Comscore Tracker

8 Cara Jitu Berdamai dengan Homesick, Bagi Anak Rantau

Semangat anak rantau!

Bagi kamu mahasiswa baru yang tak lama lagi akan merantau jauh dari kampung halaman, tampaknya artikel ini dipersembahkan untuk kamu. Merantau bukanlah perkara mudah. Apalagi jika ini adalah pertama kalinya kamu harus hidup mandiri. Keinginan pulang yang menggebu, keuangan yang serba terbatas serta jadwal kuliah yang tidak bisa diajak kompromi, menjadi masalah yang harus dihadapi oleh anak rantau.

Homesick menjadi istilah yang akrab dengan kehidupan anak rantau yang harus ditelan bulat-bulat. Meskipun sulit, tekad kuat kuat untuk mengejar cita-cita tak boleh kalah. Inilah delapan tips jitu yang akan membantumu berdamai dengan homesick sebagai anak rantau.

1. Ingat, rasa rindu itu normal

8 Cara Jitu Berdamai dengan Homesick, Bagi Anak Rantauilustrasi laki-laki berdiri (unsplash.com/AtlasGreen)

Tanamkan pada dirimu sendiri bahwa memiliki rasa rindu itu adalah sesuatu yang normal. Merasakan rindu bukanlah suatu kelemahan. Menyangkal rasa rindu hanya akan memperburuk keadaan.

Rasa rindu adalah perasaan yang wajar dialami setiap orang. Namun, usahakan jangan terlalu lama dan secukupnya saja, agar tidak mengganggu produktivitasmu sehari-hari.

2. Menjaga komunikasi dengan orang rumah

8 Cara Jitu Berdamai dengan Homesick, Bagi Anak Rantauilustrasi perempuan sedang menelpon (unsplash.com/TaylorGrote)

Mulailah menjadwalkan secara rutin untuk menghubungi keluarga di rumah. Jangan hanya mengandalkan ­chat, cobalah untuk melakukan panggilan telpon atau bahkan video call.

Pastikan kamu menghubungi keluarga minimal seminggu sekali. Namun jangan terlalu sering, frekuensi yang terlalu sering hanya akan menjadikanmu semakin rindu.

3. Jangan menghabiskan waktu terlalu lama di kamar

8 Cara Jitu Berdamai dengan Homesick, Bagi Anak Rantauilustrasi perempuan menyendiri di kamar (unsplash.com/KingaCichewicz)

Bagi anak rantau, kamar kos sudah seperti tempat pelarian sementara. Terutama ketika rasa rindu terhadap keluarga, mulai menyerang. Namun, terlalu lama berdiam diri di kamar tidak akan menyelesaikan masalah. Mengisolasi diri sendiri di dalam kamar hanya akan menciptakan banyak waktu luang.

Tanpa kamu sadari, kamu akan mulai memikirkan hal-hal yang lebih jauh, seperti membayangkan apa saja yang ingin kamu lakukan jika kamu berada di rumah. Hal ini justru akan menjadikanmu semakin ingin pulang.

4. Ciptakanlah kesibukan

8 Cara Jitu Berdamai dengan Homesick, Bagi Anak Rantauilustrasi forum diskusi (unsplash.com/Priscilla Du Preez)

Kebosanan adalah salah satu pemicu munculnya rasa rindu. Mulailah untuk melawan rasa bosanmu dengan melibatkan diri dalam berbagai kegiatan di kampus.

Kamu bisa mengikuti organisasi, klub olahraga, kegiatan relawan, atau kegiatan kampus lainnya. Mengikuti berbagai kegiatan tidak hanya akan mengurangi rasa rindumu terhadap rumah, tapi juga akan menjadikan waktumu lebih produktif.

Baca Juga: 5 Hikmah di Balik Homesick yang Kamu Rasakan, Lebih Kuat dan Mandiri

5. Fokus pada kehidupan nyata, bukan dunia maya

8 Cara Jitu Berdamai dengan Homesick, Bagi Anak Rantauilustrasi mahasiswa (unsplash.com/Element5Digital)

Ketika rasa rindu menyerang, sebaiknya kamu jangan terlalu banyak membuka media sosial. Media sosial zaman sekarang cenderung menjadi tempat orang-orang berbagi kebahagiaan. Hal ini akan menjadikanmu semakin sedih, sebab kamu akan merasa bahwa dirimu tidak dapat sebahagia mereka.

Padahal kenyataannya, bisa saja mereka tidak sebahagia yang kamu pikir. Kamu harus ingat bahwa media sosial hanya menunjukkan sisi dangkal dari kehidupan seseorang.

6. Berkumpul dengan teman-teman terdekat

8 Cara Jitu Berdamai dengan Homesick, Bagi Anak Rantauilustrasi persahabatan (unsplash.com/SimonMaage)

Teman terdekat adalah keluarga di tanah rantau. Cobalah untuk mengatur jadwal menyenangkan bersama teman-temanmu seperti memasak, menonton film, atau sekedar mengobrol bersama.

Bahkan jika dirasa perlu, kamu bisa menceritakan rasa rindumu dengan keluarga di rumah, kepada mereka. Meski tak selalu menemukan solusi, setidaknya kamu akan merasa lebih baik. Semakin banyak waktu yang kamu habiskan bersama teman-temanmu, maka kamu akan semakin mudah teralihkan dari rasa rindu.

7. Jangan ragu mengeksplorasi lingkungan

8 Cara Jitu Berdamai dengan Homesick, Bagi Anak Rantauilustrasi orang sedang menyetir menikmati kebebasan (unsplash.com/averiewoodard)

Ketika kamu berada di lingkungan yang belum kamu kenal, hal ini akan menjadi faktor kuat yang akan membuatmu merasa rindu dengan rumah. Jadi sebaiknya kamu menyisihkan waktu untuk menjelajahi kota rantauan.

Cobalah untuk berkelana, mungkin kamu akan menemukan banyak tempat bagus yang tidak kamu ketahui sebelumnya. Semoga dengan cara ini dapat menjadikanmu merasa lebih betah. Jangan sampai, setelah kamu tidak di sana lagi, kamu baru menyesal karena melewatkan banyak tempat-tempat menarik dari kota rantauanmu itu.

8. Buat rencana kepulangan

8 Cara Jitu Berdamai dengan Homesick, Bagi Anak Rantauilustrasi di bandara (unsplash.com/JESHOOTS.COM)

Rencanakan kepulanganmu, sehingga kamu memiliki sesuatu untuk ditunggu. Jika rasa rindu sudah sangat menggebu, kamu bisa merencakan kepulangan di akhir pekan. Namun, jika tidak memungkinkan itu artinya kamu harus bersabar menunggu libur panjang.

Jika perlu, kamu bisa menandai tanggal kepulanganmu di kalender dan mulai menghitung mundur, ini akan menjadi motivasi yang baik untuk terus belajar. Rencanakan perjalananmu dengan sebaik-baiknya, jangan lupa siapkan oleh-oleh untuk orang rumah, ya.

Demikianlah beberapa cara jitu yang bisa dilakukan oleh anak rantau ketika homesick menyerang. Perlu diingat, bahwa jarak yang telah kamu korbankan pasti akan dibalas kebahagiaan di suatu hari nanti. Jadilah anak rantau yang kuat dan mandiri. Semangat untuk membuat keluargamu bangga!

Baca Juga: 6 Drama Korea Bertema Keluarga Ini Bisa Sukses Obati Homesick-mu

Caressa lina Photo Verified Writer Caressa lina

nothing special about me

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Hella Pristiwa

Berita Terkini Lainnya