Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Tips Mencegah Lantai Rumah agar Tidak Lengket dan Kotor
ilustrasi lantai rumah (pexels.com/Aaron Mello)
  • Lantai lengket dapat dipicu debu, sisa deterjen, tumpahan makanan atau minuman, serta cara mengepel yang kurang tepat; kondisi ini juga berpotensi menjadi tempat berkumpulnya bakteri.
  • Gunakan pembersih sesuai jenis lantai dan takaran kemasan, lalu bilas dengan air bersih. Ganti air pel secara berkala agar minyak, debu, dan residu tidak menyebar.
  • Segera bersihkan serta keringkan tumpahan. Setelah mengepel, buka jendela atau gunakan kipas agar lantai cepat kering dan debu tidak menempel pada permukaan lembap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lantai rumah yang terasa lengket mungkin bisa menjadi sumber ketidaknyamanan tersendiri, khususnya pada saat berjalan tanpa alas kaki atau merasakan permukaan lantai yang tidak bersih. Masalah ini sebetulnya dapat muncul akibat debu yang menumpuk, sisa deterjen, hingga tumpahan makanan atau minuman, bahkan bisa juga diakibatkan karena kesalahan dalam proses mengepel sehari-hari.

Jika tidak ditangani dengan benar ternyata lantai yang lengket bukan hanya terlihat kotor, namun juga bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri dan menurunkan kualitas kebersihan dari hunian tersebut. Oleh sebab itu, penting sekali untuk memahami beberapa tips berikut ini untuk mencegah lantai rumah lengket agar nantinya tetap dalam kondisi yang bersih dan nyaman dipijak sehari-hari.

1. Gunakan pembersih lantai yang sesuai

ilustrasi produk pembersih (unsplash.com/Kelly Sikkema)

Salah satu penyebab utama mengapa lantai bisa lengket dapat diakibatkan karena penggunaan pembersih lantai yang tidak cocok dengan jenis lantai atau pun penggunaannya yang berlebihan. Biasanya sisa zat kimia dari pembersih bisa saja menempel pada permukaan lantai, sehingga menimbulkan lapisan yang lengket, khususnya apabila tidak dibilas dengan menggunakan air bersih.

Pastikan bahwa kamu dapat memilih cara pembersih yang direkomendasikan sesuai dengan jenis lantai rumahmu, seperti vinyl, keramik, atau marmer, serta perhatikan takaran pemakaian yang sesuai instruksi pada label kemasan. Kamu bisa menggunakan air bersih untuk membilas lantai setelah dipel dengan menggunakan pembersih guna memastikan sisa-sisa residunya bisa hilang yang mungkin dapat menimbulkan lengket.

2. Sering mengganti air pel

ilustrasi mengepel (pexels.com/MART PRODUCTION)

Menggunakan air pel secara berulang kali selama proses mengepel justru bisa menyebarkan kotoran ke seluruh permukaan lantai, sehingga membuatnya mudah lengket. Air kotor bisa membawa minyak, debu, hingga partikel halus lainnya yang sebelumnya telah terangkat dan pada akhirnya justru menyebar secara luas.

Sebaiknya gantilah air pel secara berkala pada saat membersihkan seluruh bagian rumah, khususnya jika area yang dibersihkan cukup luas atau lantai dalam kondisi yang sangat kotor. Kebiasaan ini dapat membantu untuk memastikan kebersihannya maksimal, serta mencegah akumulasi residu yang mungkin sulit dibersihkan setelah kering.

3. Jangan biarkan tumpahannya menempel terlalu lama

ilustrasi lantai (pexels.com/Reilly Smith)

Tumpahan minuman manis minyak atau makanan yang tidak segera dibersihkan bisa saja mengering, serta meninggalkan lapisan lengket yang terdapat di permukaan lantai. Semakin lama dibiarkan, maka semakin sulit pula untuk membersihkannya tanpa memberikan usaha yang ekstra.

Segera bersihkan tumpahan dengan menggunakan kain lap basah dan juga keringkan dengan tisu atau kain kering agar bisa menghindari potensi kelembaban yang menumpuk. Menjaga kebiasaan sikap ini tentu merupakan langkah penting untuk memastikan lantai tidak sampai lengket dan juga mempertahankan kebersihan rumah secara menyeluruh.

4. Gunakan kipas atau ventilasi setelah mengepel

ilustrasi ventilasi rumah (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Lantai yang masih lembab setelah dipel dan tidak segera kering ternyata bisa menjadi lengket akibat partikel udara, seperti debu yang menempel di permukaannya. Udara yang lembab juga dapat memperlambat proses pengeringan, khususnya di area rumah yang mungkin minim sirkulasi udara.

Kamu bisa menggunakan kipas angin atau membuka jendela agar sirkulasi udaranya lebih lancar, serta lantai pun bisa mengering lebih cepat dan merata. Proses pengeringan yang baik tentu bisa meminimalisir potensi terbentuknya permukaan yang lengket akibat udara lembab atau pun kotoran yang menempel ketika lantai belum kering sempurna.

Mencegah lantai rumah agar tidak lengket mau memerlukan perhatian pada kebersihan sehari-hari, termasuk cara dan alat pembersihan yang digunakan. Setidaknya dengan menerapkan beberapa tips di atas, maka bisa menjaga lantai rumah tetap nyaman bersih dan bebas lengket. Jangan sampai lantai rumahmu dibiarkan kotor begitu saja.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article