Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Tantangan Mental Saat Kamu Naik Level dalam Karier, Berani Hadapi?

ilustrasi para wanita karier
ilustrasi para wanita karier (pexels.com/olia danilevich)

Naik level dalam karier memang sebuah kabar baik yang patut dirayakan. Seperti naik jabatan, mendapatkan proyek besar, pindah ke perusahaan yang lebih besar, dan lain sebagainya. Dari luar fase ini memang terlihat menyenangkan sekaligus membanggakan. Namun, banyak yang tidak menyadari suka duka di baliknya. Semakin tinggi level karier, semakin tinggi juga tekanan yang harus dihadapi.

Banyak orang merasa cemas, ragu, dan bahkan kesepian di fase ini. Bukan sekadar beban kerja, tetapi juga tentang identitas, ekspektasi, dan rasa khawatir atas apa yang akan terjadi. Lebih lengkapnya berikut adalah empat tantangan mental saat kamu naik level dalam karier. Jika sekarang atau suatu saat nanti kamu ada di posisi ini, percayalah bahwa semua ini akan terlewati.

1. Tekanan ekspektasi dari orang sekitar dan diri sendiri

ilustrasi orang-orang yang sedang rapat
ilustrasi orang-orang yang sedang rapat (pexels.com/Yan Krukau)

Semakin kamu berkembang dalam kariermu, semakin banyak yang mengagumi kehebatanmu. Rasa kagum ini bisa saja menghadirkan ekspektasi dari orang lain dan dari dirimu sendiri. Kamu merasa ingin terus naik level untuk mempertahankan label “ahli” atau “expert”.

Kalau hal ini sudah mulai menekanmu berkali-kali, perlu diperhatikan lagi agar kamu tidak mudah burn out. Sadari bahwa kamu juga masih belajar untuk menjadi lebih baik. Kamu bukanlah manusia sempurna yang harus selalu memenuhi ekspektasi orang sekitar.

2. Terbiasa mengambil keputusan besar

ilustrasi dua orang yang sedang berpen
ilustrasi dua orang yang sedang berpendapat (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Tanpa kamu sadari, efek pemikiran dewasa yang kamu rasakan saat naik level membuatmu harus berani mengambil keputusan besar. Bahkan keputusan yang kamu rasa akan menantang dan berisiko. Seringkali kamu merasa takut mengambil langkah yang salah dan takut menyesalinya.

Tantangan ini hanya perlu kamu lewati dengan lebih percaya diri dan paham cara merespon situasi. Jika naluri ini sudah terbentuk dengan baik, maka setiap langkahmu juga akan berjalan dengan baik. Kalaupun nanti hasil dari keputusanmu tidak memuaskan, setidaknya kamu sudah memilih yang terbaik.

3. Kesendirian yang semakin terasa nyata

ilustrasi pekerja kantoran yang sedang menatap laptop
ilustrasi pekerja kantoran yang sedang menatap laptop (pexels.com/Mikhail Nilov)

Orang dewasa yang sedang berjuang untuk naik level dalam karier akan melewati banyak kesendirian. Hal ini berlaku untuk orang-orang yang memang ingin fokus dalam karier sebelum membangun hubungan percintaan. Mungkin kamu memiliki teman, tapi bisa saja mereka juga sibuk dengan kehidupan sendiri.

Bahkan bisa saja perbedaan jalan hidup akan menciptakan jarak kepada beberapa teman. Bukannya memutus hubungan, hanya saja kamu merasa sendiri lebih baik untuk saat ini. Memang menyedihkan, tapi itulah fakta bahwa semakin kamu dewasa akan semakin selektif juga menemukan tempat yang benar-benar tepat.

4. Perubahan cara pandang terhadap dunia

ilustrasi para pekerja kantoran
ilustrasi para pekerja kantoran (pexels.com/Kampus Production)

Tempat yang lebih tinggi akan membuatmu melihat dunia secara lebih luas lagi. Kamu akan menyadari banyak hal dan memaknai kehidupan lebih dalam. Dunia tidak lagi kamu pandang sebagai ruang sempit yang terbatas. Namun, ruang kosong yang sangat berpotensi untuk dieksplorasi lebih luas lagi.

Apalagi jika kamu memiliki growth mindset, keinginanmu untuk terus belajar akan semakin bertambah. Hal ini dikarenakan kamu tidak tahu secepat apa dunia berubah, maka kemauan untuk terus belajar jadi bekal untuk menghadapi perubahan selanjutnya. Bisa dibilang kamu akan lebih filosofis dan kritis di fase ini. Pertahankan saja hal baiknya dan jangan lupa untuk menikmati dunia dengan cara sederhana.

Berani menghadapi tantangan-tantangan di atas saat naik level dalam karier berarti berani untuk naik lebih tinggi lagi. Hal ini sama saja dengan memberi ruang diri untuk belajar dan kembali bersiap menerima hal besar. Namun, perlu disadari bahwa kamu perlu melewati semua dengan sepenuh hati dan rasa bahagia. Bagaimanapun juga karier yang bertumbuh harus membuat dirimu lebih utuh, bukan hancur bahkan kehilangan dirimu sendiri.


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Alasan Mengapa Accomplishment Feeling Penting untuk Kesehatan Mental

16 Jan 2026, 17:15 WIBLife