Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kebiasaan yang Membantu Kamar Kos Tetap Segar, Anti Apek!
Ilustrasi gunakan pengharum ruangan (pexels.com/www.kaboompics.com)
  • Artikel menyoroti pentingnya menjaga sirkulasi udara di kamar kos dengan rutin membuka jendela atau pintu agar udara segar masuk dan bau pengap berkurang.
  • Ditekankan kebiasaan menjaga kebersihan seperti tidak menumpuk pakaian lembap, rutin membuang sampah, serta membersihkan area tersembunyi untuk mencegah bau tak sedap.
  • Penggunaan penyerap kelembapan atau pengharum ruangan disarankan hanya sebagai pelengkap, sementara kebersihan dan ventilasi tetap menjadi kunci utama menjaga kamar tetap segar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kamar kos yang bersih belum tentu terbebas dari bau pengap. Sirkulasi udara yang kurang baik, pakaian yang masih lembap, atau kebiasaan jarang membuka jendela dapat membuat ruangan terasa kurang segar. Jika dibiarkan, kamar pun menjadi kurang nyaman untuk beristirahat, belajar, maupun beraktivitas.

Bau pengap sering muncul secara perlahan sehingga banyak orang baru menyadarinya ketika aroma di dalam kamar mulai mengganggu. Kabar baiknya, kamu gak perlu mengeluarkan biaya besar untuk mengatasinya. Beberapa kebiasaan sederhana sudah cukup membantu menjaga kualitas udara dan membuat kamar tetap segar setiap hari.

Kalau kamar kosmu mulai terasa pengap, gak perlu buru-buru menggunakan pengharum ruangan. Coba terapkan lima cara berikut untuk membantu mengurangi bau pengap sekaligus menjaga kamar tetap nyaman.

1. Buka pintu atau jendela setiap hari

Ilustrasi buka jendela (pexels.com/ Thirdman)

Udara yang terus terjebak di dalam kamar menjadi salah satu penyebab utama munculnya bau pengap. Karena itu, biasakan membuka pintu atau jendela setiap pagi agar udara segar dapat masuk dan udara di dalam ruangan bisa berganti. Kebiasaan sederhana ini membantu membuat kamar terasa lebih segar sepanjang hari.

Kalau kamar kos memiliki ventilasi, pastikan bagian tersebut gak tertutup oleh barang-barang. Aliran udara yang lancar dapat mengurangi kelembapan sekaligus membantu mencegah bau gak sedap bertahan di dalam ruangan. Semakin baik sirkulasi udara, semakin nyaman pula suasana kamar.

Meski hanya dilakukan selama beberapa menit setiap hari, kebiasaan ini memberikan perubahan yang cukup terasa. Kamar akan terasa lebih segar, kualitas udara menjadi lebih baik, dan kamu pun bisa beraktivitas dengan lebih nyaman.

2. Jangan membiarkan pakaian lembap menumpuk

Ilustrasi merapikan pakaian (magnific.com/freepik)

Pakaian yang masih basah atau lembap dapat menjadi penyebab munculnya bau pengap di kamar kos. Selain menimbulkan aroma yang kurang sedap, kelembapan dari pakaian juga membuat ruangan terasa lebih lembap dan kurang nyaman untuk ditempati. Jika terus dibiarkan, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas udara di dalam kamar.

Kalau memungkinkan, jemur pakaian hingga benar-benar kering sebelum disimpan di lemari atau dibawa masuk ke kamar. Hindari juga menggantung terlalu banyak pakaian bekas pakai di dalam ruangan karena kebiasaan ini dapat menjadi sumber bau. Simpan pakaian kotor di keranjang khusus agar kamar tetap terlihat rapi.

Dengan menjaga pakaian tetap kering dan tertata, udara di dalam kamar akan terasa lebih bersih dan segar. Kebiasaan sederhana ini juga membantu mengurangi kelembapan sehingga kamar menjadi lebih nyaman untuk beristirahat maupun beraktivitas.

3. Rutin membuang sampah

Ilustrasi membuang sampah (pexels.com/SHVETS production)

Tempat sampah yang penuh atau berisi sisa makanan sering menjadi penyebab munculnya bau gak sedap di kamar kos. Bau tersebut akan lebih mudah menyebar, terutama jika ukuran kamar tidak terlalu besar atau sirkulasi udaranya kurang baik. Karena itu, jangan menunggu tempat sampah penuh untuk membuang isinya.

Biasakan membuang sampah secara rutin, terutama sampah organik dan kemasan makanan. Kalau memungkinkan, gunakan tempat sampah yang memiliki penutup agar bau gak mudah menyebar ke seluruh ruangan. Cara sederhana ini juga membantu mencegah datangnya serangga yang dapat mengganggu kenyamanan. Kebiasaan membuang sampah secara teratur akan membantu menjaga kualitas udara di dalam kamar. Alhasil, ruangan terasa lebih bersih, segar, dan nyaman untuk digunakan sehari-hari.

4. Bersihkan area yang sering terlupakan

Ilustrasi membersihkan atas rak (magnific.com/stockking)

Debu dan kotoran sering menumpuk di area yang jarang diperhatikan, seperti bawah tempat tidur, sudut ruangan, belakang meja, atau bagian atas lemari. Jika dibiarkan terlalu lama, debu dapat membuat kamar terasa kurang nyaman dan memicu bau pengap. Karena itu, jangan hanya membersihkan area yang terlihat.

Luangkan waktu setiap minggu untuk menyapu, mengepel, dan membersihkan sudut-sudut yang sering terlewat. Kamu juga bisa mengelap permukaan furnitur, rak, atau ventilasi agar debu gak terus menumpuk. Kebiasaan ini membantu menjaga kebersihan kamar secara menyeluruh.

Kamar yang bersih akan terasa lebih segar dan nyaman untuk beristirahat maupun beraktivitas. Selain mengurangi bau yang kurang sedap, membersihkan seluruh sudut ruangan secara rutin juga membuat kualitas udara di dalam kamar tetap terjaga.

5. Gunakan penyerap atau pengharum ruangan secukupnya

Ilustrasi gunakan pengharum ruangan (pexels.com/www.kaboompics.com)

Kalau bau pengap masih terasa, kamu bisa menggunakan penyerap kelembapan, arang aktif, atau pengharum ruangan sebagai pelengkap. Pilih aroma yang lembut agar kamar tetap terasa nyaman dan gak terlalu menyengat. Namun, ingat bahwa pengharum ruangan sebaiknya gak dijadikan solusi utama karena hanya menutupi bau jika sumber masalahnya belum diatasi.

Pastikan kamu tetap menjaga kebersihan kamar dan sirkulasi udara agar ruangan benar-benar terasa segar setiap hari. Kebiasaan sederhana seperti membuka ventilasi, membersihkan kamar secara rutin, dan mengurangi sumber kelembapan sering kali lebih efektif untuk menghilangkan bau pengap daripada hanya mengandalkan pengharum ruangan.

Kamar kos yang bebas dari bau pengap akan terasa lebih nyaman untuk beristirahat, belajar, maupun bekerja. Mulailah menerapkan kebiasaan-kebiasaan tersebut secara konsisten. Seiring waktu, kamar akan terasa lebih bersih, segar, dan menjadi tempat yang nyaman untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article