Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi seseorang sedang bekerja (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi seseorang sedang bekerja (pexels.com/Mikhail Nilov)

Intinya sih...

  • Trello adalah project management tool populer dengan tampilan simpel dan visual

  • Asana cocok untuk proyek terstruktur dan detail, serta unggul dalam kolaborasi tim

  • ClickUp adalah tools 'serba bisa' dengan fitur lengkap dan time tracking bawaan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia kerja kantoran sekarang bergerak cepat, bahkan kadang terasa terlalu cepat untuk diikuti. Setiap hari ada saja email baru, chat masuk tanpa henti, rapat mendadak, dan deadline yang datang bersamaan. Banyak anak kantoran merasa sudah bekerja keras seharian, tapi hasilnya belum tentu terlihat jelas. Waktu habis, energi terkuras, namun progres terasa jalan di tempat. Kondisi seperti ini sering bukan karena kurang kemampuan, tapi karena kurang sistem yang membantu mengatur pekerjaan. Tanpa alat yang tepat, pekerjaan mudah berantakan dan fokus gampang buyar.

Di sinilah project management dan time tracking tools jadi penyelamat hidup anak kantoran. Tools ini membantu kita memetakan pekerjaan, membagi tugas, dan melihat progres secara nyata. Bukan cuma buat atasan atau manajer, tapi juga untuk staf, tim kecil, bahkan pekerja individu. Dengan bantuan tools, kita jadi tahu ke mana waktu kita benar-benar pergi setiap harinya. Selain itu, kolaborasi tim juga jadi lebih transparan dan minim miskomunikasi. Nah, biar kamu gak salah pilih, berikut lima tools yang wajib kamu kenal dan pertimbangkan untuk dipakai.

1. Trello

ilustrasi seseorang sedang bekerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Trello adalah salah satu project management tool yang paling populer karena tampilannya yang simpel dan visual. Konsep papan, kolom, dan kartu membuat pekerjaan terasa seperti sedang menyusun catatan tempel. Setiap kartu mewakili satu tugas yang bisa dipindahkan sesuai tahap pengerjaannya. Anak kantoran yang suka to-do list biasanya langsung klik dengan cara kerja Trello. Tanpa perlu belajar lama, pengguna baru bisa langsung produktif sejak hari pertama. Kesederhanaan inilah yang membuat Trello digemari banyak tim.

Dalam penggunaan sehari-hari, Trello cocok untuk proyek kecil hingga menengah. Setiap kartu bisa diisi checklist, tenggat waktu, komentar, dan lampiran file. Anggota tim bisa saling mention sehingga komunikasi tetap berada dalam satu konteks tugas. Walau gak memiliki fitur time tracking bawaan, Trello bisa diintegrasikan dengan aplikasi lain. Fleksibilitas ini membuat Trello bisa disesuaikan dengan berbagai kebutuhan kerja. Mulai dari tim kreatif, administrasi, sampai manajemen acara kantor.

2. Asana

ilustrasi seseorang bekerja (pexels.com/cottonbro studio)

Asana dikenal sebagai tools project management yang lebih terstruktur dan detail. Platform ini cocok untuk tim yang menangani proyek dengan banyak tahapan dan ketergantungan tugas. Setiap pekerjaan bisa dipecah menjadi subtask yang jelas dan terukur. Tampilan Asana memungkinkan pengguna melihat proyek dalam bentuk daftar, timeline, atau board. Anak kantoran yang suka kerja rapi biasanya merasa Asana sangat membantu. Semua terasa lebih terencana dan minim kejutan.

Asana juga unggul dalam hal kolaborasi dan pelacakan progres. Setiap anggota tim bisa melihat siapa mengerjakan apa dan kapan deadline-nya. Fitur notifikasi membantu memastikan gak ada tugas yang terlewat. Walau time tracking bukan fitur utama, Asana bisa dihubungkan dengan berbagai tools pelacak waktu. Hal ini membuat manajemen waktu dan proyek bisa berjalan beriringan. Untuk tim yang sering bekerja lintas divisi, Asana bisa jadi pilihan yang solid.

3. ClickUp

ilustrasi seseorang sedang bekerja (pexels.com/CoWomen)

ClickUp sering disebut sebagai tools 'serba bisa' karena fiturnya sangat lengkap. Dalam satu platform, kamu bisa mengatur proyek, mencatat waktu, membuat dokumen, hingga mengelola goal. Anak kantoran yang suka semua hal terpusat di satu tempat biasanya jatuh cinta dengan ClickUp. Tampilan dan fiturnya memang cukup padat, tapi sangat powerful. Dengan sedikit waktu belajar, ClickUp bisa jadi senjata utama produktivitas. Semua pekerjaan terasa lebih terkendali.

Keunggulan utama ClickUp ada pada fitur time tracking bawaannya. Pengguna bisa mencatat waktu kerja langsung di setiap tugas tanpa aplikasi tambahan. Data waktu ini sangat berguna untuk evaluasi beban kerja dan efisiensi. Selain itu, ClickUp mendukung berbagai tampilan kerja sesuai preferensi pengguna. Tim bisa menyesuaikan alur kerja tanpa harus mengubah kebiasaan secara drastis. Untuk anak kantoran yang ingin all-in-one solution, ClickUp layak dicoba.

4. Monday.com

ilustrasi seseorang bekerja (unsplash.com/Campaign Creators)

Monday.com hadir dengan tampilan yang modern dan penuh warna. Tool ini dirancang untuk membuat manajemen proyek terasa lebih hidup dan gak membosankan. Setiap proyek disusun dalam bentuk board yang bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan tim. Anak kantoran yang visual dan detail-oriented biasanya nyaman menggunakan Monday.com. Informasi penting bisa dilihat sekilas tanpa perlu membuka banyak menu. Semua terasa ringkas dan jelas.

Selain untuk project management, Monday.com juga mendukung pelacakan waktu kerja. Fitur ini membantu tim mengetahui durasi pengerjaan setiap tugas. Data yang terkumpul bisa digunakan untuk evaluasi performa dan perencanaan ke depan. Kolaborasi tim juga terasa lebih transparan karena semua update tercatat. Walau harganya relatif lebih tinggi, fitur yang ditawarkan cukup sebanding. Cocok untuk tim yang ingin sistem kerja rapi dan profesional.

5. Toggl Track

ilustrasi seseorang bekerja (pexels.com/Los Muertos Crew)

Toggl Track adalah tools yang fokus pada pelacakan waktu kerja. Aplikasi ini cocok untuk anak kantoran yang ingin tahu secara detail ke mana waktu mereka habis. Dengan satu klik, pengguna bisa mulai dan menghentikan timer saat bekerja. Data waktu yang tercatat disajikan dalam laporan yang mudah dipahami. Dari sini, kita bisa melihat pola kerja harian dengan lebih jujur. Kadang hasilnya cukup mengejutkan.

Walau bukan project management tool murni, Toggl Track bisa diintegrasikan dengan banyak platform lain. Integrasi ini membuat pelacakan waktu tetap nyambung dengan manajemen proyek. Anak kantoran yang sering multitasking akan terbantu dengan fitur ini. Selain itu, Toggl Track juga ringan dan gak mengganggu alur kerja. Cocok untuk individu maupun tim kecil yang ingin meningkatkan kesadaran waktu. Dengan data yang akurat, keputusan kerja jadi lebih bijak.

Pada akhirnya, gak ada satu tools yang paling sempurna untuk semua orang. Setiap anak kantoran punya gaya kerja, kebutuhan, dan ritme yang berbeda. Yang terpenting adalah menemukan tools yang paling sesuai dengan cara kamu bekerja. Jangan tergoda fitur banyak jika akhirnya gak terpakai. Lebih baik memilih tools sederhana tapi konsisten digunakan setiap hari.

Dengan project management dan time tracking tools yang tepat, kerja kantoran bisa terasa lebih ringan dan terarah. Deadline gak lagi jadi momok, dan progres bisa dipantau dengan jelas. Kamu jadi lebih sadar waktu, lebih fokus pada prioritas, dan lebih tenang menghadapi pekerjaan. Produktivitas bukan soal bekerja lebih lama, tapi bekerja lebih cerdas. Jadi, tools mana yang paling cocok buat kamu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team