Menjadi jurnalis adalah pilihan hidup yang amat berani. Apalagi jurnalis perempuan karena seksisme dan misogini masih cukup kuat di berbagai tempat. Padahal, pekerjaan ini cukup berat. Tugas-tugas lapangan sudah menjadi keseharian.
Sementara ruang aman untuk perempuan belum sesuai harapan. Namun, peran jurnalis baik perempuan maupun pria amat penting. Melalui liputan mereka, masyarakat di seluruh penjuru dunia mengetahui informasi yang akurat.
Sementara itu, jurnalis perempuan memberikan warna berbeda dalam setiap liputan. Empati yang tinggi membuat mereka lebih mudah serta luwes menjalin komunikasi dengan siapa pun tanpa kesan cuma mencari berita. Di lapangan terutama ketika liputan di medan konflik atau mengangkat isu-isu sensitif, jurnalis perempuan menghadapi sejumlah tantangan berat. Seperti di bawah ini.
