Banyak orang membayangkan pekerjaan pertama sebagai pintu menuju kehidupan dewasa yang stabil dan memuaskan. Kenyataannya, tidak sedikit yang justru merasa hampa, tertekan, atau bertanya-tanya: “Apakah ini benar-benar jalan hidupku?” Perasaan inilah yang sering menjadi pemicu quarter life crisis, terutama ketika realitas pekerjaan tidak seindah ekspektasi.
Rasa “salah jurusan hidup” bukan hanya soal salah memilih pekerjaan, melainkan juga benturan antara idealisme dan tuntutan hidup. Pada fase ini, seseorang mulai menyadari bahwa bekerja bukan sekadar soal gaji, melainkan juga tentang makna, nilai diri, dan arah masa depan. Jika kamu sedang mengalaminya, lima tips berikut bisa menjadi bahan refleksi diri.
