Di ruang rapat, ide seharusnya jadi milik bersama yang dihargai berdasarkan kualitas, bukan siapa yang menyampaikannya. Namun kenyataannya, banyak perempuan mengalami situasi ketika ide mereka diambil alih atau dijelaskan ulang oleh rekan pria dengan nada merendahkan. Fenomena ini dikenal sebagai mansplaining dan sering terjadi secara halus, tapi dampaknya bisa menggerus kepercayaan diri. Jika dibiarkan, situasi ini bukan cuma melelahkan secara emosional, tapi juga menghambat kesetaraan gender di kantor.
Menghadapi mansplaining bukan berarti harus konfrontatif atau emosional. Ada cara-cara elegan dan asertif yang bisa kamu gunakan agar ide tetap diakui tanpa menciptakan konflik terbuka. Dengan strategi komunikasi yang tepat, kamu bisa menjaga profesionalitas sekaligus memperkuat posisi sebagai perempuan bekerja yang kompeten. Yuk, simak lima cara elegan menghadapi mansplaining di ruang rapat!
