Di balik peran besar perempuan sebagai pekerja sekaligus ibu, ada perjuangan yang sering luput dari perhatian: memperjuangkan hak dasar seperti ruang laktasi dan cuti melahirkan yang layak. Meski sudah ada regulasi yang mengatur, implementasinya di lapangan masih jauh dari ideal. Banyak buruh perempuan harus menghadapi dilema antara menjaga kesehatan diri dan bayinya atau mempertahankan pekerjaan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kesetaraan di dunia kerja belum sepenuhnya terwujud. Perempuan masih harus berjuang ekstra untuk mendapatkan hak yang seharusnya menjadi standar. Berikut lima realita yang sering dihadapi buruh perempuan dalam memperjuangkan hak laktasi dan cuti melahirkan.
