Focal point seharusnya membantu mata menemukan pusat perhatian ketika memasuki sebuah ruangan. Kehadirannya bisa berasal dari furnitur, karya seni, warna, material, pencahayaan, maupun elemen arsitektural tertentu. Namun, ketika terlalu banyak hal ingin ditonjolkan sekaligus, fungsi focal point justru dapat kehilangan arah.
Ruangan akhirnya terasa ramai secara visual meskipun jumlah furniturnya tidak terlalu banyak. Mata berpindah dari satu objek ke objek lain tanpa menemukan elemen yang benar-benar menjadi pusat perhatian. Supaya komposisi interior tetap terasa terarah, kenali beberapa penyebab focal point terlihat membingungkan berikut ini.
