Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Alasan Prinsip Less Is More Menjadi Jiwa Desain Quiet Luxury

5 Alasan Prinsip Less Is More Menjadi Jiwa Desain Quiet Luxury
ilustrasi ruang open space (unsplash.com/IM ZION)
Intinya Sih
  • Prinsip less is more menjadi dasar desain quiet luxury dengan menonjolkan kualitas, kesederhanaan, dan keindahan alami tanpa kemewahan berlebihan.
  • Pendekatan ini menciptakan ruang yang tenang, harmonis, serta membuat setiap detail dan material memiliki makna dan karakter tersendiri.
  • Desain ini fleksibel, tahan lama, dan menempatkan kenyamanan sebagai bentuk kemewahan sejati yang relevan bagi gaya hidup modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tren desain interior terus berkembang, tetapi konsep quiet luxury tetap memiliki daya tarik yang kuat. Gaya ini tidak mengandalkan kemewahan yang mencolok. Melainkan mengutamakan kualitas, kenyamanan, dan keindahan yang terasa alami. Salah satu fondasi utama dari konsep tersebut adalah prinsip less is more.

Prinsip ini menghadirkan ruang yang sederhana tanpa kehilangan nilai estetika maupun fungsi. Melalui pendekatan ini, setiap elemen dipilih secara cermat sehingga ruangan terasa lapang, elegan, dan mampu bertahan melampaui tren sesaat. Berikut lima alasan mengapa prinsip less is more menjadi jiwa dari desain quiet luxury.

1. Mengutamakan kualitas daripada kuantitas

https://unsplash.com/id/foto/ruang-tamu-yang-dipenuhi-dengan-furnitur-dan-tempat-perapian-TPzXRLb64XM
ilustrasi ruang tamu putih (unsplash.com/Tile Merchant Ireland)

Konsep quiet luxury tidak menilai kemewahan dari banyaknya dekorasi atau furnitur. Sebaliknya, fokus utamanya adalah memilih sedikit elemen, tetapi memiliki kualitas terbaik.

Misalnya, satu sofa dengan material premium dan desain abadi. Ini akan memberikan kesan lebih mewah dibandingkan beberapa furnitur yang tampil ramai namun berkualitas biasa. Pendekatan ini membuat ruangan terlihat lebih eksklusif sekaligus nyaman digunakan dalam jangka panjang.

2. Menciptakan ruangan yang lebih tenang

https://unsplash.com/id/foto/sofa-dan-kursi-berlengan-krem-tHkJAMcO3QE
ilustrasi ruang open space (unsplash.com/Francesco Tosolini)

Ruangan yang dipenuhi terlalu banyak dekorasi sering kali terasa melelahkan secara visual. Prinsip less is more membantu mengurangi distraksi sehingga mata dapat beristirahat dengan nyaman.

Dalam desain quiet luxury, penggunaan warna netral, bentuk sederhana, dan tata letak yang rapi menciptakan suasana yang menenangkan. Hasilnya, rumah bukan hanya indah dipandang. Tetapi juga menjadi tempat terbaik untuk melepas penat setelah menjalani aktivitas sehari-hari.

3. Membuat setiap detail lebih bermakna

https://unsplash.com/id/foto/ruang-tamu-modern-dengan-lukisan-kuda-abstrak-90IQSr360JA
ilustrasi ruangan aesthetic (unsplash.com/POOJAN THANEKAR)

Ketika jumlah elemen dalam ruangan dibatasi, setiap detail memperoleh perhatian lebih besar. Karena itulah, quiet luxury selalu menonjolkan kualitas pengerjaan, tekstur material, hingga proporsi desain.

Misalnya, serat alami kayu, permukaan batu, atau kain linen berkualitas akan menjadi daya tarik utama tanpa harus didukung banyak ornamen tambahan. Setiap benda memiliki alasan keberadaan yang jelas sehingga keseluruhan ruangan terasa harmonis dan berkarakter.

4. Memberikan fleksibilitas dalam jangka panjang

https://unsplash.com/id/foto/ruang-tamu-modern-dengan-sofa-sectional-dan-rak-buku-P8bfUTu6E8I
ilustrasi ruangan aesthetic (unsplash.com/Obegi Home)

Desain yang terlalu mengikuti tren biasanya cepat terasa usang. Sebaliknya, prinsip less is more menghasilkan tampilan yang lebih abadi sehingga mudah dipadukan dengan berbagai perubahan gaya hidup.

Ruangan juga lebih mudah diperbarui tanpa renovasi besar. Cukup menambahkan aksesori baru, mengganti tekstil, atau menghadirkan tanaman hias, suasana rumah sudah dapat berubah tanpa menghilangkan identitas quiet luxury. Hal ini membuat desain lebih efisien sekaligus bernilai investasi.

5. Menonjolkan kenyamanan sebagai kemewahan sejati

https://unsplash.com/id/foto/sofa-putih-di-samping-meja-bundar-hitam-RiwC410CJxg
ilustrasi ruangan aesthetic (unsplash.com/Lotus Design N Print)

Esensi quiet luxury bukanlah memamerkan kemewahan kepada orang lain. Melainkan menciptakan kenyamanan bagi penghuni rumah. Prinsip less is more mendukung tujuan tersebut dengan menghadirkan ruang yang fungsional, bersih, dan mudah dirawat.

Setiap sudut dirancang agar memiliki fungsi yang jelas tanpa dipenuhi barang yang tidak diperlukan. Sirkulasi menjadi lebih lega, aktivitas sehari-hari terasa lebih praktis, dan suasana rumah tetap rapi dengan usaha yang minimal. Inilah bentuk kemewahan modern yang lebih relevan dengan gaya hidup masa kini, yaitu ruang yang memberikan ketenangan, efisiensi, sekaligus kualitas hidup yang lebih baik.

Pada akhirnya, prinsip less is more bukan sekadar mengurangi jumlah furnitur atau dekorasi. Prinsip ini mengajarkan bahwa keindahan lahir dari pemilihan elemen yang tepat, berkualitas, dan memiliki fungsi nyata. Itulah sebabnya konsep ini menjadi jiwa dari desain quiet luxury, menghadirkan hunian yang elegan, hangat, dan tetap memancarkan kemewahan tanpa perlu tampil berlebihan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya

Related Articles

See More