ilustrasi membuat portofolio (pexels.com/VAZHNIK)
CV masih menjadi dokumen penting dalam proses melamar kerja, tetapi fungsinya kini lebih banyak sebagai ringkasan pengalaman dan pendidikan. Sebaliknya, portofolio digital memberikan bukti nyata mengenai kemampuan yang dimiliki seseorang.
Recruiter dapat melihat langsung proyek yang pernah dikerjakan, hasil desain, artikel, aplikasi, penelitian, maupun pencapaian lain yang tidak dapat dijelaskan secara mendalam dalam CV. Selain membantu recruiter, portofolio digital juga mendukung proses seleksi yang dilakukan menggunakan AI.
Banyak perusahaan mulai mengombinasikan analisis CV dengan profil LinkedIn, website pribadi, GitHub, Behance, atau media digital lain untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kandidat. Karena itu, memiliki portofolio digital yang rapi dan mudah diakses menjadi nilai tambah yang signifikan.
"Portofolio digital adalah tempat untuk memamerkan karya yang paling kamu banggakan, menunjukkan pengalaman profesional, dan memamerkan keterampilan. Di pasar kerja saat ini, portofolio yang terformat dengan baik sama pentingnya dengan resume yang mengesankan," demikian laporan Career Group Companies, perusahaan menetapkan standar tinggi dalam perekrutan.