuhan warna dan tekstur

ilustrasi wall art (freepik.com/freepik)
ilustrasi wall art (freepik.com/freepik)

Setelah semua potongan menempel dengan baik, tambahkan sentuhan akhir menggunakan cat, spidol, atau aksen sederhana agar wall art terlihat lebih hidup. Kamu juga dapat memanfaatkan tali rami, daun kering, atau bunga kering untuk memberikan tekstur alami pada karya.

Pastikan perpaduan warna tetap harmonis. Terlalu banyak warna justru dapat membuat wall art terlihat penuh dan kehilangan titik fokus. Jika ingin tampil minimalis, gunakan dominasi warna netral dengan satu atau dua warna aksen.

"Bingkai yang dipilih dengan baik akan meningkatkan martabat isinya dan memungkinkan bahkan gambar yang paling sederhana sekalipun," kata pakar DIY dan gaya hidup Martha Stewart kepada ArchitecturalDigest.

5. Perhatikan dalam penataan wall art agar menjadi fokus dekorasi

Ilustrasi wall art (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)
Ilustrasi wall art (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Setelah wall art selesai, masukkan ke dalam bingkai atau tempel langsung pada dinding menggunakan perekat yang tidak merusak permukaan. Penempatan di ruang tamu, kamar tidur, ruang kerja, atau sudut baca dapat memberikan nuansa yang lebih hangat dan personal.

Jika membuat beberapa karya sekaligus, susun dalam bentuk galeri kecil dengan ukuran yang berbeda-beda. Penataan seperti ini mampu membuat dinding kosong terlihat lebih hidup tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

DIY wall art dari kertas bekas merupakan cara sederhana untuk mempercantik ruangan sekaligus menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan bahan yang sudah tersedia di rumah, kamu bisa menghasilkan dekorasi unik yang tidak kalah menarik dibandingkan hiasan dinding yang dijual di pasaran.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More