Kerja remote memang memberi fleksibilitas yang bikin banyak orang jatuh cinta. Namun di balik kebebasan tanpa commute, jam kerja sering jadi kabur dan berujung begadang tanpa sadar. Banyak pekerja remote baru menyadari pola tidurnya berantakan saat mata sulit terpejam. Dari sinilah insomnia perlahan muncul sebagai “efek samping” kerja remote yang jarang dibicarakan.
Masalahnya bukan sekadar kurang tidur, tapi jam biologis yang bergeser tanpa kita sadari. Kerja remote membuat batas antara kerja, istirahat, dan hiburan jadi tipis. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mengganggu fokus, mood, bahkan kesehatan jangka panjang. Supaya istirahat tetap seimbang, berikut lima tips realistis mengatur jam tidur buat pekerja remote yang bisa diterapkan tanpa terasa menyiksa.
