ilustrasi melakukan penilaian kinerja (pexels.com/RDNE Stock project)
Penilaian SKP bawahan e-Kinerja tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Untuk aspek penilaiannya, terdapat beberapa aspek yang dapat dijadikan penilaian terhadap SKP bawahan. Berikut ini aspek penilaian dan penjelasannya.
1. Penilaian SKP berdasarkan realisasi kerja
Setelah SKP disepakati, atasan dapat menilai kinerja bawahan berdasarkan realisasi yang telah diinput ke e-Kinerja. Penilaian didasarkan pada hasil yang dicapai baik dari sisi kuantitas, kualitas, dan waktu.
Jika realisasi kerja melebihi target, maka nilai SKP dapat lebih dari 100 (seratus). Namun, jika SKP tidak tercapai dikarenakan oleh faktor di luar kemampuan individu, maka penilaian didasarkan pada pertimbangan kondisi dan penyebabnya.
2. Penilaian berdasarkan perilaku kerja ASN
Selain capaian SKP, cara menilai SKP bawahan di e-Kinerja juga mencakup penilaian perilaku kerja ASN. Aspek penilaian ini merujuk pada orientasi pelayanan, integritas, komitmen, disiplin, kepemimpinan, dan kerja sama tim.
Penilaian perilaku kerja juga penting untuk melihat sikap dan etika bawahan dalam menjalankan tugas sehari-hari, tidak hanya hanya pada hasil akhir pekerjaan.