7 Pestisida Alami untuk Mengusir Serangga di Tanaman Hias Sesuai Jenis

- Tanaman daun lembut gunakan berupa pestisida air bawang putih.
- Tanaman berdaun tebal bisa menggunakan larutan sabun alami.
- Tanaman sukulen dan kaktus cocok menggunakan larutan kayu manis.
Serangga seperti kutu daun, thrips, ulat, dan semut sering menjadikan tanaman hias sebagai tempat favorit. Kalau dibiarkan, daun bisa rusak, pertumbuhan terhambat, bahkan tanaman mati perlahan. Kabar baiknya, kamu bisa mengusir serangga tanpa bahan kimia keras dengan pestisida alami yang aman, murah, dan mudah dibuat di rumah.
Pestisida alami bekerja dengan aroma, rasa pahit, dan senyawa aktif dari bahan dapur yang tidak disukai serangga. Jika digunakan rutin dan tepat, serangga akan enggan datang kembali ke tanaman hiasmu. Berikut tujuh tips membuat pestisida alami berdasarkan jenis tanaman hias agar hasilnya lebih efektif dan tidak merusak tanaman.
1. Tanaman daun lembut: pestisida air bawang putih

Tanaman hias berdaun lembut seperti calathea, aglaonema, atau philodendron rentan terhadap kutu daun dan thrips. Untuk jenis tanaman ini, pestisida berbahan bawang putih sangat efektif karena aromanya menyengat tetapi tetap aman untuk daun tipis. Caranya, haluskan 3–4 siung bawang putih, rendam dalam 1 liter air selama semalaman, lalu saring.
Semprotkan larutan ini ke bagian bawah dan atas daun pada pagi atau sore hari. Kandungan sulfur alami pada bawang putih mampu mengusir serangga tanpa membuat daun gosong. Penggunaan rutin seminggu sekali akan membuat serangga enggan datang kembali.
2. Tanaman berdaun tebal: larutan sabun alami

Untuk tanaman berdaun tebal seperti lidah mertua, karet kebo, atau monstera, kamu bisa menggunakan larutan sabun alami. Campurkan 1 sendok teh sabun cair berbahan alami (tanpa deterjen keras) ke dalam 1 liter air, lalu aduk rata. Larutan ini efektif membasmi kutu putih dan tungau.
Sabun ini berbeda dari sabun kimia konvesional pada umumnya, kamu bisa membuat sabun alami DIY atau membeli dari e-commerce dengan memperhatikan label seperti "handmade," "organik," "bebas plastik," atau "berbasis nabati" untuk memastikan kualitas. Umumnya terbuat dari minyak nabati, bahan herbal/ekstrak alami (lidah buaya, madu, oatmeal, lavender, peppermint, atau serai).
Daun tebal lebih tahan terhadap lapisan sabun tipis yang bekerja melumpuhkan serangga dengan merusak lapisan pelindung tubuhnya. Semprotkan secukupnya dan lap daun setelah beberapa jam agar pori-pori daun tidak tersumbat.
3. Tanaman berbunga: pestisida air cabai

Tanaman hias berbunga seperti mawar, anggrek, atau melati sering diserang ulat dan serangga pengisap nektar. Pestisida air cabai bisa jadi solusi ampuh. Haluskan 5 buah cabai rawit, campurkan dengan 1 liter air, lalu diamkan selama 12 jam sebelum disaring.
Semprotkan hanya pada daun dan batang, hindari bagian bunga agar tidak layu. Sensasi pedas dari capsaicin membuat serangga menjauh tanpa merusak proses pembungaan jika digunakan dengan dosis tepat.
4. Tanaman indoor: larutan minyak neem

Tanaman hias indoor seperti peace lily atau anthurium membutuhkan pestisida yang minim bau menyengat. Minyak neem adalah pilihan ideal karena bersifat sistemik dan aman digunakan di dalam ruangan. Campurkan 5 ml minyak neem dengan 1 liter air dan sedikit sabun cair alami sebagai emulsifier.
Larutan ini bekerja mengganggu siklus hidup serangga sehingga mencegah mereka berkembang biak. Gunakan seminggu sekali untuk hasil optimal dan semprotkan secara merata, terutama pada area yang sering jadi tempat persembunyian serangga.
5. Tanaman outdoor: pestisida daun papaya

Tanaman hias outdoor seperti pucuk merah atau tanaman pagar sering diserang ulat dan belalang. Daun pepaya mengandung enzim papain yang bersifat racun bagi serangga. Rebus 2 lembar daun pepaya dalam 1 liter air, dinginkan, lalu saring.
Semprotkan larutan ini pada tanaman di sore hari. Selain efektif mengusir serangga, aroma khas daun pepaya juga membuat hama enggan kembali ke area tanaman hias kamu.
6. Tanaman sukulen dan kaktus: larutan kayu manis

Sukulen dan kaktus membutuhkan pestisida yang ringan karena akar dan batangnya sensitif. Larutan kayu manis cocok untuk mengusir semut dan jamur kecil yang sering menarik serangga lain. Seduh 1 sendok makan bubuk kayu manis dengan 1 liter air panas, lalu dinginkan dan saring.
Semprotkan tipis di sekitar media tanam, bukan langsung ke batang. Kayu manis bersifat antijamur dan antibakteri sehingga membantu mencegah serangga datang kembali karena lingkungan yang tidak mereka sukai.
7. Tanaman rambat: pestisida air tembakau

Tanaman rambat seperti sirih gading atau ivy sering menjadi sarang kutu karena daunnya rimbun. Pestisida dari tembakau bisa jadi solusi ampuh. Rendam segenggam tembakau dalam 1 liter air selama 24 jam, lalu saring sebelum digunakan.
Nikotin alami dalam tembakau efektif melumpuhkan serangga kecil. Gunakan maksimal dua minggu sekali dan bilas tanaman setelah beberapa jam agar residu tidak menumpuk dan mengganggu pertumbuhan tanaman.
Dengan menyesuaikan pestisida alami berdasarkan jenis tanaman hias, kamu tidak hanya mengusir serangga, tapi juga menjaga tanaman tetap sehat dan cantik. Penggunaan rutin dengan dosis tepat akan membuat serangga kapok dan tidak datang lagi ke koleksi tanaman hias kamu.


















