- Mengumpulkan dan menganalisis data operasional perusahaan
- Mengidentifikasi masalah operasional, contohnya masalah terkait rantai pasokan dan produksi
- Menyelesaikan masalah menggunakan berbagai strategi pemodelan
- Membuat laporan dan mendemonstrasikan solusi yang direkomendasikan
- Mengidentifikasi peluang perbaikan untuk meningkatkan kualitas proses bisnis
- Memastikan setiap proses bisnis berjalan efisien dan sesuai target
- Berkolaborasi dengan anggota tim untuk menangani masalah
- Membantu tim dalam pengambilan keputusan berbasis data
Jobdesk Operations Analyst, Perannya di Balik Keputusan Bisnis

- Operations analyst adalah profesional yang membantu menganalisis proses bisnis suatu perusahaan serta memberikan solusi berbasis data guna meningkatkan kinerja.
- Seorang operations analyst harus memiliki keterampilan yang memadai guna mendukung pekerjaannya, baik hard skill maupun soft skill.
- Profesi operations analyst punya jenjang karier yang jelas dan gaji yang menarik, mulai dari Rp8.000.000 hingga Rp100.000.000 per bulan tergantung pada levelnya.
Operations analyst, barangkali istilah tersebut terdengar asing di telinga beberapa orang. Meski begitu, di lingkungan kerja, peran operations analyst terbilang krusial loh, terlebih di era digital seperti saat ini ketika persaingan bisnis semakin ketat.
Lantas, apa itu operations analyst? Secara umum, operations analyst adalah profesional yang membantu menganalisis proses bisnis suatu perusahaan serta memberikan solusi berbasis data guna meningkatkan kinerja. Operations analyst bertujuan menganalisis data secara akurat guna menciptakan serta menyempurnakan rencana kerja perusahaan agar lebih efisien.
Peran mereka penting untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara tepat. Biar kamu lebih paham tentang jobdesk operations analyst, simak deh penjabaran berikut!
1. Tugas dan tanggung jawab utama

Sebagai seorang operations analyst, kamu punya tugas dan tanggung jawab yang bervariasi. Kamu bertanggung jawab dalam manajemen operasional perusahaan. Supaya lebih jelas, berikut kegiatan sehari-hari yang kamu lakukan sebagai operations analyst.
2. Skill dan kualifikasi yang dibutuhkan

Seorang operations analyst harus memiliki keterampilan yang memadai guna mendukung pekerjaannya. Sejumlah hard skill yang perlu dimiliki operations analyst adalah business analysis dan data analytic. Kamu bisa mempelajari keterampilan ini saat meraih gelar sarjana. Selain itu, kamu juga harus memiliki keterampilan mengoperasikan komputer. Biasanya operations analyst menggunakan perangkat lunak perkantoran standar, aplikasi basis data, serta CRM. Keterampilan matematika seperti kalkulus dan statistika juga perlu kamu kuasai.
Gak hanya hard skill, ada pula sejumlah soft skill yang perlu dimiliki operations analyst. Sejumlah soft skill tersebut seperti memiliki pola pikir analitis, keingintahuan yang tinggi, kemampuan berpikir kritis, kemampuan belajar secara cepat, kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi, komunikasi efektif, dan keterampilan dalam memecahkan masalah. Semua soft skill ini punya peran penting untuk mendukung profesionalitas kamu.
Kamu bisa mengasah dan meningkatkan keterampilan kamu dengan mengikuti pelatihan maupun sertifikasi operations analyst. Adapun terkait persyaratan pendidikan, untuk menjadi seorang operations analyst, kamu wajib bergelar sarjana. Jurusan atau bidang studi yang mendukung posisi ini seperti Statistika dan Matematika, Administrasi Bisnis, dan Teknik Industri.
3. Peluang karier dan prospek gaji

Profesi operations analyst punya jenjang karier yang jelas. Posisi ini juga banyak dibutuhkan di dunia modern saat ini. Hampir semua industri memerlukan peran operations analyst, seperti perusahaan teknologi, sektor keuangan dan perbankan, properti dan infrastruktur, manufaktur, ritel, e-commerce, dan konsultan manajemen.
Terkait jenjang karier, berikut gambaran perkembangan karier operations analyst dari tingkat rendah ke tingkat yang lebih tinggi.
- Junior Operations Analyst
- Senior Operations Analyst
- Operations Manager
- Director of Operations
Lantas, berapa gaji profesi operations analyst? Gaji operations analyst bisa bervariasi tergantung pada lokasi, pengalaman, pendidikan, dan perusahaan tempat bekerja. Dilansir laman dinaspajak.com, perkiraan gaji operations analyst per bulan adalah Rp8.000.000 hingga Rp15.000.000 untuk level entry atau fresh graduate.
Adapun untuk level yang lebih tinggi, perkiraan gajinya ialah sebagai berikut.
- Senior Operations Analyst: Rp12.000.000 hingga Rp20.000.000 per bulan
- Manager Operations Analyst: Rp18.000.000 hingga Rp30.000.000 per bulan
- Director Operations Analyst: Rp25.000.000 hingga Rp40.000.000 per bulan
- Vice President Operations Analyst: Rp35.000.000 hingga Rp60.000.000 per bulan
- Executive Operations Analyst: Rp50.000.000 hingga Rp100.000.000 per bulan
Kenapa kamu harus memilih karier sebagai operations analyst? Hal ini karena profesi ini punya banyak manfaat. Gak hanya dari segi gaji yang menarik dan kompetitif, kamu juga bisa eksposur ke berbagai divisi dan terus mengembangkan keahlianmu. Sebagai operations analyst, kamu bisa bekerja bersama tim lintas fungsi.



















