Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Istilah yang Sering Digunakan Reviewer Parfum, Apa Artinya?
ilustrasi memakai parfum (pexels.com/MART PRODUCTION)
  • Artikel menjelaskan lima istilah penting dalam dunia parfum seperti notes, SPL, dan dry down yang sering digunakan reviewer untuk menggambarkan performa serta karakter aroma.
  • Istilah seperti fresh, sweet, woody, gourmand, hingga aquatic membantu pembaca memahami kesan utama parfum tanpa harus mencium aromanya secara langsung.
  • Penjelasan tentang clone, dupe, dan inspired perfume menyoroti perbedaan tingkat kemiripan aroma dengan parfum populer agar pembeli lebih paham sebelum memilih produk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia parfum memiliki banyak istilah yang mungkin masih terdengar asing bagi beberapa orang. Saat menonton ulasan di media sosial atau membaca review di internet, kita sering menemukan berbagai istilah yang digunakan untuk menggambarkan performa maupun karakter sebuah parfum. Memahami istilah tersebut akan memudahkan kita memilih parfum yang sesuai dengan kebutuhan.

Menariknya, istilah yang digunakan reviewer tidak hanya membahas aroma, tetapi juga daya tahan hingga seberapa jauh wangi parfum dapat tercium. Dengan mengenali arti setiap istilah, kita tidak akan bingung ketika membandingkan berbagai parfum. Berikut lima istilah yang paling sering digunakan oleh reviewer parfum beserta penjelasannya.

1. Notes membantu mengenali susunan aroma parfum

ilustrasi memakai parfum (magnific.com/katemangostar)

Dalam dunia parfum, notes merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan susunan aroma yang muncul secara bertahap setelah parfum disemprotkan. Susunan tersebut terdiri atas top notes, middle notes, dan base notes yang masing-masing memiliki karakter dan durasi berbeda. Kombinasi ketiganya membentuk identitas sebuah parfum sekaligus memberikan pengalaman aroma yang terus berubah seiring waktu.

Top notes adalah aroma pertama yang langsung tercium dan biasanya bertahan sekitar lima hingga lima belas menit. Setelah itu muncul middle notes atau heart notes yang menjadi inti karakter parfum sebelum akhirnya berganti menjadi base notes yang bertahan paling lama di kulit. Itulah sebabnya reviewer hampir selalu membahas notes ketika menjelaskan bagaimana perjalanan aroma sebuah parfum dari awal hingga akhir.

2. SPL menggambarkan kualitas performa sebuah parfum

ilustrasi membuat parfum (pexels.com/MART PRODUCTION)

SPL merupakan singkatan dari sillage, projection, dan longevity yang menjadi tiga aspek utama dalam menilai performa parfum. Longevity menunjukkan berapa lama aroma bertahan di kulit atau pakaian, sedangkan projection menjelaskan seberapa jauh aroma dapat tercium dari tubuh pemakainya. Sementara itu, sillage menggambarkan jejak aroma yang tertinggal ketika seseorang berjalan melewati suatu tempat.

Ketiga aspek tersebut saling melengkapi sehingga tidak bisa dinilai hanya dari satu faktor saja. Parfum dengan longevity tinggi belum tentu memiliki projection yang kuat, begitu pula sebaliknya. Karena itu, reviewer biasanya menyebutkan nilai SPL secara keseluruhan agar kita memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai performa sebuah parfum dalam penggunaan sehari-hari.

3. Fresh, sweet, woody, dan karakter aroma parfum lainnya

ilustrasi parfum (magnific.com/freepik)

Reviewer parfum sering menggunakan istilah seperti fresh, sweet, woody, gourmand, aquatic, citrus, atau floral untuk menggambarkan karakter utama sebuah aroma. Istilah tersebut membantu kita membayangkan kesan yang diberikan parfum tanpa harus mencium aromanya secara langsung. Misalnya, parfum dengan karakter fresh biasanya terasa bersih dan menyegarkan, sedangkan aroma woody cenderung hangat, elegan, dan didominasi nuansa kayu.

Karakter aroma juga sering dikaitkan dengan situasi penggunaan maupun kepribadian pemakainya. Aroma gourmand identik dengan wangi makanan manis seperti vanila atau karamel, sementara aquatic memberikan kesan segar layaknya udara pantai atau laut. Memahami berbagai kategori aroma ini akan memudahkan kita memilih parfum yang sesuai dengan aktivitas, musim, maupun preferensi pribadi.

4. Dry down menentukan karakter aroma setelah beberapa jam

ilustrasi parfum (pexels.com/rehman yousaf)

Dry down adalah fase ketika parfum telah mengalami perkembangan aroma dan mencapai bentuk akhirnya setelah beberapa waktu digunakan. Pada tahap ini, aroma dari base notes mulai mendominasi sehingga karakter parfum yang sesungguhnya akan lebih terasa. Fase ini biasanya muncul sekitar satu hingga dua jam setelah parfum disemprotkan, meski dapat berbeda tergantung komposisi dan kondisi kulit.

Banyak orang hanya mencium parfum sesaat setelah disemprotkan lalu langsung mengambil keputusan untuk membeli atau tidak. Padahal, reviewer hampir selalu menunggu hingga fase dry down sebelum memberikan penilaian akhir karena perubahan aromanya bisa sangat signifikan. Tidak sedikit parfum yang awalnya terasa segar kemudian berubah menjadi lebih hangat, lembut, atau manis setelah beberapa jam.

5. Clone, dupe, dan inspired perfume memiliki arti berbeda

ilustrasi parfum (pexels.com/Laura Chouette)

Ketiga istilah ini sering muncul ketika membahas parfum dengan aroma yang mirip produk terkenal, tetapi sebenarnya memiliki makna yang berbeda. Clone umumnya merujuk pada parfum yang dibuat semirip mungkin dengan parfum referensi, baik dari segi aroma maupun perkembangan wanginya. Sementara itu, dupe lebih menekankan kemiripan karakter aroma tanpa harus benar-benar identik dengan parfum aslinya.

Berbeda lagi dengan inspired perfume yang mengambil inspirasi dari sebuah parfum populer, tetapi biasanya tetap memiliki sentuhan atau interpretasi tersendiri. Istilah ini banyak digunakan oleh merek parfum lokal yang menawarkan alternatif dengan harga lebih terjangkau. Memahami perbedaan ketiganya akan membantu kita membaca ulasan parfum dengan lebih tepat sekaligus menghindari kesalahpahaman saat ingin membeli parfum.

Memahami beberapa istilah di atas akan membuat kita lebih mudah memahami review yang beredar di internet. Mulai dari notes, hingga perbedaan clone, dupe, dan inspired perfume, semuanya memiliki fungsi yang berbeda dalam menjelaskan sebuah parfum. Dengan bekal pengetahuan tersebut, kita dapat memilih parfum secara lebih bijak berdasarkan karakter aroma dan performa yang sesuai dengan kebutuhan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article