Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tips Melakukan Decluttering Kamar Kos Secara Berkala

5 Tips Melakukan Decluttering Kamar Kos Secara Berkala
ilustrasi kamar kos (unsplash.com/Andrej Lišakov)
Intinya Sih
  • Decluttering kamar kos membantu menjaga kerapian dan kenyamanan ruang dengan menyeleksi serta menata ulang barang secara rutin agar aktivitas harian lebih leluasa.
  • Langkah penting meliputi penjadwalan tetap, pemisahan barang sesuai kebutuhan, penggunaan kotak penyimpanan, serta kebiasaan menyingkirkan benda yang tak lagi terpakai.
  • Setelah decluttering, membersihkan seluruh sudut kamar membuat suasana lebih segar dan lega, menciptakan ruang ideal untuk belajar maupun beristirahat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kamar kos yang nyaman tidak selalu ditentukan oleh luas ruangan, tetapi juga oleh cara penghuninya mengelola barang-barang di dalamnya. Semakin banyak benda yang menumpuk tanpa tempat penyimpanan yang jelas, semakin sempit dan sesak pula suasana kamar. Akibatnya, aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman karena ruang gerak ikut terbatas.

Decluttering atau menyeleksi kembali barang yang dimiliki menjadi kebiasaan yang bisa menjaga kamar tetap rapi. Kegiatan ini juga membantu kamu menemukan barang dengan lebih cepat sekaligus membuat ruangan terasa lebih lega. Agar hasilnya lebih maksimal, lakukan beberapa langkah berikut secara berkala.

1. Tentukan jadwal decluttering yang tetap

ilustrasi kegiatan bersih-bersih
ilustrasi kegiatan bersih-bersih (unsplash.com/Josue Michel)

Decluttering akan lebih mudah dilakukan jika sudah menjadi bagian dari rutinitas. Pilih satu waktu yang paling memungkinkan, misalnya setiap akhir bulan atau setelah menyelesaikan ujian, sehingga kegiatan ini tidak terus tertunda. Jadwal yang jelas membuatmu lebih siap meluangkan waktu untuk merapikan kamar.

Saat waktunya tiba, fokuskan perhatian pada satu area terlebih dahulu agar pekerjaan terasa lebih ringan. Mulailah dari meja belajar, rak, atau lemari sebelum berpindah ke sudut lainnya. Cara ini membuat hasilnya lebih terlihat dan memberikan semangat untuk melanjutkan ke bagian berikutnya.

2. Pisahkan barang sesuai kebutuhan

ilustrasi mengelompokkan barang
ilustrasi mengelompokkan barang (freepik.com/freepik)

Setelah semua barang mulai diperiksa, kelompokkan berdasarkan fungsi dan frekuensi pemakaian. Barang yang masih digunakan setiap hari sebaiknya ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau, sedangkan perlengkapan yang hanya dipakai pada waktu tertentu dapat disimpan di tempat terpisah. Penyusunan seperti ini membuat kamar terasa lebih tertata.

Selanjutnya, periksa kembali barang yang sudah lama tidak digunakan atau kondisinya sudah tidak layak. Jika masih memiliki nilai guna, kamu bisa mendonasikan atau menjualnya kembali. Dengan begitu, isi kamar berkurang tanpa membuang barang yang masih bermanfaat.

3. Manfaatkan kotak penyimpanan agar barang tidak berserakan

ilustrasi kotak penyimpanan
ilustrasi kotak penyimpanan (freepik.com/freepik)

Barang-barang kecil seperti kabel, alat tulis, obat-obatan, atau perlengkapan mandi akan lebih mudah tertata jika memiliki tempat khusus. Kotak penyimpanan membantu mengelompokkan barang sejenis sehingga meja dan rak terlihat lebih rapi. Selain itu, proses mencari barang menjadi jauh lebih cepat.

Pilih kotak yang ukurannya sesuai dengan ruang yang tersedia agar tidak memenuhi sudut kamar. Model yang dapat ditumpuk juga membantu memanfaatkan ruang vertikal tanpa membuat ruangan terasa sesak. Penataan seperti ini memberi kesan bersih sekaligus memudahkan kegiatan sehari-hari.

4. Hindari menyimpan barang yang sudah tidak digunakan

ilustrasi menyimpan barang
ilustrasi menyimpan barang (freepik.com/freepik)

Tanpa disadari, kamar kos sering menjadi tempat menumpuk kemasan kosong, pakaian yang sudah tidak dipakai, atau perlengkapan yang rusak. Barang-barang tersebut terus memenuhi ruangan meski tidak lagi memiliki fungsi. Akibatnya, lemari dan rak cepat penuh sehingga sulit menata barang yang benar-benar dibutuhkan.

Biasakan mengambil keputusan saat menemukan barang yang sudah tidak terpakai. Simpan yang masih bermanfaat, lalu keluarkan sisanya dari kamar agar tidak kembali menumpuk. Kebiasaan ini membuat proses decluttering berikutnya terasa jauh lebih ringan.

5. Akhiri dengan membersihkan seluruh sudut kamar

ilustrasi membersihkan sudut ruangan
ilustrasi membersihkan sudut ruangan (unsplash.com/CDC)

Setelah jumlah barang berkurang dan semuanya kembali tersusun rapi, lanjutkan dengan membersihkan setiap sudut ruangan. Sapu lantai, lap permukaan meja, bersihkan rak, lalu buka jendela beberapa saat agar udara segar masuk ke dalam kamar. Langkah ini membuat hasil decluttering terasa lebih maksimal.

Ruangan yang bersih akan terlihat lebih lega karena tidak dipenuhi debu maupun barang yang tidak diperlukan. Suasana kamar pun terasa lebih nyaman untuk belajar, beristirahat, atau mengerjakan berbagai aktivitas harian. Perubahan ini juga memberikan perbedaan yang langsung terasa begitu kamu kembali memasuki kamar.

Decluttering tidak harus menunggu kamar benar-benar penuh atau sulit ditata. Melakukan penyortiran secara berkala membantu menjaga ruangan tetap rapi, nyaman, dan lebih mudah digunakan setiap hari. Dengan membiasakan langkah-langkah di atas, kamar kos akan terasa lebih lega sehingga waktu beristirahat maupun belajar menjadi lebih nyaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya

Related Articles

See More