Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Peran Emergency Response Team (ERT) yang Wajib Ada di Perusahaan

5 Peran Emergency Response Team (ERT) yang Wajib Ada di Perusahaan
ilustrasi para pekerja ERT (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)
Intinya Sih
  • Emergency Response Team (ERT) dibentuk untuk menangani keadaan darurat di perusahaan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi demi melindungi karyawan serta aset dari risiko serius.
  • ERT berperan dalam respons awal, evakuasi terstruktur, pertolongan pertama, serta pengendalian sumber bahaya agar dampak insiden dapat diminimalkan secara efektif.
  • Melalui simulasi dan evaluasi rutin, ERT memastikan kesiapsiagaan seluruh karyawan sekaligus memperkuat budaya keselamatan dan sistem tanggap darurat perusahaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Setiap perusahaan, baik di sektor industri, perkantoran, maupun konstruksi, memiliki potensi risiko keadaan darurat. Kebakaran, gempa bumi, kebocoran bahan kimia, hingga kecelakaan kerja bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan. Jika tidak ditangani dengan cepat dan terstruktur, dampaknya dapat merugikan karyawan, aset perusahaan, bahkan reputasi bisnis.

Di sinilah peran Emergency Response Team (ERT) menjadi sangat vital. ERT adalah tim yang dibentuk dan dilatih secara khusus untuk merespons keadaan darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Berikut lima peran strategis Emergency Response Team yang wajib ada di perusahaan.

1. Respon cepat terhadap situasi darurat

ilustrasi memadamkan api
ilustrasi memadamkan api (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Peran utama ERT adalah memberikan respons pertama saat terjadi keadaan darurat. Mereka menjadi garda terdepan sebelum bantuan eksternal seperti pemadam kebakaran atau tim medis datang ke lokasi. Kecepatan respons ini sangat menentukan tingkat keparahan dampak yang ditimbulkan.

ERT dilatih untuk tetap tenang dalam situasi krisis dan mengambil keputusan cepat berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan. Tindakan awal yang tepat dapat mencegah eskalasi insiden serta menyelamatkan nyawa dan aset perusahaan.

2. Melaksanakan prosedur evakuasi yang terstruktur

ilustrasi melakukan evakuasi
ilustrasi melakukan evakuasi (pexels.com/Mikhail Nilov)

Saat terjadi keadaan darurat, proses evakuasi harus dilakukan secara tertib dan terorganisir. ERT bertugas mengarahkan karyawan menuju titik kumpul (muster point) sesuai jalur evakuasi yang telah ditentukan.

Selain itu, mereka memastikan tidak ada karyawan yang tertinggal di area berbahaya. Proses pendataan ulang di titik kumpul juga menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh personel dalam kondisi aman.

3. Memberikan pertolongan pertama pada korban

ilustrasi memberi pertolongan pertama
ilustrasi memberi pertolongan pertama (pexels.com/ikhail Nilov)

RT biasanya dilengkapi dengan pelatihan pertolongan pertama (P3K) dan penggunaan alat medis dasar seperti kotak P3K, tandu, atau Automated External Defibrillator (AED). Ketika terjadi cedera atau kondisi darurat medis, tim inilah yang memberikan penanganan awal.

Pertolongan pertama yang cepat dan tepat dapat mencegah kondisi korban memburuk sebelum tenaga medis profesional tiba. Hal ini menunjukkan betapa strategisnya peran ERT dalam menjaga keselamatan karyawan.

4. Mengendalikan dan meminimalkan dampak insiden

ilustrasi mengendalikan insiden
ilustrasi mengendalikan insiden (pexels.com/Oscar Sánchez)

Selain evakuasi dan pertolongan pertama, ERT juga bertugas melakukan pengendalian awal terhadap sumber bahaya. Misalnya, menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk memadamkan kebakaran kecil atau mengamankan area dari kebocoran bahan berbahaya.

Tindakan pengendalian dini ini sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih luas. Dengan sistem respons yang baik, perusahaan dapat meminimalkan kerugian finansial maupun operasional akibat insiden.

5. Melakukan simulasi dan evaluasi berkala

ilustrasi melakukan evaluasi
ilustrasi melakukan evaluasi (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Peran strategis ERT tidak hanya saat terjadi insiden, tetapi juga dalam tahap pencegahan dan kesiapsiagaan. Mereka mengadakan simulasi darurat seperti fire drill atau latihan evakuasi secara berkala untuk memastikan seluruh karyawan memahami prosedur yang harus diikuti.

Setelah simulasi dilakukan, ERT bersama manajemen melakukan evaluasi untuk melihat kekurangan dan area yang perlu ditingkatkan. Proses ini membantu perusahaan membangun sistem tanggap darurat yang semakin efektif dari waktu ke waktu.

Emergency Response Team (ERT) bukan sekadar formalitas dalam struktur organisasi perusahaan. Mereka adalah garda terdepan dalam menghadapi situasi darurat dan memastikan keselamatan seluruh karyawan tetap terjaga.

Dengan lima peran strategis ini mulai dari respons cepat hingga evaluasi berkala ERT menjadi elemen penting dalam membangun budaya keselamatan dan manajemen risiko yang kuat di lingkungan perusahaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More