Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ahli enkripsi
ilustrasi bekerja dengan data (pexels.com/Julio Lopez)

Zaman digital seperti saat ini membuat hampir semua aktivitas bersentuhan dengan internet. Mulai dari belanja online, kerja, sampai urusan finansial, semuanya tersimpan dalam sistem digital. Di balik kemudahan itu, ada satu risiko besar yang sering disepelekan, yakni ancaman keamanan siber.

Data bocor, akun diretas, hingga sistem lumpuh bisa terjadi kapan saja kalau gak dijaga dengan serius. Di sinilah peran cybersecurity analyst jadi sangat krusial. Profesi ini bukan cuma soal “mengamankan komputer”, melainkan tentang menjaga aset digital perusahaan dari berbagai serangan siber yang makin canggih. Berikut penjelasan lengkapnya!

1. Apa saja tanggung jawab cybersecurity analyst?

ilustrasi bekerja (pexels.com/Christina Morillo)

Jobdesk utama cybersecurity analyst adalah memantau, mendeteksi, dan mencegah ancaman keamanan pada sistem dan jaringan perusahaan. Kamu akan rutin melakukan monitoring terhadap aktivitas mencurigakan. Selain itu, kamu juga menganalisis log sistem, serta memastikan tidak ada celah keamanan yang bisa dimanfaatkan hacker.

Kamu juga bertanggung jawab menangani insiden keamanan ketika terjadi serangan siber. Mulai dari mengidentifikasi sumber masalah, meminimalkan dampak, hingga memastikan sistem kembali normal. Di banyak perusahaan, cybersecurity analyst juga terlibat dalam pembuatan kebijakan keamanan, seperti standar password, manajemen akses user, dan prosedur penggunaan data agar lebih aman.

2. Perannya dalam pencegahan dan mitigasi serangan siber

ilustrasi kejahatan siber (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Cybersecurity analyst gak cuma bekerja setelah masalah terjadi, tapi justru fokus pada pencegahan. Kamu akan melakukan vulnerability assessment dan penetration testing untuk menemukan celah keamanan sebelum dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab. Dengan cara ini, risiko serangan bisa ditekan sejak awal.

Selain itu, kamu juga berperan dalam edukasi internal. Banyak insiden keamanan justru terjadi karena human error, seperti klik link phishing atau pakai password lemah. Cybersecurity analyst sering bekerja sama dengan tim lain untuk meningkatkan kesadaran soal keamanan digital, sehingga seluruh sistem perusahaan lebih siap menghadapi ancaman siber.

3. Skill teknis yang wajib kamu kuasai

ilustrasi bekerja (pexels.com/cottonbro)

Untuk jadi cybersecurity analyst, kamu perlu menguasai beberapa skill teknis. Pemahaman tentang jaringan komputer, sistem operasi (terutama Linux dan Windows), serta konsep dasar keamanan informasi adalah pondasi utama. Kamu juga perlu familiar dengan tools keamanan seperti firewall, IDS/IPS, SIEM, dan antivirus enterprise.

Selain itu, kemampuan analisis sangat penting. Kamu harus bisa membaca pola serangan, memahami jenis-jenis malware, phishing, ransomware, hingga DDoS attack. Basic scripting dengan Python atau Bash juga jadi nilai tambah, karena membantu dalam automation dan analisis data keamanan. Semakin kamu paham cara kerja sistem, semakin cepat kamu mendeteksi ancaman.

4. Kualifikasi, latar belakang, dan sertifikasi pendukung

ilustrasi bekerja (pexels.com/cottonbro)

Secara umum, cybersecurity analyst berasal dari latar belakang pendidikan Teknik Informatika, Sistem Informasi, atau Ilmu Komputer. Namun, seperti banyak profesi IT lainnya, jalur masuknya cukup fleksibel. Banyak profesional cybersecurity yang memulai dari posisi IT support, network engineer, atau system administrator.

Sertifikasi jadi salah satu faktor penting yang bisa meningkatkan peluang karier kamu. Sertifikasi seperti CompTIA Security+, CEH (Certified Ethical Hacker), CISSP, atau Security Analyst dari vendor tertentu sering dicari oleh perusahaan. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa kamu punya pemahaman standar industri dan siap menghadapi tantangan keamanan siber di dunia nyata.

5. Peluang karier dan prospek gaji cybersecurity analyst

ilustrasi menghitung uang (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Peluang karier cybersecurity analyst bisa dibilang sangat luas dan terus berkembang. Hampir semua sektor membutuhkan tenaga keamanan siber, mulai dari startup, perbankan, fintech, e-commerce, hingga instansi pemerintahan. Dari posisi junior, kamu bisa berkembang menjadi Senior Cybersecurity Analyst, Security Engineer, SOC Manager, hingga Chief Information Security Officer (CISO).

Soal gaji, profesi ini dikenal punya nilai tinggi di pasar kerja. Di Indonesia, gaji cybersecurity analyst level pemula saja mulai dari belasan juta rupiah per bulan. Untuk level menengah hingga senior, angkanya bisa meningkat signifikan, apalagi jika kamu punya sertifikasi internasional dan pengalaman menangani insiden besar. Apalagi bekerja di perusahaan multinasional atau di luar negeri, potensi penghasilannya bisa jauh lebih besar.

Di era serba online seperti sekarang, ancaman siber akan terus berkembang, dan kebutuhan akan cybersecurity analyst diprediksi makin tinggi. Apakah kamu tertarik mencoba?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team