Pygmalion effect mengacu pada konsep psikologis di mana ekspektasi yang lebih tinggi dapat mempengaruhi perilaku orang tersebut. Dari Simply Psychology, konsep ini pertama kali dideskripsikan oleh Jacobson dan Rosenthal pada 1968, mengambil nama patung dari mitos Yunani bernama Pygmalion, yang menggambarkan sebuah ekspektasi besar seorang pematung terhadap karyanya yang menyebabkan patung itu hidup. Intinya, saat pemimpin mengharapkan keyakinan pada orang lain, mereka justru bekerja lebih baik.
Dalam dunia kerja, kalau seorang atasan mempunyai harapan tinggi pada karyawan, maka mereka cenderung akan bekerja lebih baik dalam memenuhi ekspektasi tersebut. Sebaliknya, kalau atasan mempunyai harapan yang rendah, karyawan tersebut cenderung bekerja kurang maksimal.
Yuk, mengenal lebih dekat dengan Pygmalion effect dalam dunia kerja dan cara mengaplikasikannya. Selamat membaca!
