Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Bahan Pakaian Ini Bakal Cepat Rusak Jika Kena Air Panas!
ilustrasi air mendidih (istockphoto.com/ VladK213)
  • Air panas dapat meningkatkan risiko pakaian menyusut, berubah bentuk, atau menurun kualitasnya, sehingga jenis bahan dan label perawatan harus menjadi patokan utama.
  • Wol, sutra, dan rayon tergolong sensitif terhadap panas serta perlakuan mekanis; pencucian lembut, suhu rendah, atau metode sesuai label diperlukan untuk menjaga serat.
  • Spandex dapat kehilangan elastisitas akibat suhu tinggi, sementara asetat sering memerlukan dry cleaning atau air hangat-suam dengan deterjen lembut agar bentuk kain tetap terjaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Air panas memang bisa berguna untuk mencuci jenis pakaian tertentu, tetapi gak semua kain punya ketahanan yang sama terhadap suhu tinggi. Pada bahan yang lebih sensitif, panas dan proses pencucian yang menyertainya dapat meningkatkan risiko penyusutan, perubahan bentuk, atau berkurangnya kualitas kain.

Karena itu, suhu air sebaiknya gak dipilih hanya berdasarkan seberapa kotor pakaian. Jenis bahan dan label perawatan tetap menjadi patokan utama, apalagi untuk pakaian yang terbuat dari serat halus atau memiliki sifat elastis.

1. Wol

ilustrasi bahan wol (pexels.com/ Pavel Danilyuk)

Wol termasuk bahan yang perlu perhatian khusus saat dicuci. Serat wol memiliki permukaan bersisik yang dapat saling mengunci ketika terkena kelembapan, panas, dan gesekan. Jika tidak diperlakukan dengan benar, bahan wol bisa mengalami penyusutan (felting).

​Meski begitu, tidak semua pakaian wol dilarang terkena air hangat. Beberapa produk wol yang dirancang khusus bisa dicuci menggunakan suhu sekitar 30–40°C. Kuncinya, selalu cek label perawatan terlebih dahulu dan hindari menganggap semua jenis wol aman dicuci dengan air panas.

2. Sutra

ilustrasi kain sutra (Freepik.com/ 7crafts)

Sutra adalah kain halus yang membutuhkan perawatan jauh lebih lembut dibandingkan pakaian sehari-hari. Bahan ini tergolong sensitif, sehingga panduan perawatan sutra umumnya menyarankan penggunaan air dingin jika kain tersebut memang boleh dicuci basah.

​Selain suhu, proses pencucian juga berpengaruh. Menggosok, memeras, atau menggunakan siklus mesin cuci yang terlalu agresif dapat merusak struktur seratnya yang halus. Jika label menyarankan pencucian tangan (hand wash) atau dry clean, ikuti petunjuk tersebut.

3. Rayon

ilustrasi kain rayon (pexels.com/ Tamanna Rumee)

Rayon memiliki karakter fleksibel tetapi cukup rentan mengalami perubahan ukuran atau bentuk saat basah dan terkena suhu tinggi. Tingkat kerentanannya dipengaruhi oleh konstruksi kain, jenis rayon, serta cara pengeringannya.

​Karena karakter serat rayon berbeda-beda, instruksi label pakaian sangat krusial. Jika pakaian meminta pencucian dengan suhu rendah, hindari menggantinya dengan air panas hanya demi hasil yang lebih bersih. Hindari juga perlakuan mekanis yang terlalu kuat saat kain dalam kondisi basah.

4. Spandex

ilustrasi bahan spandex (pexels.com/ cottonbro studio)

Elastane atau spandex banyak digunakan pada pakaian yang membutuhkan kelenturan tinggi, seperti legging, pakaian olahraga, dan pakaian dalam. Serat ini menjaga elastisitas kain agar tetap mengikuti bentuk tubuh.

​Suhu air yang terlalu panas secara berkurang dapat merusak elastisitas serat ini. Agar daya regangnya awet, pilih siklus pencucian yang lembut dengan pengaturan suhu yang sesuai dengan petunjuk produsen.

5. Asetat

ilustrasi kain asetat (istockphoto.com/ Dmitri Kalvan)

Asetat merupakan serat berbasis selulosa yang sering digunakan untuk gaun, lapisan dalam pakaian (furing), atau kain dengan tekstur lembut dan jatuh (drape). Bahan ini tidak bisa diperlakukan sembarangan seperti katun.

​Banyak pakaian berbahan asetat memerlukan metode dry cleaning. Untuk jenis asetat yang boleh dicuci air, gunakan air dengan suhu hangat-suam dan deterjen lembut. Menghindari suhu air yang terlalu tinggi sangat disarankan untuk menjaga keutuhan bentuk kain.

​Suhu air dalam mencuci pakaian sebaiknya diperlakukan sebagai bagian dari perawatan, bukan sekadar pilihan berdasarkan tingkat kotoran. Pakaian yang terlihat tebal belum tentu cocok diberi perlakuan panas.

​Jika merasa ragu, label perawatan adalah petunjuk paling aman. Kebiasaan membaca simbol pencucian sebelum memilih suhu air akan mencegah risiko kerusakan kain yang sulit diperbaiki.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article