7 Hal tentang Kesehatan yang Sering Terlupakan oleh Perajut

Bagi para perajut, aktivitas merajut sering kali menuntut waktu berjam-jam tanpa henti, fokus, dan ketelitian. Namun, sering kali hal-hal kecil yang menyangkut kesehatan tubuh justru terabaikan. Padahal, menjaga kesehatan tubuh sangat penting agar dapat tetap produktif, terhindar dari gangguan fisik, dan terus berkarya dalam jangka waktu yang panjang. Tubuh yang sehat akan mendukung keberhasilan pekerjaan dan mencegah terjadinya cedera atau penyakit yang berhubungan dengan postur tubuh, mata, dan tangan.
Saat bekerja dengan hakpen, benang, dan alat-alat rajut, tubuh kita banyak terpengaruh, baik secara fisik maupun mental. Hal ini tidak hanya berdampak pada kecepatan dan kenyamanan dalam bekerja, tetapi juga pada kualitas pekerjaan yang dihasilkan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana cara merawat tubuh selama merajut agar tetap sehat dan produktif. Berikut adalah tujuh hal tentang kesehatan yang sering terlupakan oleh para perajut yang perlu diperhatikan.
1. Cukup minum air putih

Tubuh manusia terdiri dari sebagian besar air, sehingga sangat penting untuk selalu terhidrasi. Saat bekerja, perajut akan banyak duduk selama berjam-jam hingga sering kali terlalu fokus pada pekerjaan dan lupa untuk minum air.
Dehidrasi bisa mengganggu konsentrasi, energi, dan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk selalu menyiapkan air di dekat tempat kerja agar lebih mudah mengingat untuk minum. Dengan cukup minum air putih, tubuh akan tetap segar dan perajut bisa lebih fokus dalam menyelesaikan pekerjaannya.
2. Peregangan secara rutin

Setelah beberapa jam bekerja, tubuh bisa mulai merasa kaku, terutama bagian tangan, lengan, dan punggung. Peregangan sederhana sangat membantu untuk mengurangi ketegangan otot dan memperlancar peredaran darah.
Jangan menunggu sampai tubuh terasa pegal atau tegang. Lakukan peregangan minimal setiap 30 menit sekali agar tubuh tidak merasa kaku dan lebih lentur. Selain itu, peregangan juga membantu meningkatkan fleksibilitas tubuh, yang penting untuk mencegah cedera jangka panjang.
3. Istirahatkan mata dan tangan

Melihat hakpen dan benang untuk waktu yang lama dapat menyebabkan ketegangan pada mata. Mata yang lelah akan memengaruhi ketajaman penglihatan dan bisa menyebabkan sakit kepala atau penglihatan kabur.
Cobalah untuk sesekali mengalihkan pandangan ke objek yang lebih jauh untuk memberi kesempatan mata beristirahat. Selain itu, tangan yang terlalu lama bergerak dan memegang hakpen juga perlu istirahat. Istirahatkan mata dan tangan setiap beberapa menit untuk menjaga kenyamanan dan kinerja yang maksimal.
4. Duduk dengan posisi yang benar

Posisi duduk yang salah bisa menyebabkan gangguan pada tulang belakang dan otot leher, yang akhirnya berpotensi menimbulkan rasa sakit yang mengganggu aktivitas. Untuk itu, penting untuk duduk dengan posisi yang benar yaitu punggung tegak, bahu rileks, dan kaki rata di lantai.
Hindari membungkuk atau duduk dalam posisi yang memaksa tubuh terlalu lama. Posisi duduk yang baik akan menjaga kesehatan tulang belakang dan mencegah terjadinya nyeri punggung.
5. Menjaga pencahayaan yang cukup saat bekerja

Pencahayaan yang buruk dapat membuat mata cepat lelah dan memengaruhi kenyamanan bekerja. Saat merajut, pencahayaan yang cukup sangat penting agar benang terlihat jelas. Gunakan lampu dengan pencahayaan yang cukup terang tetapi tidak terlalu silau.
Lampu yang redup dapat membuat mata bekerja lebih keras, sementara pencahayaan yang terlalu terang justru dapat menyebabkan kelelahan mata yang lebih cepat. Dengan pencahayaan yang baik, perajut bisa bekerja lebih nyaman dan mengurangi risiko ketegangan mata.
6. Menggunakan alat bantu ergonomis

Penggunaan alat bantu ergonomis seperti bantal penyangga pergelangan tangan atau kursi ergonomis dapat mengurangi tekanan pada tubuh, terutama tangan dan punggung. Saat bekerja dengan tangan, pergelangan tangan yang tertekuk terlalu lama dapat menyebabkan gangguan pada sendi. Alat bantu ergonomis membantu posisi tubuh agar lebih seimbang dan mencegah ketegangan otot.
7. Mengatur waktu kerja dan istirahat secara bergantian

Bekerja terus-menerus tanpa istirahat bisa menguras tenaga dan menyebabkan kelelahan. Mengatur waktu kerja dan istirahat secara bergantian sangat penting untuk menjaga tubuh tetap bugar dan siap untuk melanjutkan pekerjaan. Tentukan jadwal kerja yang realistis dengan interval istirahat setiap 45 menit hingga 1 jam. Waktu istirahat memberikan kesempatan tubuh untuk pulih sejenak sebelum kembali bekerja dengan lebih fokus.
Dengan memperhatikan tujuh hal tentang kesehatan di atas yang sering terlupakan oleh perajut, kamu dapat menjaga tubuh tetap sehat dan produktif sepanjang hari. Kesehatan tubuh yang terjaga akan mendukung kualitas pekerjaan yang lebih baik, serta menghindari gangguan fisik yang bisa menghalangi aktivitas. Jangan biarkan hal-hal kecil ini terabaikan, karena tubuh yang sehat adalah aset penting dalam menjalani hobi atau profesi sebagai perajut.


















