Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
bekerja
ilustrasi bekerja (pexels.com/Arina Krasnikova)

Intinya sih...

  • Tambahan reward berupa materi dapat meningkatkan semangat kerja

  • Pujian atasan memiliki dampak positif terhadap motivasi karyawan

  • Peluang karier naik menjadi faktor penambah semangat kerja yang penting

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semangat dalam bekerja penting karena kamu akan menjalani suatu pekerjaan sampai mendekati umur rata-rata orang tutup usia. Maknanya, bekerja akan menjadi aktivitas sehari-hari yang sangat panjang. Kalau dirimu tidak memiliki semangat yang tinggi, pekerjaan seringan apa pun bakal terasa berat bagimu.

Tentu semangat kerja tidak bisa stabil. Kadang ada naik dan turunnya. Namun, dirimu mesti memastikan secara umum kamu mempunyai antusiasme yang tinggi tiap tiba waktunya mulai bekerja.

Rasa semangat dalam bekerja dapat datang dari internal maupun eksternal. Kadang dirimu perlu menciptakan situasi tertentu agar gak loyo. Namun, ada pula hal-hal dari luar yang meningkatkan motivasimu. Bekerja bakal lebih menarik apabila terdapat setidaknya satu dari tujuh penambah semangat kerja berikut ini.

1. Tambahan reward berupa materi

ilustrasi bekerja (pexels.com/Gustavo Fring)

Bukan hal yang dangkal kalau semangat kerjamu langsung berkobar jika ada iming-iming reward berupa materi. Memang tujuan utama orang bekerja pasti mencari uang. Wajar bila peluang kamu memperoleh uang lebih banyak juga bikin suatu pekerjaan lebih menarik.

Terpenting sumber uang dan tugas yang diberikan bukan sesuatu yang buruk. Reward materi yang bikin ngiler misalnya, ada kelipatan bonus jika target yang tercapai juga berlipat. Dirimu siap gas pol demi saldo tabungan gendut.

2. Pujian atasan

ilustrasi bersama atasan (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Atasan berbeda dengan teman biasa bukan hanya karena posisi dan kewenangannya. Soal pujian, atasan punya ukuran yang berbeda dibandingkan kawan-kawanmu. Atasan biasanya tidak memuji sekadar untuk menyenangkan hati anak buahnya.

Juga bukan cuma buat menghangatkan obrolan. Ia akan mengukur betul kinerjamu dan menentukan kamu pantas dipuji atau tidak. Ketika dirimu mendapatkan pujian atas kinerja darinya, gak usah menunggu besok. Sisa beberapa jam kerja di hari itu pun bakal dilalui dengan semangat membara sekalipun sudah sore.

3. Peluang karier naik

ilustrasi bekerja (pexels.com/Luke Miller)

Bekerja juga butuh harapan akan pengembangan karier. Walaupun sejauh ini gajimu lumayan, bila tak ada peluang kariermu berkembang pasti kamu menjadi malas sekaligus ketar-ketir. Katakanlah umurmu masih 25 tahun, tapi terancam di posisi yang sama sampai usia 55 tahun.

Jika karier stagnan, pendapatan juga mungkin lama-kelamaan gak cukup. Kenaikannya tidak sepadan dengan biaya hidup. Sementara apabila kariermu dapat berkembang dan posisimu kian tinggi, perubahan penghasilan lebih siginifikan.

4. Tertular semangat kawan-kawan sekantor

ilustrasi suasana kerja (pexels.com/Kindel Media)

Sedikit banyak kamu adalah teman-temanmu. Maksudnya, mereka berpengaruh cukup besar terhadap tinggi atau rendahnya semangat kerjamu. Kalau saat dirimu pertama bekerja saja telah dikelilingi orang-orang yang etos kerjanya rendah pasti terpengaruh.

Semangat kerjamu cuma gede di awal. Sebentar kemudian kamu sudah sama loyonya dengan mereka dalam mengerjakan berbagai tugas. Sebaliknya apabila semangat kerja mereka tinggi, dirimu yang aslinya pemalas bisa berubah lebih baik.

5. Orang-orang tercinta

ilustrasi bekerja (pexels.com/Karola G)

Menjadi pencari nafkah utama untuk keluarga memang berat. Kadang ingin rasanya kamu berkeluh kesah serta berhenti saja. Kamu membayangkan betapa enaknya kalau cuma memikirkan diri sendiri.

Namun, faktanya keberadaan orang-orang terkasih di belakangmu justru menjadi sumber semangat. Tanpa sadar dirimu bekerja lebih giat daripada saat masih lajang. Bukan semata-mata buat memenuhi kebutuhan mereka, melainkan membuktikan cintamu yang rela ditebus dengan rasa lelah setiap hari.

6. Tujuan keuangan yang jelas

ilustrasi bekerja (pexels.com/Edmond Dantès)

Cari uang terus tanpa tahu mau buat apa pada akhirnya akan membuatmu merasa itu sia-sia. Bukan cuma tabungan yang kemudian dihabiskan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Pekerjaan pun ikut disia-siakan.

Beda sekali apabila kamu memiliki tujuan keuangan yang jelas. Misalnya, dirimu ingin segera menikah, mengumpulkan uang buat beli rumah, atau mencari modal untuk suatu saat nanti membangun usaha sendiri. Semangat kerja bakal lebih tinggi.

7. Bidang kerja yang disukai

ilustrasi teman kerja (pexels.com/Arina Krasnikova)

Sebagian orang mencari bidang kerja yang disukai bukan tanpa alasan. Sebab kesesuaian antara minat dengan pekerjaan sangat membantu untuk memelihara semangat. Sebaliknya, tambah seseorang sebal dengan bidang kerjanya, kerjanya pun ikut ogah-ogahan.

Saat kamu beruntung bekerja di bidang yang disukai, gak butuh banyak alasan lagi untuk semangatmu terjaga. Dirimu punya daya tahan yang lebih tinggi ketika berhadapan dengan berbagai masalah terkait pekerjaan. Mungkin kamu tak mengenal istilah burnout.

Semangat kerja tidak bisa tinggi terus. Akan tetapi, bekerja dengan semangat rendah dari hari ke hari bahkan sampai tahun demi tahun sama dengan menyia-nyiakan dua hal. Pertama, waktu sekaligus usiamu. Kedua, kesempatan mengembangkan hidup dan membuatnya lebih bermakna melalui pekerjaanmu. Oleh sebab itu, harus ada penambah semangat kerja agar dirimu tetap termotivasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team