6 Lagu NIKI tentang Quarter Life Crisis, Relate Banget!

- "The Apartment We Won't Share" merelakan masa depan yang tidak pernah terjadi.
- "Anaheim" menggambarkan perasaan tersesat dan keinginan untuk menjauh dari kenyataan.
- "Milk Teeth" menangkap ketakutan selama transisi dari remaja ke dewasa.
Sering kali orang yang berusia 20-an mengalami perasaan membingungkan, antara rasa bebas dan ketakutan yang mendalam. Teman-teman sebayamu mungkin mulai maju dalam karier mereka atau melangkah ke pernikahan, sementara kamu sendiri masih tersesat dalam mencari jalan hidup yang sebenarnya. Fase yang disebut quarter life crisis ini sangat sulit dilalui bagi banyak orang, karena dipenuhi pertanyaan besar tentang masa depan yang ada jawaban jelas.
Musik NIKI hadir sebagai teman yang paling memahami emosi kamu di tengah kekalutan. Musisi bernama asli Nicole Zefanya ini memiliki kemampuan luar biasa untuk merangkai lirik puitis yang dengan sangat jujur menggambarkan realitas pahit kehidupan dewasa.
Jika tuntutan kehidupan orang dewasa saat ini membuatmu lelah, deretan lagu NIKI tentang quarter life crisis berikut ini akan memvalidasi perasaanmu. Jadikan lagu-lagu ini untuk menemanimu melewati masa transisi yang sulit, ya!
1. "The Apartment We Won't Share"
Lagu ini adalah cara terbaik untuk merelakan masa depan yang tidak pernah terjadi. Lirik itu menceritakan tentang perpisahan yang mengakhiri hubungan dan mengubur semua rencana hidup yang pernah dibuat bersama. Hal ini sangat penting bagi mereka yang harus belajar menerima bahwa kenyataan sering kali tidak sejalan dengan ekspektasi indah yang sudah dibangun sejak lama.
2. "Anaheim"

Lagu ini sangat personal bagi mereka yang sering tersesat dan tidak tahu di mana mereka berada. NIKI menggambarkan perasaan terombang-ambing dan keinginan untuk menjauh dari kenyataan, tetapi tertahan oleh situasi yang tidak pasti. Lagu ini menunjukkan fase kelelahan mental di mana kamu merasa hidup kamu berjalan sendirian tanpa tujuan atau arah yang jelas.
3. "Milk Teeth"
"Milk Teeth" dengan sempurna menangkap ketakutan yang sering terjadi selama transisi dari remaja ke dewasa. Dalam tulisannya, NIKI berbicara tentang keinginan untuk mengingat masa kecil yang bebas dan ketidaksiapan untuk menghadapi dunia orang dewasa yang penuh dengan kejujuran dan kewajiban. Ini sangat cocok bagi mereka yang sering berharap bisa kembali ke masa ketika masalah terbesar hanyalah "gigi susu" yang tanggal.
4. Oceans & Engines

Memberikan penutup pada hal-hal yang sudah usai adalah salah satu bagian terberat dari fase krisis ini. Lagu berdurasi panjang ini memberikan pelajaran tentang seni melepaskan seseorang dengan tulus meskipun itu menyakitkan dan menguras air mata. NIKI menyarankan kamu untuk berdamai dengan kenyataan bahwa beberapa orang hanya datang untuk sementara dalam hidup kamu, bukan untuk tinggal selamanya.
5. "La La Lost You"
Sering kali kita meninggalkan orang-orang tersayang di kampung halaman kita ketika kita berpindah ke kota untuk melanjutkan studi atau karir. Lagu ini menggambarkan perasaan galau yang khas dari perantau muda yang harus memilih antara mempertahankan tempat tinggal yang nyaman dan tujuan pribadi. Lagu ini menggambarkan rasa sepi di tengah kota baru yang cerah, tapi juga mengalami putus cinta. Bagi mereka yang bekerja jauh dari rumah, rasa ini pasti sangat mengena.
6. "Backburner"

Dalam fase pencarian jati diri, kita sering kali terjebak dalam hubungan yang tidak sehat, karena takut menghadapi kesepian. Lagu ini menceritakan seseorang yang rela dijadikan cadangan atau pilihan kedua hanya demi mempertahankan koneksi emosional dengan orang yang dicintai. Ini adalah potret jujur tentang krisis harga diri yang sering dialami banyak orang dewasa muda saat menjalin hubungan asmara yang rumit.
Mendengarkan lagu-lagu NIKI ini menyadarkan kita bahwa rasa bingung dan cemas di usia muda adalah hal yang sangat manusiawi. Lirik-lirik jujur tersebut hadir bukan untuk menambah kesedihan, melainkan sebagai teman yang memvalidasi bahwa kamu tidak sedang berjuang sendirian menghadapi fase quarter life crisis ini. Jadi, izinkan dirimu untuk meresapi setiap emosi yang muncul lewat alunan musiknya, karena merasa tersesat sesekali adalah bagian dari proses pendewasaan yang akan membawamu menemukan jalan hidupmu sendiri nantinya.



















