6 Pentingnya Menjadi Pemimpin yang Bisa Memuji Hasil Kerja Anak Buah

#IDNTimesLife Jangan cuma jago mengkritik apalagi emosian

Berada di posisi tertinggi dalam suatu organisasi tentu menuntut kompetensi dan kualitas diri yang mumpuni. Sikap seorang pemimpin terhadap anak buah akan sangat memengaruhi rasa hormat serta semangat mereka dalam bekerja. Anak buah pasti lebih senang dengan pemimpin yang mampu memuji hasil kerja keras mereka.

Bukan pimpinan malah menutup mata meski mereka sudah bekerja dengan sangat baik. Jangan ada rasa takut kalau pujian bakal membuat orang lupa diri kemudian hasil kerjanya mengalami penurunan. Selama pujian diberikan atas dasar penilaian yang objektif serta tetap disertai arahan untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja, pemimpin gak perlu cemas.

Banyak manfaat dari tidak pelit memberikan pujian pada anak buah sendiri. Mari pahami apa yang dirasakan mereka ketika memperoleh apresiasi berupa kata-kata dari sosok yang dihormati. Meski hanya satu kalimat rasanya mampu menghapus seluruh penat.

1. Lebih membanggakan daripada dipuji teman

6 Pentingnya Menjadi Pemimpin yang Bisa Memuji Hasil Kerja Anak Buahilustrasi suasana kantor (pexels.com/Karolina Grabowska)

Dipuji oleh siapa pun tentu terasa menyenangkan. Akan tetapi, posisi pemimpin yang lebih tinggi serta memiliki standar tinggi untuk hasil kerja yang disebut baik membuat pujiannya terasa sebagai sesuatu yang mahal. Pujian itu tidak akan terlontar pada hasil kerja yang biasa-biasa saja.

Maka anak buah yang dipuji langsung oleh atasannya tentu merasa bangga. Sekalipun sesama staf juga sering memuji sifatnya yang rajin dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugas, rasa senangnya belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan ketika pemimpin yang melakukannya. Perasaan bangga makin kuat apabila pemimpin memuji di depan banyak orang sekalian buat memotivasi mereka.

Bagi anak buah, pujian dari pemimpin termasuk dalam bukti prestasinya. Mereka gak cuma dapat digembirakan dengan kenaikan upah dan pemberian bonus, kok. Pengakuan atas kemampuan kerja mereka juga diterima sebagai ganjaran yang membanggakan.

2. Tanda pemimpin memperhatikan dan mengapresiasi kerja keras mereka

6 Pentingnya Menjadi Pemimpin yang Bisa Memuji Hasil Kerja Anak Buahilustrasi atasan dan anak buah (pexels.com/Yan Krukau)

Kalau pemimpin sama sekali tak pernah memuji anak buah, jangan-jangan ia memang tidak memperhatikan setiap hasil kerja mereka. Dia jadi gak tahu apa yang layak dipuji dari masing-masing stafnya. Semua hasil kerja yang baik seakan-akan dianggap biasa saja atau sudah seharusnya.

Seorang pemimpin mesti segera menepis dugaan ini. Jika tidak, anak buah bisa mulai bermalas-malasan bahkan sengaja bekerja di bawah standar karena yakin pimpinannya gak betul-betul peduli. Lagi pula, minimnya apresiasi merupakan penyebab utama dari anak buah kehilangan motivasi.

Sebelum mereka merasa bekerja sebaik apa pun tak bakal dilihat oleh atasan, lebih baik pemimpin belajar mengapresiasi setidaknya melalui kata-kata. Tentu akan lebih baik lagi apabila pujian atas hasil kerja yang luar biasa juga disertai dengan adanya bonus yang dapat langsung dinikmati oleh karyawan yang berprestasi serta keluarganya. Reward yang lengkap melipatgandakan kebahagiaan anak buah.

3. Tambah semangat dalam bekerja

6 Pentingnya Menjadi Pemimpin yang Bisa Memuji Hasil Kerja Anak Buahilustrasi suasana kantor (pexels.com/Yan Krukau)

Semangat kerja anak buah sangat utama dalam menentukan maju atau mundurnya suatu organisasi. Pemimpin sehebat apa pun gak akan bisa bekerja sendirian. Oleh sebab itu, jangan pelit pujian atau anak buah yang merasa kerja kerasnya kurang dihargai bakal hengkang satu per satu.

Daripada pemimpin repot mencari orang-orang baru dan melatihnya dari awal, tentu lebih baik berusaha mempertahankan orang-orang lama yang kinerjanya terbukti memuaskan. Pastikan mereka tahu soal ini dengan pemimpin memuji hasil kerja keras yang baik apalagi di atas rata-rata. Pujian yang didapatkan menambah alasan anak buah untuk bertahan.

Bahkan mereka bukan cuma memutuskan tidak pergi, melainkan terdorong buat bekerja dengan lebih baik lagi. Terlebih jika saat memuji, pimpinan memberikan penjelasan tentang poin plus dari hasil kerja mereka. Bukan sekadar kata-kata manis untuk melambungkan hati tanpa ada kejelasan ditujukan buat hal apa.

dm-player

Baca Juga: 5 Tanda Pemikir Tingkat Tinggi, Pemimpin yang Bijak

4. Gak adil bila pemimpin cuma mengomel saat merasa tak puas

6 Pentingnya Menjadi Pemimpin yang Bisa Memuji Hasil Kerja Anak Buahilustrasi kekompakan tim (pexels.com/Mikhail Nilov)

Pemimpin tentu berhak marah kalau anak buah bekerja dengan asal-asalan. Bagaimanapun juga, mereka diterima bekerja di sana dan dibayar dengan memadai untuk memberikan hasil kerja yang terbaik. Kinerja yang buruk gak mungkin dibiarkan begitu saja karena akan terus mengalami penurunan.

Namun, pemimpin harus mampu bersikap adil sehingga anak buah juga berkesempatan memperoleh pujian ketika hasil kerjanya memuaskan. Adanya keseimbangan antara peluang dipuji dengan diomeli membuat mereka lebih termotivasi dalam bekerja. Bila cuma buruknya hasil kerja yang disorot, orang merasa bersusah payah untuk hasil yang lebih baik pun percuma. 

Seorang pemimpin harus belajar mengekspresikan seluruh perasaannya secara terukur. Artinya, hasil kerja anak buah yang kurang baik tak perlu bikin kemarahannya luar biasa. Sedang hasil kerja yang istimewa perlu diakui dengan memberikan pujian serta ucapan terima kasih.

5. Makin memahami keinginan pimpinan

6 Pentingnya Menjadi Pemimpin yang Bisa Memuji Hasil Kerja Anak Buahilustrasi pemimpin di kantor (pexels.com/RDNE Stock project)

Saat anak buah memperoleh teguran bahkan omelan atas kesalahannya dan hasil kerja yang buruk, tentu mereka akan belajar menghindari kesalahan yang sama. Tujuannya satu, mereka gak mau dimarahi lagi oleh atasan. Akan tetapi, kekeliruan yang tak diulangi tidak menjamin hasil kerja mereka bakal jauh lebih memuaskan.

Boleh jadi hasil kerjanya cuma biasa-biasa saja dan kurang berdampak buat kemajuan bersama. Mereka hanya fokus pada hal-hal yang paling tidak disukai atasan. Bukan tertantang untuk memenuhi keinginannya yang sesungguhnya.

Kalau dibayangkan, anak buah hanya menghindari jatuh ke jurang, tetapi tak termotivasi buat mendaki ke puncak gunung. Pemimpin tentu menghendaki kedua hal tersebut supaya organisasi yang dipimpinnya meraih kejayaan. Maka pujilah anak buah yang mampu bergerak mendekati puncak gunung agar dia terus bergerak ke sana selagi kawan-kawannya mengikuti.

6. Menciptakan suasana kerja yang lebih menyenangkan

6 Pentingnya Menjadi Pemimpin yang Bisa Memuji Hasil Kerja Anak Buahilustrasi suasana kantor (pexels.com/Yan Krukau)

Dengan segala kesibukannya, seorang pemimpin barangkali agak jarang bertemu dengan setiap anak buahnya. Kehadirannya pun terbilang singkat-singkat seperti ketika memimpin rapat, mengevaluasi kinerja, atau memberikan instruksi secara langsung. Ini sebabnya sering ada rasa canggung yang kuat antara anak buah dengan atasan maupun sebaliknya.

Menghindari rasa canggung dengan mempersingkat pertemuan tentu bukan solusi yang tepat. Karyawan malah akan makin merasa berjarak dari pimpinannya. Pujian dapat dipakai sebagai cara mengapresiasi hasil kerja yang baik sekaligus membangun kedekatan antara pemimpin dengan stafnya. 

Tidak ada orang yang bersikap dingin ketika dipuji. Mereka pasti merasa lega dan menjadi lebih rileks ketika berhadapan dengan atasan. Jika pujian konsisten diberikan pada orang yang berhak menerimanya, suasana kerja akan lebih menyenangkan. Setiap orang merasa lebih bersemangat, gembira, serta menilai pemimpin mereka secara positif.

Pujian untuk hasil kerja yang memuaskan adalah bentuk lain dari imbalan. Meski begitu, pemberian pujian juga perlu selektif supaya anak buah yang mendapatkannya merasa hal tersebut betul-betul istimewa. Jika pemimpin terlalu mudah memuji padahal hasil kerja belum mencapai standar, nanti mereka malah mengira standarnya sudah diturunkan sehingga tak terdorong untuk bekerja dengan lebih baik lagi.

Baca Juga: 6 Fungsi Penting Keterampilan Berkomunikasi bagi Seorang Pemimpin

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Penulis fiksi maupun nonfiksi. Lebih suka menjadi pengamat dan pendengar. Semoga apa-apa yang ditulis bisa memberi manfaat untuk pembaca. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya