Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi job interview
ilustrasi job interview (pexels.com/Edmond Dantès)

Intinya sih...

  • Kondisi keuangan perusahaan menjadi pertimbangan utama HRD sebelum memberikan kenaikan gaji, agar tidak menjadi beban di kemudian hari.

  • Setiap jabatan memiliki batas maksimal gaji yang ditetapkan, dan kenaikan gaji harus sesuai dengan tanggung jawab pekerjaan.

  • HRD tidak hanya menilai kinerja dari seberapa sibuk seseorang, tetapi juga melihat hasil kerja dan dampaknya terhadap tim atau target perusahaan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kenaikan gaji sering dianggap sebagai hasil langsung dari kerja keras dan loyalitas. Banyak karyawan percaya bahwa performa kerja yang baik sudah cukup untuk membuka peluang kenaikan finansial. Kenyataannya, keputusan kenaikan gaji jauh lebih kompleks dari yang terlihat.

Di balik keputusan tersebut, HRD memiliki pertimbangan yang jarang dibicarakan secara terbuka. Faktor yang dinilai sering kali berbeda dari yang dibayangkan karyawan. Berikut lima rahasia HRD dalam menentukan kenaikan gaji yang jarang diketahui.

1. Kondisi keuangan perusahaan

ilustrasi pekerja menjelaskan sesuatu (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Bagi HRD, kondisi keuangan perusahaan sering menjadi pertimbangan awal sebelum membahas kenaikan gaji karyawan. Sekuat apa pun kinerja karyawan, keputusan tetap disesuaikan dengan kemampuan perusahaan dalam membayar secara berkelanjutan. HRD wajib memastikan keputusan hari ini tidak menjadi beban bagi perusahaan di kemudian hari.

Dalam banyak kasus, HRD sudah mengetahui keterbatasan anggaran jauh sebelum karyawan mengajukan kenaikan gaji. Informasi ini jarang disampaikan secara terbuka demi menjaga stabilitas internal. Akibatnya, penolakan sering disalahartikan sebagai ketidakadilan.

2. Ada batas maksimal gaji untuk setiap jabatan

ilustrasi pekerja menjelaskan sesuatu (pexels.com/Alena Darmel)

Setiap jabatan biasanya sudah memiliki kisaran gaji yang ditetapkan oleh perusahaan. Ketika gaji karyawan mendekati batas tertinggi di posisi tersebut, HRD akan lebih berhati hati dalam memberikan kenaikan. Hal ini karena perusahaan harus menjaga konsistensi kebijakan gaji antar posisi.

HRD juga mempertimbangkan kesesuaian gaji dengan tanggung jawab pekerjaan. Jika kenaikan gaji tidak dibarengi dengan perubahan peran atau tambahan tanggung jawab, kenaikan tersebut biasanya tidak menghasilkan dampak kerja yang signifikan. Karena itu, promosi jabatan sering dipilih sebagai langkah yang lebih relevan dibanding hanya menaikkan gaji.

3. Sibuk bekerja belum tentu dinilai berkontribusi

ilustrasi pekerja (freepik.com/nensuria)

HRD tidak menilai kinerja hanya dari seberapa sibuk seseorang terlihat setiap hari. Yang lebih diperhatikan adalah hasil kerja dan dampaknya terhadap tim atau target perusahaan. Aktivitas yang padat belum tentu mencerminkan kontribusi yang nyata.

Banyak karyawan merasa sudah bekerja keras, tetapi tidak semua usaha menghasilkan nilai yang bisa diukur. HRD cenderung melihat pencapaian yang jelas, bukan hanya proses yang panjang. Tanpa dampak yang terlihat, kenaikan gaji sering dianggap belum menjadi prioritas.

4. Kenaikan gaji baru dipertimbangkan saat ada kebutuhan perusahaan

ilustrasi rapat kerja (freepik.com/freepik)

HRD biasanya membahas kenaikan gaji ketika perusahaan memang membutuhkannya. Kebutuhan ini bisa muncul karena target baru, tekanan kerja tambahan, atau perubahan kondisi operasional. Tanpa adanya kebutuhan tersebut, kenaikan gaji sering tidak menjadi prioritas.

Dalam situasi kerja yang masih stabil, HRD cenderung mempertahankan kondisi yang ada. Kinerja baik tetap dicatat, tetapi belum tentu langsung diikuti kenaikan gaji. Keputusan biasanya menunggu momen ketika kebutuhan perusahaan benar-benar muncul.

5. Perilaku kerja juga jadi pertimbangan HRD

ilustrasi karyawan berdiskusi dengan atasan (freepik.com/freepik)

Performa kerja yang terlihat baik di atas kertas belum tentu menjadi penilaian akhir. HRD juga melihat sikap dan perilaku karyawan dalam keseharian kerja. Cara berkomunikasi dan bekerja sama ikut memengaruhi keputusan kenaikan gaji.

Ketika karyawan sering sulit diajak bekerja sama atau menimbulkan masalah dalam tim, apresiasi dalam bentuk finansial biasanya akan ditahan. Perusahaan perlu menjaga lingkungan kerja tetap sehat dan stabil. Karena itu, sikap kerja menjadi faktor yang diam diam memengaruhi keputusan kenaikan gaji.

Kenaikan gaji bukanlah keputusan yang bergantung pada satu faktor saja, melainkan hasil dari berbagai pertimbangan yang saling berkaitan. Memahami cara HRD menilai keputusan ini dapat membantu karyawan melihat prosesnya dengan lebih realistis. Dari sana, upaya yang dilakukan bisa lebih terarah dan sesuai dengan harapan perusahaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team