Comscore Tracker

Unicorn Lagi Disukai, Ini 7 Bocoran Lolos Kerja dari Mantan Pelamar

Mereka lolos pakai tips ini, lho!

Bekerja di perusahaan digital, apalagi yang sudah mencapai tingkat Unicorn, pasti jadi impian banyak millennials. Bagaimana tidak? Label ini sekarang sudah sama bergengsinya dengan bekerja di BUMN atau CPNS. Dengan nilai valuasi yang tinggi, produk yang dibawa perusahaan Unicorn pasti selalu dicari banyak orang. Budaya kerjanya juga dinamis, namun santai.

Kalau kamu gimana? Tertarik bekerja di perusahaan Unicorn juga? Coba kamu simak dulu deh tips sukses lolos kerja dari mantan pelamar perusahaan Unicorn, yang kini sudah resmi jadi karyawannya berikut!

1. Ada beberapa jalur untuk memulai karier di Unicorn. Dua di antaranya adalah melamarnya sendiri atau lewat tawaran lembaga karier

Unicorn Lagi Disukai, Ini 7 Bocoran Lolos Kerja dari Mantan PelamarPexels/Christina Morillo

Bramantya Widiangga Priyadi (Art Director Bukalapak) mengaku bergabung di perusahaan Unicorn lewat lamaran pribadi. "Saat itu, melamar sendiri lewat email setelah diberi informasi dari teman yang bekerja di Bukalapak. Di sana, sedang buka lowongan untuk posisi creative," ungkapnya.

Sementara Yohanes Nicolas Paulo Kwarrie (Software Engineer Tokopedia) mengaku bergabung lewat tawaran salah satu platform karier terkemuka. "Via headhunter Glints, ditawari kerjaan oleh orang Glints," paparnya. Meski ada tawaran, bukan berarti laki-laki yang akrab disapa Paulo ini langsung diterima. Ia tetap harus menjalani serangkaian tes.

2. Dengan atau tanpa rekomendasi seseorang, tidak menjamin kelolosan kamu. Yang terpenting, pastikan kamu punya keahlian yang diperlukan

Unicorn Lagi Disukai, Ini 7 Bocoran Lolos Kerja dari Mantan PelamarPexels/Rawpixel.com

Baik Paulo dan Bram (sapaan akrab Bramantya), sama-sama tidak menggunakan rekomendasi untuk masuk Unicorn. Keduanya sepakat kalau melamar kerja ke perusahaan berlabel Unicorn itu tidak harus memerlukan rekomendasi khusus. "Yang terpenting lebih ke technical skill, pengalaman, dan portofolio," jelas Paulo.

Sedangkan Atika Sulistyan (Product Copywriter Traveloka) punya pengalaman yang sedikit berbeda. Ia memang menggunakan proses referal, namun ini sebatas pada didahulukannya aplikasi dibaca recruiter. "Saat proses refering itu pun, karyawan yang merekomendasikan harus tetap memberikan informasi tentang keunggulan kandidat," paparnya.

3. Selain mempersiapkan portofolio, siapkan juga mentalmu. Sebab tes kerja di Unicorn itu bisa lebih menantang ketimbang perusahaan non Unicorn

Unicorn Lagi Disukai, Ini 7 Bocoran Lolos Kerja dari Mantan PelamarPexels/Pixabay

Karena nama yang sudah sangat besar, tidak mengherankan apabila tes di perusahaan Unicorn lebih berlapis. "Tesnya hampir sama dengan Google. Tes seperti menggambar orang, pohon, dan rumah itu tidak ada," ungkap Paulo. Meski begitu, ia merasa dimudahkan ketika rangkaian tes dan interview bisa dilakukan secara online lantaran sebelumnya berdomisili di Surabaya.

Di sisi lain, Atika lebih menekankan pada standar kemampuan dan kepribadian. "Menurut saya, standar kemampuan dan personality calon karyawan tersebut, apakah cocok dengan budaya dari perusahaan itu sendiri," tutur alumnus Universitas Gadjah Mada ini. Ia mengakui harus menyiapkan mental lantaran saingannya beragam, bahkan hingga dari luar negeri.

4. Portofolio terbaik sudah, persiapan mental juga sudah. Apakah itu saja sudah cukup? Ternyata, masih ada lagi!

Unicorn Lagi Disukai, Ini 7 Bocoran Lolos Kerja dari Mantan PelamarPexels/Fox

Menurut Paulo, ada hal sejumlah hal yang harus disiapkan sebelum menjalani rangkaian tes kerja di perusahaan Unicorn. Tentu saja, itu bukan hanya mental dan portofolio. "Waktu, mental, attitude, dan technical skill," daftarnya. Waktu yang ia maksud adalah menyempatkan waktu untuk belajar. Mental adalah bersikap percaya diri dan nothing to lose.

Sementara attitude adalah di mana saat kita gagal, seharusnya cari tahu apa penyebabnya dan terus belajar. "Jangan baper. Coba lebih gigih lagi," nasihatnya. Terakhir, technical skill adalah meningkatkan keterampilan karena ini dianggapnya sangat menentukan. "Kalau dari skill sudah menunjang, kesempatan masuk sangat besar," tambah laki-laki berkacamata ini.

Baca Juga: 8 Startup Unicorn yang Bisa Jadi Pilihan Karier Para Fresh Graduate

5. Pelajari lah materi-materi sebelum tes. Dari pertanyaan dasar interview sampai memperbanyak referensi yang sifatnya teknis bidangmu

Unicorn Lagi Disukai, Ini 7 Bocoran Lolos Kerja dari Mantan PelamarPexels/ LinkedIn Sales Navigator

"Iya, pasti ada. Pertanyaan-pertanyaan dasar interview yang sudah banyak banget beredar di internet dan bagaimana menjawabnya," tutur Paulo. Di samping itu, mempelajari lagi dasar-dasar ilmu yang pernah diterima semasa kuliah.

Sementara Bram mempelajari dan melakukan riset yang berhubungan dengan perusahaan yang dilamar. "Saya inisiatif riset style design dan campaign yang pernah dibuat. Pokoknya apa pun yang terkait Bukalapak dan perkembangan industri e-commerce saat itu," katanya.

Atika memilih memperbanyak referensinya. "Pekerjaan terakhir saya tidak terlalu sama dengan sekarang. Saya perlu belajar banyak artikel seputar jobdesc baru saya. Saya juga membandingkan ke perusahaan sejenis untuk melihat apa saja yang bisa saya lakukan ke depannya," paparnya.

6. Pahami jika berlapisnya rangkaian tes bisa berbeda-beda di setiap perusahaan Unicorn dan disesuaikan dengan bidang kerjanya pula

Unicorn Lagi Disukai, Ini 7 Bocoran Lolos Kerja dari Mantan PelamarPexels/Fox

Karena melamar di bagian yang berhubungan dengan IT, setidaknya ada enam tahap yang Paulo jalani. Tahap itu adalah tes coding, tes HRD, interview user pertama, interview user kedua, interview user ketiga, dan baru kemudian interview HRD. 

Berbeda lagi dengan Atika yang bekerja di bagian copywriter. Setelah interview singkat oleh HRD via telepon, ia menjalani tes online dan diikuti user interview. Selanjutnya, ada lead interview. Terakhir, co-founder pun turut mewawancarainya. "Itu pun masih ada tahap background checking untuk memastikan performance kita di perusahaan terakhir sebelum benar-benar diberikan offering letter," jelasnya.

Pengalaman Bram bisa dikatakan cukup singkat dibandingkan Paulo dan Atika. "Setelah dapat email lolos ke tahap wawancara, saya interview HRD. Selanjutnya wawancara dengan AVP dan user marketing. Lalu, disuruh medical checkup dan setelah lolos baru dikasih offering oleh HRD. Beberapa hari kemudian, diberi kabar kalau diterima bekerja," ungkapnya dengan sumringah.

7. Meski tesnya cukup kompleks & banyak saingan, ingatlah kalau masih ada tantangan lain setelah diterima kerja. Semangat!

Unicorn Lagi Disukai, Ini 7 Bocoran Lolos Kerja dari Mantan PelamarPexels/LinkedIn Sales Navigator

Setelah lolos dan bekerja di perusahaan Unicorn, baik Paulo, Bram, dan Atika punya tantangannya sendiri-sendiri. "Setelah masuk, saya merasa seperti tidak mengerti apa-apa. Banyak yang perlu dipelajari," katanya. Dari perihal bahasa dan arsitektur pemrograman yang berbeda, kolaborasi tim, struktur organisasi baru, sampai diharuskan mandiri di perantauan.

Sedangkan itu, Bram menilai tantangannya lebih condong pada kualitas pekerjaannya. "Bagaimana menjaga kualitas marketing secara visual dan ideation lebih baik dari sebelumnya," paparnya. Karena perusahaan tempatnya bekerja adalah perusahaan besar, maka kontribusi sekecil apa pun dipastikan punya eksposure yang besar.

Sebagai pungkasan, Atika menyampaikan tantangannya untuk terus belajar. "Tantangan terbesarnya adalah bagaimana saya bisa terus belajar untuk keep up dengan orang-orang yang ada di sini. Mereka luar biasa hebat dan benar-benar orang yang brilian tapi sangat terbuka dan humble."

Setelah melihat ketujuh tips sukses lolos kerja dari mantan pelamar perusahaan Unicorn di atas, masih optimis dong buat melamar? Buat yang sudah pernah tapi gagal, jangan berkecil hati! Semangat terus dan coba berusaha lebih lagi. Gagal di satu perusahaan Unicorn Indonesia, masih ada tiga perusahaan lainnya yang bisa dijajal kok!

Baca Juga: 6 Trik Wawancara Kerja yang Bikin HRD Terpikat, Pasti Diterima Deh!

Topic:

  • Febriyanti Revitasari
  • Pinka Wima

Just For You