Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Cara Simpan Spons Cuci Piring Biar Tidak Basah Terus-Terusan
Tempat cuci cangkir (pexels.com/ Ron Lach)
  • Setelah mencuci, spons perlu dibilas dari sabun dan kotoran lalu diperas secukupnya agar sisa air berkurang dan lebih cepat mengering.
  • Pisahkan spons untuk peralatan makan dan area dapur, gunakan penanda seperti warna berbeda, serta simpan masing-masing terpisah guna mengurangi perpindahan kotoran.
  • Simpan spons pada wadah berlubang atau area terbuka dengan sirkulasi udara; hindari menumpuknya dengan alat basah maupun memasukkannya ke wadah tertutup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Spons cuci piring hampir setiap hari kena air, sabun, minyak, sampai sisa makanan. Masalahnya, setelah dipakai sering kali spons cuma dibilas sebentar lalu ditaruh begitu saja di dekat wastafel. Akibatnya, spons jadi terus lembap dan lama-lama bisa terasa licin atau mengeluarkan bau yang kurang enak.

Padahal, cara menyimpan spons setelah dipakai cukup berpengaruh terhadap kebersihannya. Spons yang kering akan lebih nyaman digunakan dan tidak cepat terasa kotor. Kamu juga nggak perlu membeli tempat khusus yang mahal. Beberapa kebiasaan kecil berikut sudah cukup membantu membuat spons nggak terus-menerus basah.

1. Peras spons setelah selesai digunakan

Cuci piring (pexels.com/ Kampus Production)

Setelah selesai mencuci piring, jangan langsung menaruh spons dalam kondisi penuh air. Bilas spons sampai sisa sabun dan kotoran hilang, lalu peras sampai sebagian besar airnya keluar.

Spons memang akan tetap terasa lembap karena materialnya menyerap air, tetapi kondisinya jauh lebih baik daripada dibiarkan menetes atau tergenang. Semakin sedikit air yang tersisa, semakin cepat spons bisa mengering.

Kamu juga nggak perlu memeras spons terlalu keras sampai bentuknya berubah. Cukup tekan beberapa kali sampai air yang keluar sudah jauh berkurang. Kebiasaan kecil ini bisa langsung diterapkan setiap selesai mencuci.

2. Pisahkan spons untuk mencuci piring dan membersihkan area dapur

Orang cuci piring (Pexels.com/ MART PRODUCTION)

Spons yang digunakan untuk mencuci piring sebaiknya nggak dipakai juga untuk membersihkan wastafel, meja dapur, atau bagian lain yang kotor. Selain soal kebersihan, pemisahan ini juga membuat spons lebih mudah dirawat.

Kamu bisa menggunakan spons dengan warna berbeda untuk setiap kebutuhan. Misalnya, satu khusus peralatan makan dan satu lagi untuk membersihkan area dapur.

Setelah digunakan, keduanya juga sebaiknya dibilas dan disimpan secara terpisah. Cara ini membantu mengurangi perpindahan kotoran dari satu area ke area lain sekaligus membuat kamu lebih gampang mengetahui spons mana yang perlu diganti.

3. Gunakan tempat spons yang punya lubang

Peralatan dapur (pexels.com/ Cup of Couple)

Kalau selama ini spons selalu diletakkan di wadah tertutup, coba ganti dengan tempat yang memiliki lubang atau celah. Desain seperti ini memungkinkan air keluar dari wadah dan udara tetap bergerak di sekitar spons.

Tempat spons dengan lubang di bagian bawah juga membantu mencegah air menggenang. Jadi, air yang keluar dari spons nggak cuma pindah tempat lalu membuat spons kembali basah.

Nggak harus membeli tempat spons khusus. Rak kecil berlubang atau wadah sederhana yang memungkinkan air mengalir juga bisa digunakan selama ukurannya sesuai dan mudah dibersihkan.

4. Letakkan spons di posisi yang terkena aliran udara

Cuci piring (pexels.com/ MART PRODUCTION)

Spons lebih cepat kering kalau berada di tempat yang punya sirkulasi udara cukup. Karena itu, hindari menyelipkan spons di sudut sempit yang tertutup barang lain.

Area dekat wastafel yang terbuka biasanya lebih cocok. Setelah digunakan dan diperas, letakkan spons di tempat yang memungkinkan udara masuk dari berbagai sisi.

Kalau dapur punya jendela atau ventilasi, area di sekitarnya juga bisa membantu proses pengeringan. Intinya bukan membuat spons terkena angin kencang, tetapi menghindari kondisi pengap yang membuat kelembapan bertahan lebih lama.

5. Jangan menumpuk spons dengan alat dapur lain

Interior dapur (pexels.com/ Jean van der Meulen)

Spons yang ditumpuk bersama kain lap, sikat, atau alat cuci lainnya akan lebih sulit kering. Apalagi kalau benda-benda tersebut juga masih basah. Bukannya cepat kering, semua barang malah saling mempertahankan kelembapan.

Sebaiknya setiap alat punya tempat masing-masing. Spons bisa diletakkan di rak kecil atau wadah berlubang, sementara kain lap digantung dan sikat ditempatkan di posisi yang memungkinkan air menetes.

Penataan seperti ini juga bikin area sekitar wastafel terlihat lebih rapi. Kamu jadi nggak perlu mengaduk-aduk tumpukan alat cuci hanya untuk mencari spons.

6. Hindari menyimpan spons dalam wadah tertutup

Orang mencuci piring di dapur (Pexels.com/ Sarah Cha)

Wadah tertutup memang bisa membuat area dapur terlihat lebih rapi, tetapi kurang cocok untuk menyimpan spons yang masih lembap. Udara di dalam wadah terbatas sehingga air dari spons lebih sulit menguap.

Kalau kamu tetap ingin menggunakan wadah, pilih yang terbuka atau memiliki banyak lubang. Dengan begitu, spons tetap punya tempat khusus tanpa harus disimpan dalam kondisi pengap.

Wadah tertutup baru lebih masuk akal kalau spons sudah benar-benar kering dan memang perlu disimpan sementara. Untuk spons yang baru selesai digunakan, prioritasnya adalah membuat air cepat keluar dan kelembapan cepat berkurang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article