62 Anak Muda Indonesia Raih Penghargaan Emas Duke of Edinburgh’s International Award

- Sebanyak 62 anak muda Indonesia menerima Penghargaan Emas Duke of Edinburgh’s International Award di Pesantren Pabelan, Magelang, bertepatan dengan peringatan 70 tahun program tersebut secara global.
- Acara ini menjadi bagian dari kemitraan strategis Inggris–Indonesia di bawah pilar People and Society, yang menekankan pemberdayaan generasi muda melalui pendidikan dan pengembangan karakter.
- Para penerima penghargaan dinilai sebagai sosok inspiratif yang mencerminkan komitmen, empati, dan kepemimpinan, sekaligus menunjukkan potensi generasi muda Indonesia sebagai calon pemimpin masa depan.
Sebanyak 62 pemuda-pemudi berprestasi di Indonesia menerima Penghargaan Emas Duke of Edinburgh’s International Award dalam sebuah seremoni khusus. Acara tersebut diselenggarakan di Pesantren Pabelan, Magelang, yang dikenal sebagai salah satu pesantren bersejarah. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, pada 9 April 2026.
Momen ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan 70 tahun Duke of Edinburgh’s International Award secara global. Selama tujuh dekade, program tersebut telah berperan dalam memberdayakan generasi muda di berbagai negara. Fokus utamanya adalah membangun kepercayaan diri, karakter, serta keterampilan hidup yang relevan.
1. Bagian dari kemitraan strategis Inggris–Indonesia

Acara ini menjadi salah satu wujud nyata implementasi Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia yang terus berkembang. Kerja sama tersebut berada di bawah pilar People and Society yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Melalui program ini, generasi muda Indonesia mendapatkan manfaat langsung dari kolaborasi kedua negara.
Inisiatif seperti Duke of Edinburgh’s International Award turut memperkuat kerja sama di bidang pendidikan. Selain itu, program ini juga membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan potensi anak muda. Hubungan antar-masyarakat antara Inggris dan Indonesia pun semakin erat melalui kegiatan ini.
2. Apresiasi untuk pemuda Inspiratif Indonesia

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menyampaikan apresiasinya kepada para penerima penghargaan. Ia menilai ke-62 pemuda-pemudi tersebut sebagai sosok yang inspiratif bagi banyak orang. Prestasi mereka mencerminkan nilai komitmen, empati, dan kepemimpinan yang kuat.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian penting dari Duke of Edinburgh’s International Award selama 70 tahun. Ia juga menekankan, bahwa acara ini mencerminkan semangat kerja sama kedua negara. Hal tersebut diwujudkan melalui upaya bersama dalam memberdayakan manusia dan memperkuat komunitas.
3. Mencetak generasi pemimpin masa depan

Presiden Komisaris Duke of Edinburgh’s International Award–Indonesia, Nadjib Riphat Kesoema, turut menyampaikan kebanggaannya. Ia melihat para peserta berasal dari berbagai latar belakang pendidikan yang beragam. Mulai dari sekolah negeri, swasta, hingga madrasah dan pesantren.
Menurutnya, perjalanan para peserta menunjukkan proses pembentukan diri dan ketangguhan yang kuat. Hal ini menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan di masa depan. Ia juga menegaskan, bahwa program ini berperan dalam membentuk generasi pemimpin yang #worldready.
Peserta yang menerima penghargaan berasal dari berbagai institusi di Indonesia. Di antaranya adalah PPI Purna Paskibraka Bandung, Pesantren Pabelan Magelang, dan Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Selain itu, ada juga Canggu Community School Bali, BPK Penabur Jakarta, serta Yayasan Urunan Kebaikan Surabaya.
Sebanyak 62 pemuda-pemudi ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing dan berprestasi di tingkat global. Melalui program tersebut, mereka diharapkan terus berkembang menjadi individu yang siap menghadapi masa depan dengan percaya diri dan karakter kuat.